Showing posts with label bestfriend. Show all posts
Showing posts with label bestfriend. Show all posts
0 com

Si Cungkring

Seharian jalan sama si cungkring, sahabat saya sejak SMA, has been quite 'jedotin kepala' moment. :)) You can hide yourself with other people, but not from your mirror. He's my mirror. Nyebelin emang. Banget. Apalagi doi emang nggak pernah melatih dirinya biar agak-agak keayak gitu kan ngomongnya.

Herannya adalah... Nyokap itu biasanya kuranf setuju kalo tau aku jalan berdua aja sama cowok. Manapun. Tapi kalo aku bilang jalan sama si cungkring, langsung boleh. Kurang sakti apa si cungkring? Or, maybe it's just my mom didn't see him as a guy. Haha.

Dan nggak tau kenapa. Kayaknya ngalir aja gitu kalo curhat di mobil. Rasanya, yang terpendam-terpendam itu bisa keluar semua kalo ada 2 faktor:
1. Si cungkring di sebelah
2. Pedal gas

Gila udah lama banget kayaknya sejak terakhir ketemu! Bahkan, kecenganku terakhir yang dia inget itu yang pas awal masuk kantor. Heeem, padahal udah setahun lebih aku ngantor. Jadi pas dia nodong, "So, give me some updates!" Aku bingung harus mulai dari mana.

Setelah ku ceritain semua-muanya, dia cuma bilang, "Jadi total ada berapa orang yang gue lewatkan?" Ngoik banget nggak tuh? As usual, setelah salah satu di antara kita cerita, pasti yang satunya bakal sok-sok bijak. Walaupun almost of his advices are always wrong. Tapi selalu ku dengerin. Heran? Sama. :))

"Gue tau lo udah move on, udah apalah segala macem. Tapi beneran udah move on, move on?"

......

"Move on dari kehidupan dia sebagai sahabat?"

Ngoik. Tapi tanpa aku jawab, dia udah tau jawabannya. Haha, koplaks emang. Terus, kenapa pake nanya?! Gembel emang si cungkring.

"Yaa lo nggak usah mikirin masa depan lah. Pikirin aja karier lo yang udah di depan mata. Masalah yang lain mah bisa nunggu.."

Well, I guess people change, right. People do change. So do you. And I, would never be the same.

And I'm gonna rock it.



Neysa

P.s: Butuh 2 mall, 2 restoran, 1 bioskop, 3 kali parkir, and thousands miles and still not enough. :p
Read more »
0 com

My Square-head Spongebob


I'd like to dedicate this post to one of my bestfriends who will have his 22nd birthday tonight, because:
  • he never left me behind
  • he accepted me for who I am, complete with these slow, idiotic, and random sides of me.
  • he always held me at my lowest point
  • he always taught me how to be a good person
  • he always believed in me, even when I don't
Thank you for being such a beautiful best(boy)friend to me.
You're my lovely Spongebob, with a square-head. :)

Happy birthday, my dear. Don't give up on me, just yet. Or I'll squeeze your cheeks and tickle your neck hmm hmm, and this is serious. Love you. :')

Ney
Read more »
0 com

My Cubical BF

2006
(Bestfriend)


2010
(Best/boy-friend)


Foto pertama: Waktu itu kita berdua masih kelas 3 SMA, dan sahabatan. Waktu itu lagi zaman-zamannya mau daftar SPMB, dan di foto ini, dia lagi ngisi formulir SPMB di depan warung bu Lay, kantin sekolah kita. Aku inget banget, momen ini diambil pas banget pas aku lagi marahin dia gara-gara dia lelet plus bingung mo ngisi jurusan apa. Padahal siang itu terakhir ngumpulin formulir. Hmmm dasar nggak niat! Sedangkan yang motret kita adalah teman kita berdua, Ario Pratomo, pake kamera handphone. Si Ario ini selama 3 tahun berturut-turut sekelas terus sama aku (sampe bosen! haha), dan dia teman rohisnya Olan. Aku sama Olan sendiri sekelas waktu kelas 2 dan 3. Finally, we ended up separate, he's in Jogja, and I'm in Bandung.

Foto kedua: Kita berdua lagi di J.Co, Citraland bareng Rangers. This was the second time kita jalan bareng rangers setelah jadian. Waktu itu lagi puasa, dan abis buka puasa di D'Cost. Sedangkan yang motret kita di sini adalah sahabat kita berdua juga, Nurul Farichah, pake kamera digitalku. She's one of rangers too. Awal mau difoto, kita mau bergaya kayak biasa, senyum dan sadar kamera. Tapi, kata Iah, kita berdua malah jadi aneh dan kaku banget. Jadi, kita nggak boleh liat kamera. Trus pas sok-sok candid, eh malah jadi keketawaan sendiri ngeliat tingkah masing-masing yang sok jaim-jaim, eh pas banget pas difoto. Yaudah deh jadi aneh gini. Oiya, Olan baru potong rambut waktu itu, dan kita nggak sengaja samaan pake kemeja. Hihihihi.

I love my cubical BF, :P

Ney
Read more »
2 com

Bestfriend for 25 Years

click for bigger image.

Last saturday was my parents' 25th silver wedding anniversary, syukur alhamdulillah bisa sampai di angka 25, big twenty-five. Honestly, I was freezed when it came to the speech, cause I sort of don't-enjoy-public-speaking kind of person, so I really don't know what to say. Then I ended up let the celebrity took his center-spot. And he did well, actually.

