Life in 2015
Yogyakarta's Must Try Foods
Twenty-Six
Exactly, 26 years old.
Jujur, sebenernya setengah gak percaya, setengahnya lagi agak menyangkal. Hahaha.
Twenty-six is a lil bit late twenties, right.
To be exactly, 26 of my existence life I feel like I haven't done anything yet. But if I must say, Alhamdulillah ya Rabb, I've been blessed no matter what. Have a wonderful boyfriend, to love and to be loved, have a so-much-better job, working our ass off reaching our goal to have our little dream house. And to be honest, even in my dream I couldn't imagine life could be this great.
Dan belum berhenti sampai di situ.
Daya imajinasiku yang cukup pas-pasan ini sebenarnya tidak pernah menuntut apapun. Maka waktu hari itu terjadi, I didn't expect anything. As simple as I could spend our quality time together. That's it.
And then there he was...
Sitting in front of me and made me close my eyes.
And then he took it out. And I opened my eyes...
(Gosh, I still can't help my heart when writing this)
And he said it.
The magic words.
I guessed I was flying over the moon.
If i didn’t have you then what will become of me ?
If i had never have you girl, how would my life be
Would i be the same? If i’d be loving another name
Would i stay untamed? Would there be any aim?
So whom i will be
-Daniel Sahuleka-
Fiancée
A word I never thought of before.
And it's before my eyes now.
Twenty-six.
| Who knows a little rock could make a girl so happy. |
With Love,
Ney.
A Goodbye
Just wanna update an important step of my carreer life. Pretty much since 3 years I've been in a same company, doing the same thing, deal with the same person. And, one phone call a week ago changed everything.
I never been offered something important, particularly a job. Even from small company. That day, with their biggest name in TV & movie industry, they called me to offer something I can't resist. Because that's what I really wanted from a year ago. Yes, dreams do come true.
I said yes. But right in the moment, I felt scared, doubt, sad, and everything. But still, I said yes.
Then I remembered all of my friends I have here in my old office. Their gags, jokes, dirty jokes, goofiness, clumsiness, randomness, friendships. Irreplaceable. They probably think it's easy for me to leave. They just don't know. I will miss all of this. :(
So here I am, trying to make great memories in a month. So when I leave, they only remember good ones of mine. I remembered everyone's birthday and make a sweet surprise plan to them, because when my birthday comes in the end of September, I won't be here anymore. And probably my new friends haven't known it yet. So yeah, I feel like I'm dying, but the thing is, it feels pretty much the same.
Some peoples say "work-universe is cruel, you won't get any true friends or nice bosses at the office." Wrong. I had one.
Viva forever, RT Podjok. We'll meet again, sure. Trust yourself. You are all worthy, even if those-sucks-HRD-guys didn't say so.
Cheers,
Neysa
Love Letter #1
This Phase
When A Thing Leads to Another
Rezeki Bukan Putri....yang Bisa Tertukar
Don't Lose Faith Yet
Alhamdulillah... Bismillah.
girls can dream
In the middle of my craziness into you, is it really really necessary to wear that hot 3/4 sleeves baseball shirt today (or yesterday)?! And made my day heavenly. :P
Hahaha
So, this guy I always mention in the blog is just another iseng-iseng kok. Buat yang kemarin repot-repot nanya lewat LINE. No no no. For going further is a big NO. Tapi lumayan lah kalo buat lucu-lucuan, biar ada yang seger-seger manis lewat di depan mata tiap hari aja. Hahaha. Gimana sih, kayak zaman SMA, pernah nggak sih ngecengin cowok satu buat barengan? Nah, bedanya ini buat sendiri. :P
Why? Why not?
Karena dia berbahaya.
*ahee bahasa guee...*
Tapi emang orangnya good looking, pintar, charming because of his passion. Tipe-tipe clumsy, tapi kalo udah in his thing jadi detail dan serius luar biasa. I adore those attitudes.
Girls can dream, right.
Good night, fellas!
I'm giving you bonus...
![]() |
| Mas Jake Gyllenhaal kesayangan akuh pake kacamata. |
Neysa
Ps. Oh iya, nggak sengaja nemu blog ini. Buat yang suka cowok-cowok nerd boleh dibuka. :P
mister navy shirt and geek look with super cute haircut
![]() |
| Hi mister... Yea you, mr. looking-good-with-those-nerd-attributes! ;P |
And so, there was me at the parking lot, lagi ngantuk-ngantuknya, dan tampang seada-adanya lengkap dengan bad hair day, dengan 'Wednesday Slow Machine' di salah satu radio jadi soundtracknya, siap-siap mau pulang. Baru jalan beberapa meter, and there he was. Walking on the street looking good.
Expectation:
"Heei mas... Pulang duluan yaa.." Dengan suara serak-serak seksi mirip-mirip Raisa, dan angin membelai-belai rambut dengan gerakan slow motion. Looking cool, and dressed well (semacam pake casual/cocktail dress).
