Showing posts with label thought. Show all posts
Showing posts with label thought. Show all posts
0 com

Hate is easy, love that needs courage.

Ya ampun, aku lupa kapan terakhir nulis blog ini.
Lupa posting terakhir apa.
Well, sebenarnya tinggal liat aja sih ya, but I decide not to, at least after I finish this post.


Aku udah lupa, apa aja yang harus di catch-up. Okay, I'll go with bullets.

1. Career.
This particular subject always make me excited. Belum, aku belum kemana-mana. Masih di kantor yang sama dengan posisi yang sama. Pulang juga masih nggak jelas, gaji juga nggak kemana-mana :p . Tapiii... Pengalaman dong yang nggak sama.

Ketemu dengan banyak orang baik dan luar biasa ini anugerah banget buatku. Suportif, ngemong, nggak pelit ilmu dengan kredibilitas yang udah nggak perlu diragukan lagi. Sempurna banget juga enggak, kadang ada yang ngeselin juga. :P But hey, semua pekerjaan juga begitu bukan. Senengnya adalah aku udah nemu ritme kerjanya. And with these experiences, I see this whole new world in a very different way. Seriously.


2. Social.
Hahahaaa... Ini nih. Berhubung kerjaan saya yang nggak 9 to 5, tapi 9 to 'kelar', agak susah ya 'mengejar' kehidupan sosial. Yaaa, gaulnya nggak jauh-jauh sama orang kantor (dududu...). Tapi sempet juga kok beberapa temen-temen lama. Bahkan sempet juga liburan bareng temen-temen SMA, ketemuan dengan beberapa temen kuliah, SMP. Walaupun banyak nggak bisanya, not bad laaah...

3. Personal
Pertanyaan pertama: Status? (pede banget! haha) I'm single, dan belum mau mengubahnya dalam waktu dekat. Bukan, bukan karena belum move on atau belum laku whatsoever (bhahaha, ngakak sendiri). It's because I prefer that way, being single.

See, there's a lot of things that you can't see when you're not single. Contoh, my inner peace. Waktu nggak single, aku nggak pernah sempat (atau nggak pernah mau) berkontemplasi sama diri sendiri. And turned out I've lost myself. Butuh waktu cukup lama untuk mengenal diri sendiri (lagi). Dan ketika aku udah mulai mengenal diri sendiri, aku jadi nyaman sendiri. That's it.

But that doesn't mean I live with no problem. You know my thing with my ex/bestfriend. Here's the thing... You can't judge things as black and white. Dan hasil dari kontemplasi dengan diri sendiri ini turned out, I kinda miss him. Not miss I-want-him-back kind of thing, but miss missing. Despite all of what had happened to us, he was my bestfriend after all. And because I knew him jauh jauh sebelum semuanya terjadi, I can't just as easy as hate him. But after all, I definitely can't undo that, right. *sigh* Well...

_______

Anyhoo, malem ini sahur terakhir. Walaupun lagi nggak sahur, kayaknya aku mau ikutan. Oh ya, satu hal yang entah aku dapat dari si inner peace *mau muntah, silakan...* ini adalah I learned how to forgive and let go. Let go ini yang susah. Kalo orang tua biasa nyebutnya ikhlas kali ya. Dan ternyata beban-beban itu bakal terangkat sendirinya ketika bisa ada dalam fase 'let go' ini.

Eits, ini bukan masalah percintaan aja. This is me paying attention more to the whole big picture than being annoyed by the details. Get it?

Nah, berhubung momennya lagi pas... I do realize I live with all mistakes and flaws, jadi jauh dari lubuk hati yang paling dalam... Aku minta maaf ya... Have a white, pure, and beautiful Ied. Allah bless us all.




The weak can never forgive. Forgiveness is the attribute of the strong. -Gandhi


P.s: Walaupun kata-kata copas dari si mbah, but they reflect me the most. Jadi, minta maafnya beneran loh, sumpah...


With love and tons of kisses,

Neysa


_________

Update:
Ternyata posting terakhir tentang security SMA yang udah meninggal. He was my bestfriend. :'(
Read more »
0 com

Tu Me Manques

When "I miss you" simply doesn't mean "I want you back".

Enough said.
Read more »
0 com

Just a Feeling

I know you're not gonna read this blog, you even don't know it exists. So here I am, telling the truth. Cause I know the fact that you wouldn't read.

Not sure in the very first time what we are to be exactly. You know why...
But it's not what came first to my mind when I made my decision.