So, in this blog, I want to say this:

"Selamat ulang tahun pernikahan yang ke-25 buat papa mama, I know I'm way too far from perfection as a child and a person, and may be I don't deserve to make a wish for you guys, but, despite the fact that we're all human, you guys have been a perfect parents for me. Buat papa, you've been my debate-partner since I don't know, the guitarist in the house (though we're all keep protesting, and complaining about the play), the tough one (cause you've never ever wanted your family knew about your pain and agony, instead you always show us that life is still beautiful with all of those), and to be the most honest person in the house. Who said you don't accept changes?! You're googling and texting now, isn't it? :D Great job, dad! And thank you for the life lessons. Buat mama, ah mama... A lot to say, cause I have a super mom. Great singer, tailor, barber, handy(wo)man, you name it. The most creative person I've known. You've been my photoshop teacher, my life-teacher, my role-model, you always teach me that you could get thru against all of odds if you're willing to, even those 'walls'. Because of you, I believe superhuman really does exist. For both of you, thank you for making me believe, that in this mad mad world, I found peace with you, I found miracle in yours, that love gave each of you a best friend for 25 years, and hope untill the next next next 25 years, endless. I hope that both of you will be there when I'm someone to make you say 'that's my daughter' and proud of it. Amin yaa robbal'alamiin."

Ah, selalu jadi sedih kalo inget ini.


Anywaaaay, waktu buka puasa kemarin, aku menanyakan pertanyaan yang harusnya ku tanyain pas syukuran kemarin.

(N): Apa bedanya 25 tahun yang lalu dengan sekarang?
(P): Beda dalam segi apanya nih? Cinta? *prikitiw bahasanya*
(P): Dulu papa nonton berdua doang, sekarang berempat...
(M): Dulu papa romantis, sekarang papa ngomongnya 'lemu-lemu yo luwung' (baca: biar gendut-gendut juga lumayan) -_-'
(P): *membela diri* Loh kan itu maksudnya biar mama nggak usah merubah diri, papa juga masih suka... *ahiiy*
(M): Dulu papa tuh cemburuan, apa-apa dicemburuin.
(N): Sekarang?
(M): Masih. *aaaa*
(P): Dulu papa suka bawain mama martabak, sengaja agak banyakan, kan papa tau mama makannya sedikit, nanti kan pas ga abis, mama jadi maksa papa makan jadi kesannya papa terpaksa gitu makannya heheheheh *malah buka aib sendiri*
(M): Iya kalo sekarang tanpa ba-bi-bu juga abis sendiri martabaknya.
(P): Kalo mama tuh aneh deh, dek. Dari dulu, kalo lagi jalan di luar gitu malah pengennya mesra-mesraan, kalo di rumah aja... malah nggak pernah mesra.
(M): Yaa biarin tho orang sama pacarnya sendiri.
(P): Yah kan malu diliat orang, sukanya gandengan. Kayak ABG.
(N): *ngakak*


* adegan selanjutnya malah buka-bukaan aib waktu muda, untung nggak ditanya pas rame-rame kemaren. -____-'


Ney
Read more »
3 com

Belum Saatnya

Some people who have been told the story about me and my boyfriend, mostly asked, "kok bisa?" or "kenapa nggak dari dulu aja sih?". FYI, me and him were a high-school best friend, and still even now. We've been a best friend for each other for 5 years, and in the 5th year, we're turning our relationship status and become closer and more serious. Biasanya kalo udah ditanya begitu, aku cuma bisa senyam-senyum sendiri sambil bilang, "yaah mungkin sekarang waktu yang tepat, I don't know either, God knows." Yaah, abis mesti jawab apa lagi dong?

It's been a kinda roller-coaster journey, and matter fact, we've been in love since high-school but too scared to admit it, and that's why we became a bestfriend. Karena kami terlalu takut kehilangan. Tapi, mungkin dengan sedikit cerita berikut ini bisa memberikan sedikit jawaban "kenapa nggak dari dulu-dulu" itu.

Dulu #1
N: Lan, aku mo ultah kan nih, ku traktir nonton deh, mau ga?
O: Oke!
(hari H minus 1)
O: Ney, gue ajak Jenny ya!
N: Errrr...... oke, aku juga udah ngajak Pascal (bandnya temen-temen kakak yang isinya cowok-cowok semua). *padahal belom bilang sama sekali. gengsi dong!*

Dulu #2
(pas pelajaran terakhir)
N: Lan, pulangnya bareng yayayaya?
O: *muka males plus jual mahal* Emm gimana ya....?
N: Yaudah deh gausah! *kesal*
O: Yaudaaaaaahhh, ayooook... *sok-sok terpaksa, padahal seneng tuh pulang berdua :P *

Dulu #3
(besoknya, pas jam pelajaran terakhir)
O: *sok cuek plus jutek* Mo pulang bareng nggak?
N: Nggak ah. *gengsi plus jual mahal* Ntar ngerepotin, bensinnya abis. *padahal gara-gara masih kesal yg kemarin*
O: Yaah, udah dibawain helm juga... *masih sok-sok cuek, padahal kecewa tuh :D *

Dulu #4
(janjian mo main ke rumahku, sebelum berangkat...)
O: Ney, gue ke rumah lo ya...
N: Oke!
(sampe di rumahku)
O: Nih Ney, kenalin Lulu, temen SD gue...
N: Ooohh yaaa! Neysa. Mo minum apa? Bentar ya... *super-fake smile, sambil berharap nggak usah ke teras lagi.*

Dulu #5
(pagi-pagi sebelum bel masuk sekolah)
O: Ney, Ney, dengerin ini deh *sambil nge-bluetooth sesuatu ke hpku*
N: *muka males plus ngantuk* Apaan?
O: Nih nih *sambil memutar lagu di hp, alunan gitar klasik judulnya Song For Neysa*
(setelah lagu selesai)
O: Gimana? Bagus ga? *muka penuh harap*
N: Emmm... Biasa aja tuh. *muka cuek padahal malemnya diputer terus lagunya*
O: *muka sedih sambil berjalan lesu kembali ke tempat duduknya* Yaaah...

