Showing posts with label kids. Show all posts
Showing posts with label kids. Show all posts
0 com

Blogku Dibajak Makhluk Berpipi Gembil

Photographed by: @AlfianRusli

Namaku Ibrahim, tapi biasa dipanggil Himhim. Keponakannya tante Neysa, tapi aku lupa umurku berapa. Entah dari mana asalnya, tapi mukaku Korea banget. Mungkin karena Ummi-ku ngidam K-Pop waktu pas hamil aku kali ya.

Jangan gampang gemes sama aku ya, soalnya pipiku gampang merah. Nanti kalo udah merah, malah makin gemes lagi. Huhuu...

Photographed by: @AlfianRusli

Ini aku lagi pake pecinya si om Kiki. Tanteku iseng banget ya, kan aku belum tau ini benda apa. Akunya sih main aja, nggak tau lagi difoto-foto. Itu bibirku asli, nggak pake lipstick. Jangan tambah gemes ya.

Ini ada foto satu lagi buat temen-temen tanteku yang lagi baca.

Photographed by: @neycit

Dadaah...


Himhim
*lagi ngebajak blog*
Read more »
0 com

Kid Inside

Ankara, 2009.

We move on, we move out, we move away from our families and form our own. But the basic insecurities, the basic fears and all those old wounds just grow up with us. We get bigger, we get taller, we get older. But, for the most part, we're still a bunch of kids, running around the playground, trying desperately to fit in.
-Meredith Grey-

Read more »
0 com

Funny, eh? How life could be so easy that day.

Source: here

Seseorang pernah berdiskusi denganku, tentang cinta.


First time i have a crush is when i was in kindergarten with my class mate. (believe me!)
Mungkin memang bukan cinta, but at that time, even it felt so good.

Everything was just so easy.

Funny, eh? How life could be so easy that day.

Tapi sekarang nggak bisa.

Banyak yang harus dilihat... dan dicermati.
Banyak 'kotak-kotak' yang harus dipenuhi.
Banyak etika yang harus diikuti.
Banyak perasaan yang tak bisa dinikmati begitu saja.

So i asked why?

Dan dia menjawabnya dengan santai, "because we're all adult."

Adult. Mature.

It's a huge term for me. Am i?
Dari usia sih, iya. banget. (tuntutan masyarakat)

Banyak kewajiban.
Banyak pertanggungjawaban.
Banyak tuntutan.
Banyak aturan.

And we'd never be the same again.

So we think.
Think again.
Re-think again.
Re-re-think again.
...


is he the one?
is it love?
is it me that you're looking for?


Funny, eh? How life could be so easy that day.



Ney.
Read more »
0 com

miff you, dear.


dia bilang, dia paling suka Real Madrid.

dia bilang, dia paling suka jadi kiper di tim sepak bola sekolahnya.

dia masih ngemut jempol waktu tidur
(and he'll get angry if he knew i told you this, haha)

he's my cousin. i called him dek Palis, like he said his name was when he was younger.

you won't know how 'strong' he is, until you 'know', or 'feel' him.
and being strong is never easy.

the most independent and 'grown-up' kiddo i've ever met,
but never leave his childish side, and that's why i love you, dek.

i've learned so much from you, dek.

udah nyampe Solo dek? Baik-baik ya, aku tau kamu pasti nggak nakal di sana,
jadi aku nggak akan bilang "Jangan nakal ya."

Missed every inch of you already.


Ney


p.s: You can see my mom in the first picture, wore purple outfit, dalam gaya 'nggak-sengaja-kefoto' qiqiqiqqiq

p.s.s: Foto ini diambil di bandara sesaat sebelum doi dan si mamanya take-off.
Read more »
0 com

Behind The Frame

Foto ini udah luamaaaaaaaa banget ku cari, nggak nyangka sekarang bisa nemu. Foto ini memenangkan "Pulitzer Prize". Foto ini yang membawa fotografernya, Kevin Carter, menjadi juara pertama pada event bergengsi tersebut.

Behind the frame:
Anak ini ditemukan oleh fotografer tersebut di Sudan, pada kasus krisis pangan Sudan, dalam kondisi sekarat. Bisa dilihat di belakangnya adalah burung pemakan bangkai bersiap-siap menunggu "makan malamnya".

Instead of helping him, si fotografer justru asyik dengan kameranya. Setelah puas mengambil foto dari angle yang pas, dia bersiap-siap merapikan kameranya untuk pulang. Dan ketika dia lengah, ternyata anak tersebut meninggal, dan burung di belakangnya tersebut mendapatkan makan malamnya.

Merasa dihantui oleh perasaan bersalahnya karena sebenarnya dia masih sempat menolong anak tersebut dengan memberikannya makan bukan malah mengeksposnya lewat foto, dua bulan setelah memenangkan penghargaan tersebut, fotografer tersebut ditemukan bunuh diri akibat depresi.


Ney.

Read more »
0 com

BABIES (Part 2)

Berhubung lagi autis, aku mencari-cari beberapa gambar yang dijamin menggemaskan.. heuheu..
Here it is.. That's why i love kids!







Read more »
0 com

Say Hi to Nina

Barusan aku lagi liat-liat video Nina (anak kecil di Jepang, bapaknya bule, ibunya Jepang). Videonya sendiri di rekam sama bapaknya. Ada banyakkk banget videonya, bapaknya bener-bener sayang sama dia. So far, dari beberapa videonya yang udah aku liat, aku paling suka dua video ini..










Video 1: Bagian favoritku tentu saja waktu dia bilang i love you Papa.. Aku sedih banget waktu dia bilang gitu, nggak tau kenapa. Maybe because i never told him the same way like she did. Di komen videonya, bapaknya bilang sampe sekarang pun dia masih melting kalo nonton videonya sendiri yang ini, padahal dia udah nonton jutaan kali. Aku kangen papa.

Video 2: Bagian favoritku waktu Nina bilang gini, "when i try, i just fall down". Padahal sebenernya sepele, tapi nggak tau kayaknya dalem aja liatnya, gimana Nina rasanya udah nggak bisa (berkali-kali dia ngomong nggak bisa) tapi dia nyoba terus karena disemangatin sama orang tuanya, dia nggak pernah nyerah. What an inspiration.

dua-duanya bikin aku nangis. Jadi homesick berat! huhu.
Tapi, ngeliat anak kecil emang obat manjur untuk melupakan masalah deh, top!


Ney.
Read more »
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...