It's because my 'Sister Code':

"You can't trust your men for not seeing another women. But we take care, respect each other, and remember that karma does exist."

***

So, that's why I'm so upset that night. I know I can't be with you at the same time that I don't wanna leave this bubble.

So here I am, outside my bubble, gasping for the air. And you cannot see me through it, because I don't want you change your mind. Because she's really a perfect mate for you. Not me.

I watched you cry
Bathed in sunlight
By the bathroom door
You said you wished you did not love me anymore

You left your flowers in the backseat of my car
The things we said and did have left permanent scars
Obsessed depressed at the same time
I can't even walk in a straight line
I've been lying in the dark no sunshine
No sunshine
No sunshine

She cries
This is more than goodbye
When I look into your eyes
You're not even there
It's just a feeling
Just a feeling
Just a feeling that I have
Just a feeling
Just a feeling that I have, oh yeah

Cause I can't believe that it's over


Just like what we listened those old times. So you know that it's hard to leave you too. Yeah, I'll miss you too, I'll miss your family too, and if I said it that day, what's the point? Just make it harder for both of us. But everything right is always hard, right?

Be happy, be blessed, and do not be scared to catch whatever your dreams. Cause I'll catch mine too.


Neysa.
Read more »
0 com

Heaven-Seeker

I was looking for heaven recently

I thought heaven's when I found my old things
I thought heaven's when I found friendship
I thought heaven's when I found 'man' I used to think 'the one'

I was walking and running everywhere.

But I was wrong.

Because old things would brake
Friendship would end
And this man turned out let down of me


Surprisingly, I found it in me.

So I don't have to go to Cappadocia
or Istanbul
or Iceland
or anywhere else exotic in the whole world

All I have to do is being peace with myself.




Neycito
Read more »
2 com

Cerita dari Flores

Haihoo, akhirnyaa setelah 8 hari terputus dengan dunia luar --sebenernya nggak segitunya juga sih, tapi berhubung provider BB-ku XL dan di Flores ternyata sama sekali nggak ada sinyal XL jadi no pang ping selama 8 hari deh yay! And now i'm back to the J-town! So, what have I missed?

Anyway, entah kenapa trip kemarin terasa lebih spiritual. Maksudku bukan spiritual yang religius yah, tapi lebih ke 'mengenal diri sendiri'.

God always be kind to me. Somehow, Dia tau kalo aku akhir-akhir ini nggak punya waktu untuk berkontemplasi dengan diri sendiri (cailah!). Tapi serius deh, secara nggak sadar, selama 7 bulan kerja, aku nggak pernah sempat memikirkan diri sendiri. Selalu keluarga, kantor, teman, tabungan *eh*. Begitu seterusnya...

Tapi trip kali ini beda. Beda sama sebelumnya, waktu ke Tapanuli. Entah kenapa, yang kali ini lebih santai, tapi lebih dalem aja gitu. Mungkin karena di Flores I got the chance to socialize with locals, which I didn't have in Tapanuli.

Dan aku belajar satu hal. There's so much more beyond the eyes could see.

Jadi proverb "don't judge a book by its cover" itu BENER BANGET. Trus bukannya sebelumnya aku nge-judge juga sih, tapi kebiasaanku, dulu aku masih punya apa yaa... semacam 'generalisasi' buat orang-orang yang aku kelompokin ke label-label tertentu. Contoh kayak aku yang 'anak bungsu' sering banget dikelompokin ke label 'anak manja', 'anak kecil', dst. Kalo ada yang nanya "Ney, kamu anak ke berapa sih?" dan setelah dapet jawaban anak terakhir, mereka langsung, "pantes..."

Cover itu apa yaa... cuma topeng terluar aja, yang mau ditunjukin ke orang. If you want to know me more, come to me, let's get closer then. Padahal selama ini aku juga begitu, tapi aku nggak sadar selama ini BANYAK juga yang sama kayak gitu juga. :P

******

Contohnya si teman yang satu ini. *semoga dia nggak baca, ya... :P *

Waaw, dia itu sasaran empuk deh kalo orang mau lihat dia dari cover-nya. Dan dia juga bukan orang yang protes kalo kita misjudgement. Aku pun sama. Pertama kali ngeliat dia, seram luar biasah! Secara physically, ga usah dilanjutin hahah... :)) *dia pasti ngakak abis kalo baca*

Tapi ternyata... Baik banget. Secara di sana aku cewek sendiri, dan kalo dia mau cuek-cuek aja kayak yang lain, selagi aku ngurus ini-itu with locals 'which-turns-out-I'm-too-naive-to-deal-with-them' sendirian, pun bisa. Secara bukan job desk dia. Tapi ternyata justru dia yang nemenin. Dia yang maju kalo orangnya seram-seram, mulai dari aku dicolekin tukang minta-minta, sampe nawar harga sama penjual bertampang seram. Haha, thank you mas!