Dulu #6
(pas kelas 2, baru kenal. lagi smsan)
N: Iya, jadi aku tuh blablablabla... *panjang-lebar*
O: Ya ampun, nggak usah aku-aku-an kali, kan baru kenal. *PD berat*
N: ........ *speechless plus kesal plus rahang jatoh*

Jadi, mungkin itu dia kenapa "nggak dari dulu-dulu".
Selain karena dulu dia ngeselin banget (dan aku juga ngeselin buat dia, haha), mungkin karena memang belum saatnya. Jadi, jangan dulu lelah menunggu. :)

dulu kita sering banget ke CL cuma mau beli Bread Talk. Hahaha norak ya!
Kerjaannya Olan dulu tuh nyubitin pipiku, hemm...


maaf yaa nggak jelas kameranya, maklum kamera hp...
Rangers minus Stah nih.



Ney.
Read more »
0 com

Iron Man (and Woman)

Today, I met one of my bestfriend. I just forgot when was the last time I got a chance to talk with him again, I mean a real talk. And it really refreshing, though he didn't have any solutions :P, but sometimes you just wanna be listened. That's all.

Sebenernya, sahabat cowokku ada dua. They've always been my best man, and still now, even one of them had become my lover. :)

Pokoknya, nggak ada masalah yang tidak bisa untuk tidak diceritakan. Semuanya kayak ember bocor. Kayaknya mereka udah bosen banget kali ya, denger ceritaku. Tapi anehnya salah satu dari mereka malah mau sama aku, instead of 'ilang-feeling' hihihi.

Akhirnya kami malah ngobrol ngalor-ngidul yang ujung-ujungnya sampai kepada 'keluarga' yang membesarkan kita hingga menjadi seperti sekarang (emang sekarang kayak apa ya? Hehehe)

Sebut saja dia, si Goyang Gurita (GG). Hahahaha...

Ternyata dari obrolan kami hari ini, kami baru menyadari pola pikir kami hampir sama. Dan kami berdua pun sepakat, pola pikir ini mungkin kami dapat dari tempaan 'keluarga' kami yang selama tiga tahun membesarkan kami. Selama tiga tahun itu pula, akhirnya kami mendapat pelajaran yang sangat berharga.
  1. Melihat masalah dari dua sisi
  2. Jangan pernah mengeluh
  3. Bagaimana caranya menyelesaikan masalah tanpa masalah (kok kayak iklan ya?).
And finally we're just laughing about the past.
Kami menertawakan mereka yang berada di posisi kami dulu, menertawakan keadaan bahwa kami dulu pun sama. Bahkan mereka sekarang jauh lebih baik daripada kami dulu.

Lebih mandiri. Itu lebih tepatnya.
Mungkin memang karena zamannya yang sudah berubah.

Kami pun menertawakan hidup kami yang dulu penuh drama, and we're actually lived in there. Dan mungkin karena itu pula, akhirnya sekarang kami hanya mau hidup yang simpel-simpel aja. No drama involved.

Tidak seperti pendahulu kami yang memiliki perbendaharaan kata yang complicated, aku merasa sangat sangat dangkal dibandingkan mereka. Ternyata si GG juga merasakannya. Maybe that's why I don't wanna be part of 'whatever-they-called-their-name', bukan karena tidak peduli, tapi mungkin karena beda visi dan beda cara. Maybe that's why.

But don't even dare to think that I hate them. I love them. So much!
I just thought am I valueable enough to give someone something valueable?


Intinya: Nggak selamanya yang berbeda itu harus diperdebatkan, even sometimes they gave me such an enlightment. They gave me new perspective.

Satu hal lagi yang saya ingat dari percakapan kami tentang sesuatu hal di luar hal yang kami diskusikan barusan:

Ney: Ah, enak banget, Co, jalan hidupnya. Kayaknya gampang banget! Nggak kayak kita, REM to the PONG!
GG: Yea, right. Lihat aja sekarang dia gimana. It leads nowhere, Ney.

Ah memang, besi yang ditempa itu jalannya nggak pernah mudah. Panas. Sakit. Dipukul-pukul. Kehilangan arah. Sebelum akhirnya kuat dan tidak bisa dibengkokkan. Lalu pertanyaannya, apakah waktu tiga tahun sudah cukup membuat kami kuat dan tidak bisa dibengkokkan? :)

Ney.


------------------------------------
Update (21/7):
Tambahan dari GG dari tweetnya buatku, "Satu pelajaran yang kurang. Hidup itu pilihan!"
Walaupun kadang aku masih ragu, apa benar kita memilih atau 'dipilihkan', tapi setidaknya kita 'dibuat seakan-akan memilih' pilihan tersebut.

Ah, rahasia Illahi. :)
Read more »
0 com

My Girl

I've just watched my favourite movie! (again, for a hundred times!)

Judulnya My Girl. Film ini ada sekuelnya, tapi aku lebih suka yang pertama, yang ada Macaulay Culkin. I love it love it love it! Why?

  1. Alurnya sederhana, tapi nggak kehilangan 'emosi'-nya.
  2. Cerita tentang persahabatan (dan aku selalu suka film dengan tema ini!)
  3. Lucunya dapet, sedihnya dapet, dan aktingnya natural banget!
My favourite part is this scene:


Dialogue:
Vada: [after Vada and Thomas kiss] Say something, it's too quiet.
Thomas J. Sennett: Umm, Ummmmm...
Vada: [agitated] Just hurry.
Thomas J. Sennett: I pledge allegiance to the flag of the United States of America...
Vada, Thomas J. Sennett: ...And to the republic for which it stands, one nation, under God, indivisible, with liberty and justice for all.


aaaaw, lucu banget kaaaan?! Hihihihi..


You know what, I've just noticed by now, that she's in love with her own bestfriend.
Sounds familiar, huh?!

Ney.

P.s: Cari dvd nya aaah...
Read more »
0 com

God's Joke

Today i feel surprise, another reader has read my blog. Surprisingly, dia bukan berasal dari negara berbahasa Indonesia tapi dia mengerti, i guess i have to say thanks to google translate. As i quote from her, here's what she thinks of me..

You seem to want to positive everytime, whatever happens in life and that's also my "faith" at this time :). It makes us be more brave, isn't it? ^^ You seem to be mature even u've got a child's heart, I really love this ^^v thanks to share your thoughts like that. I think I admire you :D.


