Showing posts with label prejudice. Show all posts
Showing posts with label prejudice. Show all posts
2 com

Cerita dari Flores

Haihoo, akhirnyaa setelah 8 hari terputus dengan dunia luar --sebenernya nggak segitunya juga sih, tapi berhubung provider BB-ku XL dan di Flores ternyata sama sekali nggak ada sinyal XL jadi no pang ping selama 8 hari deh yay! And now i'm back to the J-town! So, what have I missed?

Anyway, entah kenapa trip kemarin terasa lebih spiritual. Maksudku bukan spiritual yang religius yah, tapi lebih ke 'mengenal diri sendiri'.

God always be kind to me. Somehow, Dia tau kalo aku akhir-akhir ini nggak punya waktu untuk berkontemplasi dengan diri sendiri (cailah!). Tapi serius deh, secara nggak sadar, selama 7 bulan kerja, aku nggak pernah sempat memikirkan diri sendiri. Selalu keluarga, kantor, teman, tabungan *eh*. Begitu seterusnya...

Tapi trip kali ini beda. Beda sama sebelumnya, waktu ke Tapanuli. Entah kenapa, yang kali ini lebih santai, tapi lebih dalem aja gitu. Mungkin karena di Flores I got the chance to socialize with locals, which I didn't have in Tapanuli.

Dan aku belajar satu hal. There's so much more beyond the eyes could see.

Jadi proverb "don't judge a book by its cover" itu BENER BANGET. Trus bukannya sebelumnya aku nge-judge juga sih, tapi kebiasaanku, dulu aku masih punya apa yaa... semacam 'generalisasi' buat orang-orang yang aku kelompokin ke label-label tertentu. Contoh kayak aku yang 'anak bungsu' sering banget dikelompokin ke label 'anak manja', 'anak kecil', dst. Kalo ada yang nanya "Ney, kamu anak ke berapa sih?" dan setelah dapet jawaban anak terakhir, mereka langsung, "pantes..."

Cover itu apa yaa... cuma topeng terluar aja, yang mau ditunjukin ke orang. If you want to know me more, come to me, let's get closer then. Padahal selama ini aku juga begitu, tapi aku nggak sadar selama ini BANYAK juga yang sama kayak gitu juga. :P

******

Contohnya si teman yang satu ini. *semoga dia nggak baca, ya... :P *

Waaw, dia itu sasaran empuk deh kalo orang mau lihat dia dari cover-nya. Dan dia juga bukan orang yang protes kalo kita misjudgement. Aku pun sama. Pertama kali ngeliat dia, seram luar biasah! Secara physically, ga usah dilanjutin hahah... :)) *dia pasti ngakak abis kalo baca*

Tapi ternyata... Baik banget. Secara di sana aku cewek sendiri, dan kalo dia mau cuek-cuek aja kayak yang lain, selagi aku ngurus ini-itu with locals 'which-turns-out-I'm-too-naive-to-deal-with-them' sendirian, pun bisa. Secara bukan job desk dia. Tapi ternyata justru dia yang nemenin. Dia yang maju kalo orangnya seram-seram, mulai dari aku dicolekin tukang minta-minta, sampe nawar harga sama penjual bertampang seram. Haha, thank you mas!

Ternyata, banyak cerita di balik semua 'sketsa' yang terukir di badannya itu. Ternyata ternyata ternyata. Banyak ternyata. Padahal sebelum berangkat, aku udah dinasehatin banyak orang karena aku cewek satu-satunya di dalam tim, dan ada dia. :))

Aku belajar banyak dari dia. Nggak semua orang harus tau cerita kita. Dan no big deal kalo orang salah menilai kita atau punya prejudice sama kita. Dan jangan takut kehilangan teman. Karena selama kita jadi orang baik, mau cover kita kayak apa juga, sahabat dan keluarga lah yang lebih tau kita. Yang paling penting, kita nyaman dengan diri kita sendiri, peduli amat dengan kata orang. :)

Pantes ya, biar serem gitu, anak-anak, anjing, random people sampe host-nya Jejak Petualang pada nempeeeel semua. :P


Kalo bukan orang iseng dan agak gila kayak dia,
nggak akan bisa bikin 1 gereja pose imyut kayak gini. :))



The over-tanned girl,

Neycito.


P.s: Foto-foto lain menyusul di post berikutnya ya. Psssst, deep down, suka ngiri nggak sih cowok baik-baik model begini pasti udah punya pacar yang rruaarrr biasah. Qiqiqiqiqq. Peace ah!
Read more »
4 com

Prejudice


REPOST dari milis Paskibra:

coba deh iseng baca di bawah ini...