Ternyata, banyak cerita di balik semua 'sketsa' yang terukir di badannya itu. Ternyata ternyata ternyata. Banyak ternyata. Padahal sebelum berangkat, aku udah dinasehatin banyak orang karena aku cewek satu-satunya di dalam tim, dan ada dia. :))

Aku belajar banyak dari dia. Nggak semua orang harus tau cerita kita. Dan no big deal kalo orang salah menilai kita atau punya prejudice sama kita. Dan jangan takut kehilangan teman. Karena selama kita jadi orang baik, mau cover kita kayak apa juga, sahabat dan keluarga lah yang lebih tau kita. Yang paling penting, kita nyaman dengan diri kita sendiri, peduli amat dengan kata orang. :)

Pantes ya, biar serem gitu, anak-anak, anjing, random people sampe host-nya Jejak Petualang pada nempeeeel semua. :P


Kalo bukan orang iseng dan agak gila kayak dia,
nggak akan bisa bikin 1 gereja pose imyut kayak gini. :))



The over-tanned girl,

Neycito.


P.s: Foto-foto lain menyusul di post berikutnya ya. Psssst, deep down, suka ngiri nggak sih cowok baik-baik model begini pasti udah punya pacar yang rruaarrr biasah. Qiqiqiqiqq. Peace ah!
Read more »
0 com

Look Closer

God never really leave me alone.
Dua kata basi yang selalu diucapkan orang-orang, tapi nggak ada yang pernah benar-benar bisa memaknai dua hal tersebut, apalagi prakteknya. Bersyukur dan ikhlas. Termasuk aku. Apalagi di fase baru di kehidupanku. Ngeluuuh aja bawaannya. Apalagi kalo ngeliat rumput tetangga, kok kayaknya ijo bener ya. Ya gitulah, apa aja dikeluhin. Yang sebenernya bisa untuk nggak dikeluhin, juga pasti dikeluhin. Dari jamnya, kegiatannya, orang-orangnya, susah dikit ngeluh, capek dikit ngeluh, things go wrong ngeluh. Ditambah dengan orang-orang di sekeliling yang berpikiran hal yang sama.

Tapi coba deh lihat lagi. Really? How dare me to complain for things I've ever really wanted to! Ya, aku memang pernah sangat-sangat menginginkannya. Dan ketika Allah benar-benar memberinya, memberi kesempatan untuk benar-benar belajar, apa lantas pantas kalo aku menyerah sebelum benar-benar berusaha mencintainya?

So I looked closer, and found that it's not that bad. Nggak seburuk itu, kok. Di antara jam-jam tersebut, memang ada jam-jam paling sibuk-mau-mati, tapi juga BANYAK idle time-nya. Banyak waktu istirahatnya. Dan aku banyak belajar. Untuk hal-hal yang dari dulu memang membuatku penasaran. Dan orang-orangnya. Di antara orang-orang nggak enak itu, I'm surrounded by angels. Bless me.

Sampai aku berada pada satu titik kesimpulan. God never ever really let myself feel lonely. No matter how hard it'd be, God never leave me by myself. God sent me those beautiful people to help me. Alhamdulillah. Nggak ada yang benar-benar pasti dengan masa depan. Mengapa begitu fokus dengan masa depan, dan jadi lupa kalo masa depan itu dimulai dari hari ini.

So why complain? Menambah kualitas keikhlasan untuk hal-hal kecil yang lupa kita syukuri juga nggak ada salahnya. :)


Think again,



NEY.
Read more »
2 com

Miracles Do Happen Everyday

Ucapan Terima Kasih

Kepada Allah SWT, atas semua hal yang telah Engkau hadiahkan untukku: jalan terbaik, orang-orang terbaik, dan segala kemudahan. Terima kasih Engkau masih berkenan mendengarkan doa hamba. I couldn't ask for more.

Untuk kedua orang tua, (nama orang tua), atas semua support-nya, mulai dari finansial, moril, spiritual, bahkan 'kartu pers'-nya. Terima kasih juga atas pertanyaan-pertanyaannya yang akhirnya membuat saya 'gerah' juga. I may not the best kid in the world for you, guys, but you're absolutely the greatest parents ever.