Woohooo! New admirer, what a day!

As i reply to her, aku bahkan nggak sadar kalo blogku ini bisa memberikan pembacanya such a positiveness, tapi jika memang iya, waow! Terima kasih banyak, aku sangat menghargainya. Senang bisa menginspirasi.

Ironisnya, justru aku yang tidak bisa melihat si positiveness itu, haha.

Dalam message-nya, dia bilang dia takut menulis, nggak percaya diri dengan tulisannya sendiri. Kenapa harus takut?

Anyway, aku belajar menulis pertama kali untuk diriku sendiri di dalam buku diary yang pertama kali dibelikan mama. Buku diary kedua masih dibelikan mama, tapi dengan pilihanku sendiri (yang ada kuncinya, karena mamaku suka baca! Haha!), dan kuncinya ku sembunyiin di balik poster boyband Westlife di kamarku dulu. (Westlife kept my secret! :P) Mamaku yang menyuruhku belajar menulis, dia bilang menulis itu melatih otak. (Which i didn't know what it meant...)

Sekarang, still I write for my self. It's my digital diary. Walaupun tentu saja, hal-hal yang ku tulis lama-lama ku sensor juga akhirnya, mengingat aku nggak bisa tau siapa aja yang mengakses blogku, nggak seperti diary-ku dulu. Jadi intinya sih, jangan takut menulis. This is me. This is my page. I'll write everything i want, if you don't like it, feel free to close the tab/ window. Just like I always said.

Thank you for starting to love Indonesia. Terima kasih. :)


Next topic.

Karena aku penasaran (plus lupa) apa aja yang udah ku tulis di blog jadi-jadian ku ini, akhirnya aku memutuskan untuk membaca ulang isi blogku sendiri. Hahaha, bener kan, ternyata aneh berat. Heran aja masih ada yang mau baca. :P But, thanks anyway.

Akhirnya sampailah pada post ini. Rasanya lucu jadinya, bahkan dulu pun aku sudah merasa sayang sama sahabatku sendiri. Bahkan udah ada.... apa ya namanya? Istilah cheesy-nya sih, "kontak batin" sama dia, hihihi. Rasanya lucu kalo inget, dulu kita itu jarang berkomunikasi karena kita kuliah berjauh-jauhan, lagian kita sama-sama punya kehidupan masing-masing waktu itu.

Jarang berkomunikasi itu artinya memang benar-benar jarang. Bahkan kayaknya, kita berkomunikasi hanya via sms, telepon, facebook yang frekuensinya cuma occasionally. Kalo lebaran, atau tahun baru aja. Basi banget. Cuma nanya, "kapan pulang? Kangen." Tapi hari itu beda. Aku lagi down banget waktu itu, dan tiba-tiba hpku bergetar dengan tulisan "Olan Rangers is calling" di layarnya. "Tumben," pikirku. Selanjutnya, baca sendiri deh. Hahahaha. Judul post-nya aja I Felt Loved. Tapi kan waktu itu aku merasa dicintai oleh sahabatku sendiri. :D

Another God's joke.


Ney.
Read more »
4 com

Posting Kangen

O' well, seems like years since the last post, padahal belum juga sebulan kayaknya. Maaf jadi agak tersendat gini mo blogging di rumah, entah modem error, wifi routernya error, ip address yang clash, sampe karena telat bayar. But hey, the good side of it is i learned some IT problems. YEA!

Some updates of my life:
  • YES i'm in Jakarta right now. And don't know when to come back to Bandung.
  • We had first, second, third (and so on) fight, like the other normal couples. And it made us feel stronger (at least that's what i feel)
  • My sacred 'T' is still not going anywhere, thanks to speedy.
  • Tomorrow is a big day, cause i've got my first "teeth surgery".
  • My family still abnormal and absurd nowadays. Insane, to be exactly.
  • Rangers has come back.
  • And, i love him more than ever before.

Intinya di poin terakhir sebenernya. You know, it feels really great when you have a place to go, place to lay onto, place to rest and have a peaceful life together, share all your problems. Share your life.

Sebenernya, menurutku itu intinya, when you have an intimate relationship with someone. Kayak apa yang dibilang Nagita Slavina sama Afghan, "yang ku tahu cinta itu indah." Even, ketika berantem. Ah indahnya saat-saat berbaikan itu, jadi makin manja. Hihihihi.

Makanya sekarang aku merasa bersyukur sekarang, apalagi mengingat track record-ku yang kurang baik in a relationship, sekarang tuh nyamaaan banget. Kata orang, perempuan itu lebih baik baik dicintai daripada mencintai. And i feel so lucky could feel both of them, to love and to be loved.

Bahkan dulu pun aku udah bersyukur punya dia sebagai sahabat yang care, yang penyayang. Eh malah sekarang jadi pacar. Alhamdulillah. I've never felt greater than this.

Hei, kita udah mau 3 bulan, yihiiy! Semoga aku tambah dewasa, tambah sabar, dan kurang cueknya. Amiiinn.

Sebagai penutup, i show you this photo...

Aku inget banget, foto ini diambil waktu kita masih jadi sahabat (sekarang pun masih), aku bilang sama salah satu sahabatku yang lain, "Co, tolong fotoin kita dong!" Trus dia akhirnya ngefotoin kita berdua, dan kemudian bilang, "wah parah! Kayak pacaran aja lo berdua." FYI, waktu foto itu emang aku entah kenapa ngerasa sayang banget sama dia (yang ku pikir hanya sebatas kapasitas seorang sahabat), dan ternyata auranya terpancar. :)

So, here it is...




Ney.

P.s: i really miss you recently. But hey, i've never felt not-so-missing you either, so... Well, i think i just get used to it.
Read more »
6 com

Lucky I'm in Love With Him.