Dia yang berjalan menunduk, kepalanya terangkat, kemudian sambil tersenyum dengan mata teduh di balik kacamatanya, "Eh, Neysa.. Iya hati-hati yaa... Love you!" With a little blow kiss. Still slow motion.
"Iyaa... Love you too..." me answered him with another little blow kiss.
Kemudian, bunga-bunga dan dedaunan berjatuhan, dengan latar belakang sunset.
Reality:
"Mas *****! Pulang!" Saking nervousnya, yang keluar malah teriak. Rada ambigu antara ngasih kabar atau nodong. Angin sialan itu dengan hebatnya nambah-nambahin bikin poni keramat jadi belah tengah. Niatnya sih sambil ngasih klakson-klakson centil yang cuma *tin!*, tapi karena nervous jadi agak sedikit lebih panjang. Oke, agak panjangan. Plus dadah-dadah penuh semangat. Wearing those cargo and tee with a 'WTF' letters on it, looking far from womanly.
Antara jantungan dan takut ditodong, dia cuma senyum kaget sambil dadah balik, "yaa..."
Dan, nggak ada blow kisses, slow motions, atau daun/bunga berjatuhan. *yaiyalah menurut lo, dengan penampakan gue yang belah tengah aduhai ini dan mata-panda-muka-seada-adanya, dengan style preman palmerah masih bisa dramatis? Udah bagus yang ditegor nggak stroke mendadak.*
Benar kata orang,
"Expectation is the root of all heartache."
Ps. He looked sharp and charming, by the way. Nice effort, sir, nice effort.
_________
![]() |
| Dear God, do You mind if I have one like this? Please... ;P |
Neysa
*Sumber foto: Google.com
Lebaran Hari Ke-5
Lapor,
Lebaran hari ke-5, masih nggak ada kerjaan. Secara masih banyak yang belum masuk. Tapi lumayan laah, manager, dan beberapa kucing besar sudah masuk.
Tikus-tikus tidak bisa berpesta lagi, Jenderal.
Anyway, aku udah masuk kantor sejak lebaran hari ke-3. Kebayang nggak sih, lebaran hari ke-3, kantor udah kayak kuburan. Yang masuk nggak nyampe 10 orang. Dan, kemungkinan hingga akhir minggu situasi diperkirakan masih kondusif. Oh iya, bagi yang nggak tau, setiap hari kamis, di kantor emang 'Uniform Day'. Untungnya nggak kayak TV tetangga yang seragam-an tiap hari dan harus pake celana bahan, kita boleh dong pake apa aja, yang penting ada seragamnya. Hari kamis malah jadi semacam 'fashion day'. Ngooook.
Hey-ho, hari ini aku bertemu bapak itu. Baru buka pintu, dia nengok, "Eh, Neysa..." with his cute new hair cut. Emang aslinya udah ganteng bahkan dengan rambut agak panjang, potong rambut pendek jadi makin ganteng. (Oke, repetisi di kata 'ganteng'..) Aku cuma jawab "Eh, mas..." bahkan lupa minal minul saking speechless-nya. Hahaha.
Selingan doang, nggak apa-apa lah ya, biar semangat ngantor. Kalo buat diseriusin mah bahaya yang model gitu.
Sekian. Laporan selesai.
Neysa
Blogku Dibajak Makhluk Berpipi Gembil
Namaku Ibrahim, tapi biasa dipanggil Himhim. Keponakannya tante Neysa, tapi aku lupa umurku berapa. Entah dari mana asalnya, tapi mukaku Korea banget. Mungkin karena Ummi-ku ngidam K-Pop waktu pas hamil aku kali ya.
Jangan gampang gemes sama aku ya, soalnya pipiku gampang merah. Nanti kalo udah merah, malah makin gemes lagi. Huhuu...
Ini aku lagi pake pecinya si om Kiki. Tanteku iseng banget ya, kan aku belum tau ini benda apa. Akunya sih main aja, nggak tau lagi difoto-foto. Itu bibirku asli, nggak pake lipstick. Jangan tambah gemes ya.
Ini ada foto satu lagi buat temen-temen tanteku yang lagi baca.
Dadaah...
Himhim
*lagi ngebajak blog*
Si Cungkring
Herannya adalah... Nyokap itu biasanya kuranf setuju kalo tau aku jalan berdua aja sama cowok. Manapun. Tapi kalo aku bilang jalan sama si cungkring, langsung boleh. Kurang sakti apa si cungkring? Or, maybe it's just my mom didn't see him as a guy. Haha.
Dan nggak tau kenapa. Kayaknya ngalir aja gitu kalo curhat di mobil. Rasanya, yang terpendam-terpendam itu bisa keluar semua kalo ada 2 faktor:
1. Si cungkring di sebelah
2. Pedal gas
Gila udah lama banget kayaknya sejak terakhir ketemu! Bahkan, kecenganku terakhir yang dia inget itu yang pas awal masuk kantor. Heeem, padahal udah setahun lebih aku ngantor. Jadi pas dia nodong, "So, give me some updates!" Aku bingung harus mulai dari mana.