Untuk (nama pembimbing), pembimbing terbaik yang bisa didapat seorang mahasiswa. Terima kasih.

Dan yang terakhir, untuk Olan Maulana, Yes you, my not-so-stranger lover. Thank you for the critiques, loves, and beliefs. Even when I don't believe in myself. Thank you for existing.


Tadi nggak sengaja ketemu skripsi sendiri, dan ngebaca (lagi) ucapan terima kasihnya. Haa, telat banget ya baru posting ini sekarang.

Jadi inget waktu bikin ucapan terima kasih ini bener-bener dadakan banget, karena udah terlanjur ke tempat fotokopi, dan tentu saja mepet dengan deadline (yea right, I'm Ms. Deadliner), dan nggak sempet untuk bolak-balik lagi cuma buat mikirin ucapan terima kasih. Untungnya saya bawa laptop. Alhasil bikin langsung jadi aja deh. :D

Haa, teringat pula masa-masa bikin skripsi. Yang. Benar. Benar. Nggak. Mudah.

Mulai dari gonta-ganti judul -- nggak cuma 1, atau 2, tapi 3 kali -- gara-gara narasumbernya kejauhan kek, nggak mau diwawancara kek, sampe ada yang NGGAK PUNYA DATA. Oh Indonesiaku tercinta.

That was the lowest point of my life.
Dan yang pasti sih melawan diri sendiri itu yang susah, apalagi setelah ganti judul. Kok yaa down-nya susah ilangnya. Bayangkan aja, selama 3 kali ganti judul, berapa bulan down-nya kalau ditotal.

Kalau ditanya gimana akhirnya kok bisa bangkit lagi, sebenarnya prosesnya agak aneh. Saya itu memang tipe orang yang senang 'menyiksa' diri sendiri. Dikala orang-orang harus disemangati supaya bisa bangkit, saya butuh dimaki-maki. And thanks God, my boyfriend did that.

Nggak maki-maki juga sih sebenarnya, tapi lumayan pedas juga. Dan komentar itu selalu datang di saat-saat tak terduga, misal:

"Duh, capek nih yang,"
"Kamu kan nggak ngapa-ngapain, kok bisa capek? Kerjain sana skripsinya!"
"......"

Atau

"Kamu udah ngerjain skripsi belum?"
"Belum. Abis aku nggak ngerti."
"Gimana mau ngerti, orang nggak pernah dikerjain."
"....."

Kejam memang. Tapi benar. I hate that, especially when he's right. X(


Tapi komentar-komentar itu yang bikin aku merasa tercambuk, selain fakta bahwa orang tua yang akan pensiun, dan yang lainnya juga. Belum lagi si pembimbing yang nggak membantu banget karena doyan banget ngejatuhin mental orang. Plus, tidak banyak menolong di saat sidang. Contoh:

"Tuh Ney, kayak si A dong. Udah beres, tinggal revisi kecil-kecilan" Padahal si A ada di sebelah saya. Dan tebak aja, mukanya udah sombong berat, cyiin...
"Ah, kamu ke mana aja? Giliran mepet-mepet baru muncul."
"Let's see. Nggak janji ya bisa lulus Februari."
"Mending kamu bayar buat semester depan, udah nggak mungkin ini mah."

Atau pas sidang waktu dibantai dosen lain,
"Bukannya bagian ini udah kita bahas ya? Kok nggak diganti?" Padahal demi Allah, dia nggak bilang apa-apa waku bimbingan. Malah dia bilang bagus.

Atau pas saya nge-joke biar nggak nervous saat sebelum mulai sidang, tiba-tiba dia bilang, "Kayaknya nggak lucu ya, kita mulai aja." Padahal dosen-dosen lain senyum-senyum.

Kalau sekarang dipikir-pikir, kok bisa ya saya nggak emosi? Kok bisa betah ya? Padahal saya itu emosiaaaaaann banget orangnya.

Tapi, saya juga nggak lupa juga waktu dia bilang gini saat bimbingan terakhir,
"Wah padahal saya pikir kamu nggak akan selesai, ternyata selesai juga."

Atau di depan orang lain, saya dijadikan contoh karena skripsi saya bisa beres dalam waktu 6 minggu. Six hell weeks, hell yeah.