Question 1:
Jika kamu mengetahui seorang wanita hamil, yang sdh memiliki 8 org anak, 3 diantaranya tuli, 2 diantaranya buta, 1 org keterbelakangan mental, dan wanita tsb terkena sipilis, apakah anda akan merekomendasikan ia untuk melakukan aborsi?

Bacalah pertanyaan selanjutnya dahulu sebelum melihat jawaban untuk pertanyaan ini..

Question 2:
Sekarang waktunya untuk pemilihan pemimpin dunia baru, dan hanya suara anda yang akan dihitung. Berikut ini adalah fakta dari ke tiga kandidat terpilih..

Candidate A -
Bekerja sama dengan politisi yg tidak jujur, dan konsultasi dengan astrologis. Ia memiliki 2 istri. Ia juga merokok dan minum 8 - 10 martini per hari.

Candidate B -
Ia dikeluarkan dr kantor 2x, tidur sampai siang, pemakai opium waktu waktu sekolah dan minum seperempat whiskey tiap malam.

Candidate C -
Ia adalah pahlawan perang, vegetarian, tidak merokok, minum bir kadang-kadang, dan tidak pernah selingkuh.

Kandidat mana yang akan kamu pilih?

Buat keputusan, jangan mengintip, then scroll down for the
answer.











Candidate A: is Franklin D. Roosevelt.
Candidate B: is Winston Churchill.
Candidate C: is Adolph Hitler.


And, by the way, jwaban untuk pertanyaan aborsi:
Jika jawabanmu IYA, km baru saja membunuh Beethoven.


Cukup menarik bukan? Membuat orang berpikir sebelum menilai seseorang....

atau dalam kondisi saat ini : Membuat orang berpikir sebelum menilai suatu situasi.


prejudice oh prejudice,
Ney
Read more »
0 com

My Real Gentleman

Mau nanya sesuatu deh. Apa sih yang bikin cowok jadi benar-benar 'cowok'?
  1. All those muscles?
  2. Mustaches?
  3. All hairy body?
Jawabannya tentu aja nggak. Banyak yang gay, padahal mereka punya ketiganya loh.

I really appreciate a guy who could appreciate women.
Tau nggak kenapa?
Karena berarti dia sadar, tanpa wanita, all those heroes, presidents, and philosophers never exist.

Bukannya membela kaum perempuan doang, tapi kadang masih suka geram aja ngeliat para pria (dan wanita) yang masih suka mengeneralisasi perempuan. Janganlah. Hari gini.

Contoh:
Baru aja aku nemu suatu grup tentang pembenci politikus wanita. I'm not a big fan of her, not at all. Tapi, dalam satu kesempatan ada orang-orang yang masih membawa gender-issue ke dalamnya. Kayak kata-kata, "Pemimpin itu harusnya laki-laki". Beuh. Tau nggak, it affected me the same like you talk like this:
  • Pemimpin itu harusnya ras X
  • Pemimpin itu harusnya beragama Y
  • bla..bla..bla..
Coba sekarang bilang sama aku apa bedanya? Kenapa mesti dibeda-bedakan, kalo udah jelas kita berbeda? Nggak usah bikin stereotype lah.

STOP!

Nggak usah bawa gender, bangsa ini udah terpuruk dengan pelanggaran HAM yang bejibun banyaknya (dan nggak jelas) itu. Kita nggak pernah tau siapa yang membawa bangsa ini maju ke depan. Dan pengennya sih, jangan ada yang milih gara-gara faktor, yang menurutku, dangkal. Karena satu 'kampung', satu 'agama', satu 'ras', atau bahkan satu 'gender'. What the hell.

Please lah.
Kita sama-sama manusia. Cuma beda bentuk fisik, suara, atau hormon. Appreciate berarti menghargai. Maksudnya bukan seperti barang pecah-belah (dihati-hati banget, fragile!), tapi hargailah karena kita sama-sama makhluk ciptaan Yang Maha Esa. Perasaan dan basical-needs kita pada dasarnya sama kok.

Jadi menurutku, cowok itu jadi bener-bener 'cowok' kalau dia bisa menghargai perempuan sama seperti dia menghargai dirinya sendiri. Nggak cuma perempuan yang boleh nangis, nggak cuma perempuan yang mau dimanja, dan nggak cuma perempuan yang boleh ngerawat badan. Aku sih suka cowok yang wangi (yaa walaupun yang keringetan kadang juga keren, hehe!). That's gentleman (in my version).