DULU
aku mati-matian mempertahankan yang jelas-jelas beda visi.
aku mati-matian mempertahankan yang jelas-jelas tempramen dan tukang bentak.
aku mati-matian mempertahankan yang jelas-jelas 'ringan tangan'.
aku mati-matian mempertahankan yang jelas-jelas bukan pria baik-baik.
aku mati-matian mempertahankan yang jelas-jelas cuma mau main-main.
aku mati-matian mempertahankan yang jelas-jelas cuma mau ngegantungin.

aku mati-matian mempertahankan yang jelas-jelas NGGAK JELAS.


hingga aku berpikir, am i not good enough to have the good one? am i that bad?



SEKARANG
nggak disangka-sangka aku malah dipertemukan sama yang satu visi.
nggak disangka-sangka aku malah dipertemukan sama yang super sabaaaarrr banget.
nggak disangka-sangka aku malah dipertemukan sama yang ringan tangan, alias yang nggak keberatan ku repotin.
nggak disangka-sangka aku malah dipertemukan sama pria baik-baik.
nggak disangka-sangka aku malah dipertemukan sama yang mau serius.
nggak disangka-sangka aku malah dipertemukan sama yang mau sama yang plin-plan dan lamban kayak aku gini.

nggak disangka-sangka aku malah dipertemukan (kembali) dengan dia yang selama ini selalu ada di sampingku, pria baik-baik yang ku kenal selama ini, dan dia sahabatku.


hingga aku berpikir am i that good? Alhamdulillah, ya Allah, ya Rabb, jika hamba masih diperbolehkan memohon satu hal saja, izinkanlah hamba bersamanya, ya Allah.. I'm begging You. :)




Ney.
Read more »
0 com

Love is Life

source: here

These days...
i'm so glad i've never got worried about love thingy,
neither those insecure feelings anymore.

i just realize one big picture of mine.
that love, would come to you in many ways.

FAMILIES,
BESTFRIENDS,
GOOD-FRIENDS,
even your EX-ENEMIES who even never come to your mind to be loved.

BUT the thing is...
Love will come to you in their very own way that even never we expected before.
so, don't you ever have to worry, ladies (and gents).

so i think...
if you love your life, then it will love you back.
so, love your life. no matter what.

Ney.




P.s: maaf ya, ngepost yang aneh-aneh. Niatnya sih mau blog-walking, tapi ternyata belom ada yang posting lagi. Ya udah deh akhirnya posting sendiri. ;P
Read more »
0 com

Friends, Lovers, or Nothing

Source: here

Berhubung abis beli cd barunya John Mayer yang Battle Studies, i'll give you my review. Bikin mikir juga nih album haha! Namanya juga belajar (sesuai dong ya sama judul album hehe). Nice!

Ada satu yang nempel, di track terakhirnya yg judulnya Friends, Lovers, or Nothing. Bait terakhirnya gini:

Friends, lovers or nothing.
We can really only ever be one.
Friends, lovers or nothing.
We'll never be an in-between, so give it up.
We'll never be an in-between, so give it up.

Anything other than yes is no.
Anything other than stay is go.
Anything less than "i love you" is lying.



Wew. So, what do you think?

Sorry, mister Mayer. You're still a genious to me, but the thing is...
I love my bestfriends! Haha.



Ney.
Read more »
0 com

How To Say Goodbye


To get up and go
To catch the last train
To get in some car
And drive out again
To (never) come back this way....
*of course you'll be back!*
And have to say....

Goodbye, so long, farewell, au revoir..


Ney.


p.s: i always feel secure around his arms, no matter what. Daah Olan, missed you already *sniff* :'(

p.s.s: Thx to Husni Jayadi, for the song.
Read more »
0 com

Quote by Me.


saat bertemu sahabat,
terlalu byk yg terfikir hingga tak ada satupun yg terucap,

tapi dia mendengarmu. :)

Ney.
Read more »
0 com

Kisah Klasik Untuk Masa Depan.

click the picture to have a bigger size



Bersenang-senanglah
Kar'na hari ini yang 'kan kita rindukan
Di hari nanti, sebuah kisah klasik untuk masa depan
Bersenang-senanglah
Kar'na waktu ini yang 'kan kita banggakan di hari tua

Ney.
Read more »
0 com

are you a massochist, or what?

Happy New Year 2010!

Sebenernya pengen ngucapin in a proper way, seperti nulis post pertama di tahun 2010 yang isinya resolusi-resolusi, harapan-harapan, dan blablabla, tapi banyak alasannya untuk tidak. Pertama, nggak ada ide yang sedikit 'original', kedua, ada hal lain yang lebih menarik untuk ku tulis daripada sekedar resolusi yang harusnya buat aku sendiri juga sih.

Tapi tenang aja, resolusi-resolusi 2010-ku ada di samping kiri. (Kayak ada yang mo ngeliat juga hahaha) Plus one, find a love that i need, instead of i want. ;p

Oke, cukup.


Jadi ceritanya gini, nggak tau gimana awalnya, terjadilah percakapan antara aku dan salah satu sahabat terbaikku di wall facebook.

RS (one of my bestfriends):
kalau "superman" udah tau dia bakal lemah dihadapan "kryptonite".. trus buat apa dia ngedeketin sesuatu yang udah tau pasti itu akan nyakitin dia?

then i answered...
hemm, it's probably the same question if you ask me,
why love if losing hurts so much?
or why walk if falling hurts so much?


there are 2 possible options of answer..
1. he is "no pain, no gain" kind of person, or

2. simply that stupid superman is a massochist

or, maybe... just maybe...

3. this 'super-man' both enjoy the pain, because he knows that there is always a rainbow after the rain.


i think i choose the last one. Which one is yours? Because, after all, i believe that there's someone out there, for me, and for everyone else. Just like Buble said in his new song, haven't met you yet.

wherever you are, whenever it's right. i just haven't met you yet. :)
(Michael Buble)


Ney.

p.s: this thing reminds me one of (alm) Meggy Z's song, "percuma saja berlayar, kalau kau takut gelombang". So damn true!
Read more »
0 com

you're my Kryptonite. (corny!)