Atau pada saat tanda tangan terakhir, saya sempat bertanya pada dia, dimana si A. Mengapa saya tidak melihatnya pada saat sidang. Dan dia menjawab,
"Oh si A nggak bisa sidang, karena nilai TOEFL-nya nggak memenuhi."

See? Miracles happen every single day. All you have to do is work your ass off and just believe. Anjingnya banyak banget soalnya. Nggak usah didengerin. Dan itulah mengapa di salah satu poin terima kasih saya ada beliau.

My favourite quote:
Don't say "God, I have a big problem", but "Problem, I have a bigger God" instead.


Read more »
2 com

Ter-lam-bat

Seorang teman perjalanan saya beberapa waktu yang lalu, sekarang telah melanglang buana (bukan nama universitas) kemana-mana. You named it-lah, dia udah pernah. Oke, nggak segitunya sih, yah tapi banyaklah. Nggak nyangka aja, ternyata orang yang waktu traveling pertama kali-nya bareng saya itu sekarang udah jadi pengelana. Canggih deh. She had such a commitment to do so, than I do. Padahal saya yang ngakunya traveler. Maklum, belum punya duit sendiri, buu...

Lain lagi dengan senior seperjuangan saya di kampus. Di kampus dulu, dia tipe yang nyari aman. Yaah semacam, "I choose this class just because it's easy to have an A." Instead pushing yourself. At least, that's what I thought. Karena ngeliat argumen-argumen beliau yang biasa saja. Bukan, bukan dibandingkan saya (tentu saja), tapi dibandingkan dengan teman-teman saya yang saya anggap jenius. Siapa yang tau ternyata beliau sekarang melanjutkan studinya di bidang perempuan. Padahal saya yang lebih dulu ngaku feminis, dan sedikit banyak mengenalkan kepada beliau mengenai -isme yang satu ini.

Berbeda lagi dengan salah seorang sahabat saya. Sahabat dudul saya yang satu ini, (oke pasti dia ngamuk dibilang dudul haha) dari dulu nggak bisa berenang. Boro-boro di laut, di bak mandi aja tenggelam. Teriaknya duluan yang kedengeran. :P But look he's now, swimming gracely in the middle of nowhere like a sea-ballerina. (Balerina cowok apa ya namanya?) Oke berlebihan. Padahal saya udah bisa berenang sejak kelas 5 SD, dan bahkan sempat mengajari dia untuk pertama kali. Tapi sampai sekarang saya belum berani tuh melepaskan dari pelampung sambil menyelam ke lautan biru tua tak berdasar itu, hiii...

-----
Makanya saya suka heran kalo ada orang-orang yang merasa 'terlambat belajar'. Kenapa terlambat? Memang kapan waktu yang tepat? Sewaktu saya dulu pertama kali belajar electone, ada kakek-kakek (belum terlalu tua sih sebenarnya, namun mungkin tampak begitu tua karena saya masih begitu muda) yang belajar bareng kita. Who cares?! It's your dream, it's your passion or whatever-that-is. Kalau salah seorang teman saya dulu pernah bilang dia minder karena merasa 'tua' sendiri, itu nggak penting. Belum tentu yang lebih dulu belajar, yang lebih dulu bisa. Lihat aja saya.

Ada quote tentang punya cita-cita begini (persisnya saya lupa),

When you're 8, it's adoring. When you're 18 it's inspiring. When you're 28 it's embarassing.

Anjingnya memang akan terus menggonggong.
Ah. Diberangus aja apa.

Read more »
2 com

Driving Tips

pic's source

What calms me down while I'm driving:
  1. Humming.
  2. Look up to the sky.
  3. Think happy thoughts!
  4. Don't look back.
Always work for me.

Read more »
0 com

Judulnya Curhat

I sometimes wonder why there are some people broke up with their boy/girlfriend because his/her partner couldn't understand their busy activity. And after experienced it myself, I do understand of their loneliness. You know, when they drown by their tons of works, all meetings, and so, sometimes they tend to forget about you. They forget to call you, or even text you all day. Because I felt that too, haha.

But here's what I think.

Kenapa kita nggak berkaca dulu? Mungkin kasus orang berbeda-beda ya. Kalo saya, jelas karena saya belum punya kerjaan, sedangkan dia sibuk luar biasa. Jadi, sebelum saya berubah menjadi orang yang sangat sangat annoying dan bikin dia berpikir saya nggak bisa mengerti kesibukannya -- padahal sebenarnya hanya karena saya merasa 'gelisah-karena-mendadak-handphone-saya-bisu', saya cenderung lebih menekan perasaan di diri saya sendiri. Dan hal ini susah luar biasa, mengingat pikiran-pikiran saya yang cenderung drama queen. Gosh.