Ney


p.s: ada yang bisa rekomendasiin nggak beli sepatu converse-white/pink kayak si Uut hari gini dimana? Soalnya dimana-mana udah nggak ada, dan aku sedih banget.. :'( Please banget ya temen-temen, kasih tau kalo ada yang ngeliat.
Read more »
0 com

Malah Ngomong Politik

Baru kemarin ngeliat pengumuman tentang SP (Semester Perbaikan) di mading kampus, ada kabar baik dan kabar buruk. Kabar buruknya, aku nggak bisa ngulang 2 nilai D ku yang kembar identik itu di SP. Tapi, kabar baiknya, aku bisa ngambil ke atas, dan EPP-lah yang ku ambil ke atas. Statistik-ku yang dapet C, perbaikan juga nggak ya? Males banget ih, mana mahal lagi, dan belum tentu bisa lebih bagus juga (secara itung-itunganku ancur banget). Ntar deh dipikirin lagi.

Anyhow, lagi mengobrak-abrik foto di laptop, dan kemudian aku mendapat foto ini..
Elfa's Euphoria


Kok aku merasa bagus ya? *haha narsis. Tapi iya nggak sih? Menggambarkan gegap-gempita panggung. Tapi sih, aku paling suka warna-warnanya (ini sih udah ku edit jadi agak jadul warnanya, makin lucu warnanya). Foto ini diambil waktu Java Jazz Festival 2009, hari pertama tanggal 6 Maret 2009. Last show that night. Jadi inget lagu yang mereka bawain, jadi pengen nyari. Lagunya Elfa banget deh pokoknya. Hihi.

Pengen karaoke deh, pengen nyushitei, pengen beli jeans baru, beli ini beli itu, pengen nyalon (lagi) juga. Tapi tunggu deh, aku jadi inget, seseorang di ujung telfon sana pernah menghitung-hitung biaya hidupku setahun. Lupa awalnya gara-gara apa, kenapa tiba-tiba dia menghitung itu juga lupa, yang jelas dia jauh lebih pintar menghitung dibanding aku, hihih. Jadi dia menghitung-hitung sana-sini, termasuk uang kuliah, uang kos, uang bulanan, dan lain sebagainya, dan hasilnya kok jadi banyak ya? Ya iya sih setahun, tapi aku jadi mikir, wauw mama-papaku super juga ya. Padahal masih ada kakakku, which is kita sama-sama swasta. And they never complain gitu. Heuu, homesick lagi deh. Hihih

Oiya, bentar lagi PEMILU.
Tanggal 9 April 2009 ya kalo nggak salah? And this is my first. Sayang, nggak ada satupun calon (baik presiden, maupun calon legislatif, apalagi partai) yang bikin aku tergugah untuk 'menyontreng'. Udah makin nggak jelas lagi prosesnya. Whatsoever! Apatis? Maybe. Liat aja calonnya (apalagi presiden), hallo! Udah pada lupakah sejarah Indonesia? Kenapa orang-orang yang kena kasus pelanggaran HAM justru bisa mencalonkan diri? Bahkan oknum-oknum tersebut udah nggak bisa ke luar negeri lagi (kalo nggak mau langsung diadili sama pengadilan internasional). Apalagi yang satu itu. Udah jelas banget! Jangan malu-maluin lah, milih orang-orang kayak gitu sama aja nulis di jidat, "Ini loh kita buta politik! Dan masih bisa termakan janji-janji bodoh itu." Bukan nggak percaya (tapi emang nggak percaya lagi gimana dong?), coba aja lihat si oknum-oknum itu? Mereka penyakitan! Tau penyakitnya apa? Post-power syndrome. Dan lihat mereka sekarang? Haus.

I love my nation. That's why, aku nggak mau menjebloskan lebih dalam lagi, kalo menjebloskan itu adalah dengan memilih orang-orang seperti itu. Terserah orang lain gimana, bahkan orang-orang terdekatku (masih) ada yang bilang, "Pilih si itu aja, kalo kita pilih dia nanti bla..bla..bla.." yang intinya menguntungkan dia (dan aku juga katanya). Ya Allah! Apa semua orang udah berubah jadi monster-realis kayak gitu? Hope i won't. Idealist? Nggak juga, kadang aku juga realis, but i still have some norms, principes, and values.

Kok malah jadi ngomong politik? Nggak akan ada habisnya. Udah ah makin ngaco.