Suatu hari, seorang sahabatku, sebut saja RS, menghampiriku di kamar kosku. Seperti biasa, ajang curhat pun dimulai, oiya just so you know he's a man. Sebelumnya, dia pernah mempengaruhi memberi nasehat padaku tentang cinta. Not really about love, i mean about my love life.

Waktu aku mengeluh padanya tentang bagaimana si oknum pria ini nggak 'maju-maju', si RS ini dengan spontan mengatakan, "ah nggak gentle banget sih tuh cowo, masa lo melulu yang maju. Udahlah Ney, minta kejelasan aja. Kalo nggak jelas, udahlah tinggalin aja."

And, actually, i got more and more confuse after heard all that he said.

But today is different. It's all about him.

NR: "Eh RS, masa kemarin aku curhat sama kak HK (not Hong Kong, but he's one of my senior in High School), trus dia ngasih pencerahan banget loh.
RS: "Oiyah? Emang bilang apa dia?"
NR: "Yaa dia nyoba ngasih sudut pandang cowok yang lebih positif, karena dia nebak aku pasti udah punya banyak sudut pandang negatif baik dari cewek atau cowok. Trus setelah aku ngasih tau 3 keluhanku (which i couldn't tell in here), dia punya 3 jawaban. Dia bilang, gue nggak nyamain diri gue sama si oknum itu ya, tapi gue merasa juga pernah ada dalam posisi dia somehow, Ney. Inget kata-kata lo sendiri Ney waktu gue curhat sama lo nggak tau kenapa gue rikuh banget kalo sama si cewek ini, jadi sekarang gue balikin lagi tuh kata-kata ke pemiliknya, 'Kryptonite itu hanya berlaku buat Superman, Ney.' Jadi kalo gue jadi pendiam banget waktu ada di deket cewek itu, atau jarang sms duluan, atau balesnya super lama, itu semata-mata karena gue emang nggak tau mau ngomong apa sama cewek itu. Gue butuh waktu lama untuk bisa ngetik sms sesuai dengan apa yang gue mau, apalagi kalo gue sibuk, gue makinan nggak bisa sms, karena cowok itu beda sama cewek Ney, kami nggak bisa mikir bercabang. Cowok tuh takut Ney dibilang basi, gombal, ditolak, klise. Dan asal lo tau Ney, gue yang biasa deket sama cewek (yaa dia termasuk playboy sih emang hahaha ampun ka!) aja bisa nggak berkutik Ney kalo deket si cewek itu. Yaah gue rasa lo butuh tau tentang ini Ney."
RS: "......"
NR: "Kenapa lo? Kok diem aja sih? Respon dong!"
RS: "Bentar, lagi nulis status."
NR: "Ih parah bgt lo bukannya dengerin!"
RS: "Denger guee.. Justru itu, ni lagi mo nulis status berdasarkan quote lo tadi. Kryptonite cuma berlaku buat Superman."
NR: "hahahahaha kenapa lo? ahahaha dalem ya?"

-- and the rest of the conversation is about him telling about his crush. Ckckckc

Dan aku pun menasehati dia,
"Makanyaaa, jangan suka ngatain orang lain nggak gentle. Sekarang lo juga ngerasain posisinya dia kan? Hahahahaha" (PUAS.com)

Trying so damn hard to understand boys thingy. Thanks a bunch to HK.

All hail HK! Hahahaha


Ney.
Read more »
0 com

Cerita dari Pulau Terpencil

Kalo ada yang baca blogku, di beberapa kesempatan aku ngaku banget jadi orang yang paling penakut. Bahkan untuk ngomong sama mas-mas McD (ataupun semua yang sifatnya pesan-antar) waktu mo mesen delivery via telfon. Takut gelap, takut sendirian, takut di tempat asing, takut macem-macem deh. Tapi beberapa hari yang lalu, i pushed my own limit.

Awalnya karena one of my best friends, Ricco Suhardian, yang emang berjiwa back-packer itu ngajakin back-packing bareng dia dan temen-temennya. Emang sempet sih waktu kemaren-kemaren diajakin juga, tapi nggak pernah sempet-sempet. Kalo nggak karena sibuk kuliah, jauh, nggak ada duit, atau nggak belum berani. Tapi tawaran yang kemarin akhirnya ku iya-in, karena deket, biayanya murah, dan pas lagi libur, dan yang paling penting perginya ke pantai, Karimun Jawa.

Bagi yang nggak tau, Karimun Jawa tuh kayak pulau Seribu, tapi berbatasannya langsung dari Jepara. Lumayan terpencil, kalo naik kapal nestapa ferry itu, butuh 6 jam dari Jepara menuju Karimun Jawa. Hemm, bayangin aja terombang-ambing in the middle of nowhere selama 6 jam. Ngobrol udah, foto-foto udah, berjemur udah, makan udah, tidur udah, main uno udah, gosipin Marshanda udah, gosipin orang-orang terdekat juga udah, trus ngapain lagi ya? Hemmm..

Jujur, this is my first time. Berada di tengah-tengah orang baru, berada di lingkungan yang sama sekali aku nggak tau, hanya dikelilingi fasilitas yang minim (jangan berharap ada AC, jacuzzi, yacht.. We're not koper-ing, anyway).

And i was freaking scared! Bayangin aja, aku dan 3 cewek lainnya (Puti, Iah, Ka Becka) nggak kebagian kamar, alhasil kita harus tidur di ruang TV (sementara cowok2 di ruang tamu, sebelah ruangan). Untung yang bagian ini udah pernah dilakukan waktu Sarasehan dan pelantikan Paskib. Trus kamar mandinya, masya Allah, pernah ada satu waktu, aku, Iah, dan ka Becka numpang mandi di rumah tetangga, karena nggak ada air, dan tebak apa? Tu kamar mandi nggak punya pintu! Tapi keadaan yang mendesak bikin kita sedikit lebih kreatif hahaha. Dan jangan mengharapkan ada ruang ganti, atau sekedar air untuk minum waktu kita menjelajah pulau. Beuh.