Jadi solusinya adalah...

Saya berkaca. Dia begini bukan karena kemauannya sendiri. Semuanya tuntutan. Toh saya ikut bahagia kan waktu dia diterima kerja?! Ingat semua kebaikan-kebaikannya dia, tapi jangan diingat-ingat terus, apalagi ketika dia dan saya masih sama-sama mahasiswa. Ah itu sih masa-masa terindah, :P tapi udah nggak akan mungkin terulang lagi. Biarkan itu semua menjadi kenangan (cailah!). Kemudian, tekankan pada diri sendiri bahwa hal ini nggak akan berlangsung selamanya. At least, sampai saya juga sama sibuknya dengan dia. Saat kapasitas otak nggak 100% punya doi lagi. :D

Read more »
0 com

Random Thought

It really hurts to know that the person who we do respect the most and should be the one who really knows us very well, turns out to be the one who sees us in the most shallow way.


Or, am I really that shallow?


Read more »
0 com

Invisible


I might look happy, but did you ever really see me?
I might sound funny, but did you ever really hear me?
I might laugh whenever you made a joke about me, but did you ever know what I feel?
Did you ever notice I have feelings too?
I might look amazed everytime you compared me with someone else, but did you ever notice that I'm hurt?
I might look nothing-happened everytime you didn't see my achievements, but did you ever know that I feel disappointed?
I might look grumpy and whiner to you, but did you ever look the good sides of me as everytime you look at him? No matter how much flaws he had?

I maybe don't have any sad stories like you do
I'm maybe not a survivor just like you are
I'm maybe not talented as you are
I maybe cannot do-everything just like you
I maybe forever cannot achieve your expectations

Those maybe are the reasons why you couldn't see me
I'm sorry for being nothing.



pic's from here
Read more »
0 com

It's The Damn Climb

There's always gonna be another mountain
I'm always gonna wanna make it move
Always gonna be a uphill battle
Sometimes I'm gonna have to lose
Ain't about how fast I get there
Ain't about what's waiting on the other side
It's the climb

Keep on moving, keep climbing
Keep the faith, baby
It's all about, it's all about the climb
Keep the faith, keep your faith

-The Climb, Miley Cyrus-


Siapa bilang skripsi selesai itu enak?
Biar masih ababil, tapi jenius juga liriknya.

Bukan cepat atau lambatnya, bukan juga hasilnya.
Tapi emang perjuangan itu nggak bakal ada abisnya.
Huffh.

Read more »
6 com

Me Recently

Really, I wanna post something cute, funny, and positive.
But my heart really is sooo gloomy recently.

The fact that it is D-13 from my boyfriend's job training that-I-don't-know-where-but-definitely-outside-Jakarta thingy.
The fact that my graduation is the last time I can see him before his job training.
The fact I'm soooo freaking dumb to realize my CV's gender was male. CV that I've sent to many many media in UI's job fair. Stupid-oo!
The fact that I haven't got calls from any medias, maybe because of my stupid stupid mistake.
The fact that yesterday had me proven that I couldn't catch something beautiful in frame.
The fact that I'm losing my sense of humor maybe because of my gloomy feeling.
The fact that I don't have something to do, and it's not actually-I-have-it-but-I-postpone-it.


Makes me more gloomy.
Thanks.

Read more »
0 com

Random

Saya benci orang yang secara sadar menggunakan atribut-atribut tertentu, dan langsung menganggap dirinya lebih baik dari orang lain.

Penggemar musik metal nggak mesti gondrong dan tatoan kan?


Read more »
0 com

Boleh Dibaca :)

Kata-kata Diki kepada Putra:
"... lo bikin sebutan 'adik' itu supaya dia dan lo bisa lebih akrab dari orang pacaran sekalipun! Dan, keadaannya malah lebih baik dari harapan lo sebelumnya. Ronny dan Santi malah lebih baik dari harapan lo sebelumnya. Ronny dan Santi malah akhirnya putus karena lo, kan? Akhirnya, lo lah orang yang tertawa paling akhir, ya kan? Sekarang, nggak ada lagi penghalang antara lo dan Santi."

(Mahir Pradana - Here, After: 64)


Ada yang senasib?
Well, saya rasa quote ini 'ngena' banget ke saya dan mungkin banyak orang.