Setelah ku ceritain semua-muanya, dia cuma bilang, "Jadi total ada berapa orang yang gue lewatkan?" Ngoik banget nggak tuh? As usual, setelah salah satu di antara kita cerita, pasti yang satunya bakal sok-sok bijak. Walaupun almost of his advices are always wrong. Tapi selalu ku dengerin. Heran? Sama. :))
"Gue tau lo udah move on, udah apalah segala macem. Tapi beneran udah move on, move on?"
......
"Move on dari kehidupan dia sebagai sahabat?"
Ngoik. Tapi tanpa aku jawab, dia udah tau jawabannya. Haha, koplaks emang. Terus, kenapa pake nanya?! Gembel emang si cungkring.
"Yaa lo nggak usah mikirin masa depan lah. Pikirin aja karier lo yang udah di depan mata. Masalah yang lain mah bisa nunggu.."
Well, I guess people change, right. People do change. So do you. And I, would never be the same.
And I'm gonna rock it.
Neysa
P.s: Butuh 2 mall, 2 restoran, 1 bioskop, 3 kali parkir, and thousands miles and still not enough. :p
Hate is easy, love that needs courage.
Lupa posting terakhir apa.
Well, sebenarnya tinggal liat aja sih ya, but I decide not to, at least after I finish this post.
Aku udah lupa, apa aja yang harus di catch-up. Okay, I'll go with bullets.
1. Career.
This particular subject always make me excited. Belum, aku belum kemana-mana. Masih di kantor yang sama dengan posisi yang sama. Pulang juga masih nggak jelas, gaji juga nggak kemana-mana :p . Tapiii... Pengalaman dong yang nggak sama.
Ketemu dengan banyak orang baik dan luar biasa ini anugerah banget buatku. Suportif, ngemong, nggak pelit ilmu dengan kredibilitas yang udah nggak perlu diragukan lagi. Sempurna banget juga enggak, kadang ada yang ngeselin juga. :P But hey, semua pekerjaan juga begitu bukan. Senengnya adalah aku udah nemu ritme kerjanya. And with these experiences, I see this whole new world in a very different way. Seriously.
2. Social.
Hahahaaa... Ini nih. Berhubung kerjaan saya yang nggak 9 to 5, tapi 9 to 'kelar', agak susah ya 'mengejar' kehidupan sosial. Yaaa, gaulnya nggak jauh-jauh sama orang kantor (dududu...). Tapi sempet juga kok beberapa temen-temen lama. Bahkan sempet juga liburan bareng temen-temen SMA, ketemuan dengan beberapa temen kuliah, SMP. Walaupun banyak nggak bisanya, not bad laaah...
3. Personal
Pertanyaan pertama: Status? (pede banget! haha) I'm single, dan belum mau mengubahnya dalam waktu dekat. Bukan, bukan karena belum move on atau belum laku whatsoever (bhahaha, ngakak sendiri). It's because I prefer that way, being single.
See, there's a lot of things that you can't see when you're not single. Contoh, my inner peace. Waktu nggak single, aku nggak pernah sempat (atau nggak pernah mau) berkontemplasi sama diri sendiri. And turned out I've lost myself. Butuh waktu cukup lama untuk mengenal diri sendiri (lagi). Dan ketika aku udah mulai mengenal diri sendiri, aku jadi nyaman sendiri. That's it.
But that doesn't mean I live with no problem. You know my thing with my ex/bestfriend. Here's the thing... You can't judge things as black and white. Dan hasil dari kontemplasi dengan diri sendiri ini turned out, I kinda miss him. Not miss I-want-him-back kind of thing, but miss missing. Despite all of what had happened to us, he was my bestfriend after all. And because I knew him jauh jauh sebelum semuanya terjadi, I can't just as easy as hate him. But after all, I definitely can't undo that, right. *sigh* Well...
_______
Anyhoo, malem ini sahur terakhir. Walaupun lagi nggak sahur, kayaknya aku mau ikutan. Oh ya, satu hal yang entah aku dapat dari si inner peace *mau muntah, silakan...* ini adalah I learned how to forgive and let go. Let go ini yang susah. Kalo orang tua biasa nyebutnya ikhlas kali ya. Dan ternyata beban-beban itu bakal terangkat sendirinya ketika bisa ada dalam fase 'let go' ini.
Eits, ini bukan masalah percintaan aja. This is me paying attention more to the whole big picture than being annoyed by the details. Get it?
Nah, berhubung momennya lagi pas... I do realize I live with all mistakes and flaws, jadi jauh dari lubuk hati yang paling dalam... Aku minta maaf ya... Have a white, pure, and beautiful Ied. Allah bless us all.
The weak can never forgive. Forgiveness is the attribute of the strong. -Gandhi
P.s: Walaupun kata-kata copas dari si mbah, but they reflect me the most. Jadi, minta maafnya beneran loh, sumpah...
With love and tons of kisses,
Neysa
_________
Update:
Ternyata posting terakhir tentang security SMA yang udah meninggal. He was my bestfriend. :'(
