But, finally, i pushed my own limit. Aku mandi di kegelapan, aku berada di negeri terpencil, dan harus mengurus diriku sendiri dengan minimnya fasilitas. And thanks God, i made it. orang-orang yang kemaren ikut juga baik-baiiiiikk bangett, nggak ada yang sombong, kekeluargaan banget deh. Padahal range umur kita jauh loh. Heuheu jadi kangen mereka, kangen hiu, kangen kerajaan laut di pulau Cilik, kangen kongkow-kongkow di kantin bu Ester, kangen foto-fotoin orang pake Cancil-nya Iah, kangen PANTAINYA, kangen LUMBA-LUMBA hitam liar yang kita temui waktu perjalanan naik kapal, kangen semuanya!



Me with Cancil-nya Iah
photographed by: Ridwan Doank



Me and my best friend, Ricco
photographed by: Puti Fauzya



Me and Lil' Turtle
photographed by: Banar Yuwandaru



Me and The "Freakin" Gank in Tengah island
photographed by: Ricco Suhardian



Me and The Big Family
photographed by: Azis Abdulah


Makasi ya semuanyaaa..

Ney
Read more »
0 com

I felt loved..

Hari ini mo ngerjain kajis, tapi emang susah ya untuk memulai sesuatu. Hey, but i've promised to him. Iyalah, harus dilakukan sekarang juga. Emang nggak mau dapet nilai UTS apa? Huhu..

****

Semalem pertama kalinya ngerasain vertigo.

Ternyata enggak enak ya. The world kept spinning around my head. *sick*. Apa sih yang nyebabin pusing, migrain, dan vertigo? Sama nggak ya? Kata Olan (sahabatku -red) sih mungkin darah tinggi. What??! Duh, masa aku punya darah tinggi? Daratista aja deh biar kayak Inul, haha! Semoga aja bukan darah tinggi deh. Huhu.

****

Semalem, aku merinding. My bestfriends are for real. And Olan proved it.

Aneh. Kemaren tuh aku melakukan kedudulan lagi. I forgot to unsilent my cell, and it still in my bag till night come. And when it came, i saw 3 missedcalls on my GSM, 7 messages, 4 missedcalls on my CDMA. What a stupid me! Jadi marahlah si 'dia'.

Temen kosku ngetok kamarku, ngajak makan bebek di Ayayo. Kusanggupilah ajakannya itu. Akhirnya kita bertiga makan. Tapi emang ya, kalo lagi kepikiran sesuatu, aku nggak bisa menyembunyikannya. Akhirnya, kakak kosku bilang,

Kakak-Kos (KK): "Knapa Ney?"
Ney (N): "Hah? Nggak.."
KK: "Kepikiran ya?"
N: *Jleebb..* "Mmmm.." *Put a fake smile on her face*
KK: "Yauda di sms aja, tapi abis itu makan.."
N: "Iya ka"
KK: "Tapi harus ada yang diubah tuh dari lo.."
N: *nodded her head*

Dan bebeknya nggak kerasa.

****

Sampe kos, kepalaku pusing banget. Sms nggak dibales. Telfon nggak diangkat. Iya, wajar sih, aku salah.

Tiba-tiba esiaku bunyi. "Olan is calling.."
Olan? Ngapain dia tiba-tiba nelfon. So, i picked it up.

Olan (O): "Neeeyy.."
Ney (N): "Yaa Laan.."
O: "Lagi apa Ney?"
N: "Lagi pusing nih, muter banget kpalaku.. Kenapa ya Lan?"
O: "Darah tinggi kali Ney" *i told you before*
N: "Ha? Masa?"
O: "Mungkin, gatau juga sih.."
N: "Hmmm.." "Si R** lagi marah Lan.."
O: "Oiyah? Ko bisa? Emang lo ngapain Ney? Dasar.."
N: "Iyaa.. Aku lupa ngebunyiin handphoneku Lan, jadi dia marah karna sms nggak dibales.."
O: "Dasar lo." "Yauda nanti juga baik lagi, tapi lo jangan kyk gitu lagi Ney.."
N: "Iyaa.." "Btw kok tiba-tiba telfon Lan?"
O: "Gatau nih, tiba-tiba berasa inget lo. Eh ternyata bener, sahabatku yang satu ini lagi butuh kuping.."
N: *froze*. *mengeluarkan bunyi-bunyi aneh kayak gergaji, tanda bingung saking tiba-tiba merinding*. "Makasih ya Lan"
O: "Iya, sama-sama. Dah tidur aja lo. Biar nggak pusing."
N: "Iya.."
O: "Yaudah.. Udah ya, biar lo bisa tidur. Dadadadadadadada. Salamlekum.."
N: "Kum salam"

Krekk..

Missed my bestfriend already.

****

Untung malamnya membaik. Entah karena udah sempet tidur 1-2 jam, atau karna 'dia' udah maafin aku. Entahlah. I felt loved that night, by my bestfriend and him.
Read more »
0 com

High School Madness

Nyebelin! Udah nulis panjang-panjang, tiba-tiba keapus. Mana draft-nya udah keburu ke apus juga. Dammit! *menghela nafas panjang* Soo, here we go again.. (Mungkin nggak se-panjang yang ku tulis tadi, abis males banget ngulang lagi..)

***

Ternyata oh ternyata, setelah diutak-atik ke sana kemari, sekaligus dapet bantuan dari si dia, yang juga ikut mengutak-utik blog, ternyata emang nggak bisa dimunculin si kolom komen di blog
ku yang ribet tersayang ini, heuu. Tapi, berhubung aku udah terlanjur cinta sama si layout yang ini, dan tidak menemukan cinta yang template-template lain yang ku browsing di internet seharian ini, akhirnya kuputuskan untuk tetap menggunakan template yang ini.

Trus masalah si kolom komen (masih berharap ada keajaiban yang bisa memunculkan si kolom komen di blogku sih) itu, aku memutuskan untuk menggunakan si kolom chat box sebagai penggantinya (itu juga kalo ada yang mo ngasih komen, hehe). Jadi tulis di sa
na aja ya bo'.