Isu ini emang sensitif banget. Dan jujur, pada awalnya saya pun ngerasa nggak penting banget ngangkat isu ini. Tapi ternyata hal-hal semacam ini bisa bahaya juga. Dan, setelah baca novel ini (yang pengarangnya pun kebetulan cowok), saya jadi ngerti deh sedikit-sedikit tentang persepsi laki-laki. Termasuk ketakutan-ketakutan mereka.

Kasus-kasus macam ini yang saya dengar, sering banget menimpa cewek, entah kenapa ya. Mungkin karena cewek banyak yang terlalu pake hati kali ya, nggak ngerti deh. Atau mungkin ego laki-laki yang terlalu besar juga, nggak tau juga deh. Tapi bukannya cowok nggak bisa kena juga. Dan di sini saya nggak bermaksud nge-judge orang-orang yang setipe di atas jelek semua, mungkin ada yang bener-bener beneran, mungkin ada juga yang sejelek-jeleknya seperti kasus di atas. Wallahu'alam.

Intinya adalah, saya sih berusaha naif aja. Yang pertama, nggak bermaksud membatasi pergaulan sih, tapi ketika saya berpikir saya menghormati pasangan saya, ini adalah salah satu caranya. (Kecuali kalo dia emang bener-bener nggak pandang bulu, itu sih nggak worth it banget.) Yang kedua, saya pikir saya nggak perlu-perlu banget juga sih untuk cerita ke 'Putra-Putra' yang lain ini. Toh teman wanita saya banyak, dan masih ada mama dan papa saya juga yang bahkan jauh lebih berpengalaman. :P

Nggak mesti musuhan juga sih, tapi juga jangan terlalu deket juga. Menjaga silaturahmi aja kan nggak harus intim juga kan? Lagian kalo emang mereka bukan 'Putra-Putra' yang lain, pasti ngerti, maklum, dan berusaha memahami situasinya deh.

Yeaa, I get it now.
You know what, if your guy acts like this, then you should be happy. Sebenarnya dia cuma takut kehilangan kita. :)



P.s: Jujur, pacar saya sih nggak pernah bilang terang-terangan, tapi yaah saya tau diri aja deh. Saya kan juga nggak mau kehilangan dia, apalagi cuma karena hal-hal yang menurut saya 'sepele' kayak gini. :)
Read more »
0 com

Love Phases

According to "My Status in 2010" on Facebook, I had some kind of love phases that you all may ever had too. Please noted that those phases are made by me, I'm so sorry if I made some amateur mistakes. :D

Moment phase - when there's a moment that just 'click' you with him/her with no reason, I don't know if it 'click's you or 're-click's you. In my case, it 're-click'-ed me. You felt a great happiness in this moment, even those butterflies came out suddenly. It felt like dream, and you're floating. Euphoria.
Feb 13:
- thanks to angkot Margahayu-Ledeng, our knight bus for today. (Ricco Suhardian, Olan Maulana)
- what a colorful weekend i have here with Olan Maulana and Ricco Suhardian. Wish it lasts forever. :)
Feb 14:
Instead of one, I have my valentine's day with two men, Ricco Suhardian and Olan Maulana. ROFL!

Post-Moment phase - when you felt sad, or realized there's something missing or felt strange somewhere inside part of your body. This time, your brain and you heart didn't sync, and even had a war. The colossal one. You felt like you supposed not to feel like this in this time, and it's sooo normal if you felt stupid for being unable to control your own body.
Feb 15:
my guitar is unemployed again. *sniff*
Feb 17:
Got no feel, I got no rhythm. I just keep losing my beat. I'm ok, I'm alright. Ain't gonna face no defeat. I just gotta get out of this prison cell. Someday, I'm gonna be free, Lord! (Somebody to Love - Queen)
Feb 21:
How come the only way to know how high you get me, is to see how far I fall? -John Mayer
Feb 25:
"Two things are infinite: The universe and human stupidity, and I'm not sure about the universe." - Albert Einstein



Galau phase - when your heart finally won the 'Post-Moment phase' war, and it affected your brain, a lot. And you couldn't say it directly, but you couldn't hold it inside anymore. Finally, you need to release those feelings. Some people found a way by writing it down on some social-network sites, or blogging/tumblring, with no mention or whatsoever, hoping that he/she'll read and notice it. In this phase, you don't care whether people would call you weird. You started to listen love songs, or love poets, love movies, or even search love quotes in google. (okay, the last part was me.)