Oia, trus hari ini kutambahin playlist imeem juga di blogku. Itu juga setelah bersusah payah nyari-nyari lagunya dulu, haha. Tapi maaf dulu sebelumnya, kalo ternyata lagunya justru bikin tambah ngantuk (selain tulisannya), karena bagi sebagian orang (yang ku kenal), mereka justru menghina selera musikku karena bikin mereka ngantuk. Emang aku suka musik jadul, tapi juga suka musik jaman sekarang kok. Panik,haha! Coba aja play aja playlist-nya, dan buktikan sendiri. Haha.

And yes, I love Frank Sinatra. Sayangnya, lagu-lagu Frank Sinatra di imeem banyak banget tapi jarang yang familiar di kupingku. Jadi, malah banyak lagunya Frank Sinatra yang udah di cover version
sama orang lain, yang rekamannya lebih bagus. Dengerin aja deh.

***

Eniwei, kemarin aku abis blog-walking, dan
menemukan beberapa blog orang yang berasal dari SMA yang sama denganku, SMAN 78, Jakarta Barat. Hmm, jadi bernostalgia gitu deh. Jadi inget banyak hal. Mulai dari yang sedih-sedih, gila-gila, sampe yang seneng-seneng. Jadi inget juga kata orang-orang yang bilang kalo masa-masa SMA itu adalah masa yang paling indah. Bener nggak sih?

Hmm, jawabanku iya. 'Indah' bukan berarti indah kayak gambar pemandangannya anak SD yang ada gambar dua gunung, dengan jalan di tengahnya, sunset di antaranya, dengan sawah dan rumah di sebelah kanan dan kiri jalan. Tak lupa awan dan burung di atas gunung. Bukan, b
ukan itu. Aku menyebutnya indah, bukan pula karena jalanku yang lurus-lurus aja tanpa halangan. Karena jalanku waktu itu jauh dari mulus, malah penuh dengan batu dan kerikil.

Tapi serius deh, aku sempet stres banget waktu itu. Apalagi waktu baru masuk dulu, aku ditempatkan di kelas yang 'katanya' unggulan. Dan sekelas dengan murid-murid 'unggulan' itu feels like hell. Mungkin karena sama-sama dulunya (waktu SMP) juara, jadi jiwa kompetisinya kental banget (dan kadang nggak sehat), belom lagi egois dan individualistisnya yang kenceng banget, dan juga jangan lupakan sekelas itu isinya 'mantan' juara di SMP dan ingin mengulang kesuksesannya di SMA (baca: A-M-B-I-S-I-U-S).

Waaw, padahal aku cuma kebetulan aja punya nilai bagus waktu SMP. Kebetulan aku masih rajin, kebetulan aku fokus
banget, kebetulan aku ngerti sama pelajarannya, which I don't have them in high school. Dan belum ada beberapa bulan, aku sudah merasa nggak cocok di sana, dan sekaligus jadi stres berat. Sampe-sampe suatu hari di sela-sela doaku waktu sholat, aku inget banget sempet 'curhat' dan bertanya pada-Nya apa aku salah berdoa? Karena waktu aku SMP, aku sering banget berdoa pengen masuk SMA 78 (yaa, se-spesifik itu doaku..) dan menurutku, kalo mungkin aku terlalu memaksa-Nya supaya mengabulkan doaku, walaupun itu bukan yang terbaik untukku. What a stupid thought!

Tapi, untunglah pada akhirnya aku menemukan orang-orang yang bisa aku terima dan menerimaku apa adanya, tanpa aku harus berpura-pura menjadi orang lain. Mereka bisa menerima segala keanehan, ke-autis-an ku, dan paket lengkap kebodohan campur kecerobohan ditambah sifatku yang luar biasa pelupa itu. Haha! Dan mereka adalah sahabat-sahabatku dan keluarga keduaku (baca: Paskibra 78).

Mungkin sebagian orang akan tertawa melecehkan, karena tulisanku barusan. Apa sih? Sekte-pemuja-tiang gitu dibilang keluarga kedua. You'll never know what I've got there, kalo nggak pernah merasakannya sendiri. Dan, menurutku sayang banget bagi mereka yang menganut 'ilmu itu bisa didapat dari mana saja', tapi justru menyepelekan ekskul kesayanganku yang satu itu. Jadi jangan heran, kalo ada kerabatku atau kolegaku yang ku kenal ada yang masuk 78 akan langsung kutawarkan masuk ekskul Paskibra. Karena mereka lah, aku siap mendewasakan diriku sendiri. Yeaa right, kata-kata 'siap' itu yang selalu mereka dengungkan dulu. Dan memang benar, I'm ready to face the world. Haha! Berlebihan.

Orang-orang di atas itulah yang kemudian bikin masa-masa SMA-ku nggak se-seram, nggak se-kejam, dan nggak se-parah sebelumnya. Dari yang tadinya childish and brainless, jadi childish with brain *haha!*. Maksudnya, emang nggak langsung berubah banget juga, karena semuanya butuh proses. But, at least sekarang udah bisa 'mikir'.


And, I'm really happy to know that.. ternyata doaku nggak pernah salah, dan aku tak pernah menyesali apapun sekalipun.. ^___^

Jadi inget salah satu quote favoritku, dari film Evan Almighty:
If someone prays for patience, you think God gives them patience? Or does he give them the opportunity to be patient? If he prayed for courage, does God give him courage, or does he give him opportunities to be courageous? If someone prayed for the family to be closer, do you think God zaps them with warm fuzzy feelings, or does he give them opportunities to love each other?
And here they are, beberapa teman-temanku, and my best friends I mention before, in high school: (Foto keluarga besar Paskibranya nyusul deh,hehe.. Udah capek nih gara-gara mesti ngulang lagi tadi..)


miss you guys! heuu..

Today's Soundtrack: Esok kan Masih Ada - Firman (track no.24 di playlist-ku..)


Wish you all have a high-school-madness like me,

Ney.
Read more »
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...