Many people don't survive in this crisis-phase, and it's not your fault. It's your crush's fault, acute-idiocy, being chicken, being polite, or he/she just asked you to play, or even he/she's just simply a d*bag. If you want to play too? Go ahead. If you don't want to? Step back, immediately. In this part, it really recommended to share it with your trusted-sane-bestfriend.

Mar 02:
"Our heart sing less than we wanted. Our heart sing 'cause we do not know... The wonder that I made. I am here to stay. Stay." (A. Seyfried - Little House)
Mar 05:
i miss you more than words can say, i need a miracle now.. (i love westlife)
Mar 08:
la..la..la..la..la..la..la.. loving you, you know it's true, and la..la..la..la..la..la..la.. loving you, loving you.. (love it)
Mar 09:
"A friend should be a master at guessing and keeping still." - Friedrich Nietzsche
Mar 13:
had a great saturday night with Rashinta Stah Narulita K and Olan Maulana. Whatever happened in "Saudagar-Sea-Food", stayed in "saudagar-sea-food" yaa! Nila laut, si lumba-lumba, dan gara-gara nila setitik dibalas dengan air tuba. ;P (love) you, really I do.
Mar 18:
within you I lost myself. without you I find myself, wanting to be lost again. -anonymous-
Mar 19:
ingin menjadi wanita *sigh*


Confession phase - If you could survive until this phase, just be grateful. The crisis had passed, because he/she has read it and noticed it was him/her you always talk about. You feel like heaven on earth and a major relieved. Now you could say aaaalll the things that you've been hiding for so long. Congratulations!
Mar 21:
bismillahirrohmanirrohim. :)
Mar 24:
kangen yg ambrut. :')
Mar 29:
You could say my friend that is the end, or a new tale has begun.. (we are one-westlife)
Apr 03:
just have finished my very first soto banjar, mmm.. (love) (love)
Apr 11:
nempeeell... (nempeell? Aduaduaduaduaduu..) (love) (love)
Apr 20:
"aku mo ngomong serius nih sama kamu." "....mmm ya?" "seriusseriusseriusserius." "zzzz"
Apr 27:
"There's a truth in your eyes saying you'll never leave me. You say it best, when you saying nothing at all." (R. Keating)
Apr 29:
Provoost-Strip Biru


Read more »
0 com

Another Random Dream

Weird in a good way.
So, last night I have a weird dream yet so real and very nice indeed. It included this guy...


Right. Jake Gyllenhaal.
He looked exactly like this expression, complete with his beard, his costumes and stuff in this movie, and his muscles, but no hood.

If you ask why, I don't know why.
Well, maybe because I watched Narnia before. So instead of Caspian, I dreamt about his bigger-and-mature-more twin, Jake Gyllenhaal. And you all know how I feel about those kind of guys (with beard and mustache thingy), sooo manly! :D

Okay, I'll give you a bonus (actually I'm bonus-ing myself, hahaha)

rawr!

Jadi ini dia kenapa aku kalo nyapu nggak pernah bisa benar-benar bersih. :D





P.s: Pics are from google and imdb
P.p.s: Pacar jangan cemburu yaa, kan kamu juga punya dua-duanya.. :D
Read more »
0 com

Manusiawi

Manusia rendahan yang tidak ingin direndahkan.


Read more »
0 com

Rise from The Ashes


A lonely creature that couldn't reproduce, and it was one of its kind, as there could only be one kind at a given time. When it became old it died in the middle of flames and then it revived from its ashes. And it's Phoenix, symbol of immortality and resurrection.

Somehow, i adore it.
It rises from its ashes.
Always wish that I could be like it, and
Nothing's gonna take my flames down.
Like this poem i found:

My yesterdays were burned
by Amy Sondova

Yet in the death’s ash, embers of hope remain
New dreams given birth in despair
Covered with ash, I mourn what was
To remember what will be no more
Then like the Phoenix I’ll rise
With renewed passion glowing red, yellow, orange
Ash will give way to flame
Like the Phoenix I’ll soar again

But...

Could I?
Seems like giving up is the easiest way..

A friend of mine ever told me:
"A little-baby never gave up to learn how to walk, even he/she always fell down thousands times, and got hurt. But, guess what? Instead of giving up, he/she never stopped, and it's work! He/she able to have a little step, even run in the next 1-2 years! That's the power of faith."

Faith?
Why all problems always ended in this-'faith'-thing?




P.s: I repost it from my facebook's notes. Pic's from google.
Read more »
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...