Ney.

p.s: Turkey, wait for me!
Read more »
0 com

So Far And Still So Close

Kita nggak akan pernah tau apa yang akan menunggu di depan kita. Di satu sisi, aku benci banget keadaan ini karena aku nggak pernah bisa merencanakan apapun (karena rencana hanyalah rencana, and God will do the rest), tapi di sisi lain, i kinda like it karena hanya bisa terkejut dan tertawa bahwa ternyata God has sense of humour.

Apa sih ini, aku juga nggak tau mau nulis apa.
Terlalu banyak yang mo keluar di otak, malah bingung mana yang mo dikeluarin duluan. Alhasil, malah diare. Heuu.. Yeaaa, agak memalukan penyakitku kali ini. Masuk angin + maag + diare = Paket komplit. Dan, hasilnya, aku malah duduk di sini and do nothing except writing.

He's completely new 'old' face. Maksudnya, muka baru di lingkungan lama. Lucu kalo diinget-inget bagaimana dunia berputar di sekeliling kita selama ini, and we never really 'see' each other.

Bagaimana dunia mempermainkan kita dalam 'satu boks' dan memberi sekat tipis di antara kita jadi kita sama-sama nggak saling melihat satu sama lain, padahal SD-SMP kita tetanggaan, dia kenal beberapa teman-teman SD-SMP ku (beberapa bahkan tetangga-an 'tinggal-ngesot' sama dia), dia sangat tau seluk-beluk SMA ku (karena kakak, dan kedua adiknya juga sekolah di tempat yang sama denganku, bahkan sahabatnya juga), dan nggak cuma itu, dia juga punya ex di tempat kuliahku (okay, let's face it). Dan yaa, kita jadi salah satu 'korban' universe's jokes.

Mungkin, bagi yang kenal aku dengan baik, pasti kaget. Gara-gara aku kok secara mendadak dan mengejutkan tiba-tiba bisa suka sama 'cowok'. Wait, i'm not lesbian. I'm fully straight. And I do like boys. Tapi, kalo udah berurusan sama 'hati', nggak tau kenapa, aku bisa jadi takut setengah mati. Kalo udah takut begini, boro-boro melanjutkan hubungan, yang ada aku malah kabur. Beberapa orang bilang aku suka mempermainkan perasaan orang.

Tapi bukan. Aku justru mempermainkan perasaanku sendiri. Dan aku juga benci itu.

Ekstrimnya, bahkan salah satu senior paskibraku dengan berlebihannya menanggapi keputusanku kali ini untuk getting closer with this-new-guy dengan kata-kata, "Wahh hebat juga si R**, pake pelet apa dia kok bisa bikin kamu tiba-tiba berani sama cowok?" Sialan.

Aku juga nggak tau kenapa bisa begini.
Kenapa bisa jadi seperti sekarang. Kenapa bisa 'sedalem' ini dalam tempo yang 'sesingkat' ini. And guess what, semuanya tuh awalnya pake feeling. Semuanya. Heboh. Dan justru aku jadi takut kenapa aku nggak takut. Bagi yang bertanya-tanya gimana awal ketemunya, I can't explain. Pasti banyak prejudice, dan aku nggak mau kalo itu menyangkut dia. Kalo aku doang sih nggak apa-apa. Udah biasa.

Let me explain how I feel.

Kadang aku sedih banget kalo dia lagi marahin aku, tapi sekaligus seneng dan takut. Senengnya karena ada yang perhatian, sedihnya karena aku bikin dia marah, takutnya karena omongan dia yang marah jadi omongan terakhir yang paling ku ingat tentang dia. (Karena kita jauh, kadang aku takut ada apa-apa. Dan ketika terjadi apa-apa, aku nggak mau banget ingatan terakhirku tentang dia adalah pada saat dia marah sama aku)

Kalo ngeliat bulan di atas sana.
Aku jadi suka mikir yang aneh-aneh, tapi takut disuruh keramas, jadi aku nggak pernah ngomong ini ke dia. Biar kita jauh, anehnya, bulan di langit yang kita lihat tuh bentuknya sama, cahayanya sama, gedenya sama. Hal ini bikin aku merinding sekaligus mikir, how close we are.

Aku nggak pernah nuntut apa-apa dari dia. He's far from perfection, and neither do I. Dan aku justru sangat suka ketidak-sempurnaannya itu. Padahal pengalamanku yang dulu-dulu, aku selalu melihat kekurangan orang-orang yang mendekatiku. Dan hal itu yang bikin aku jadi nggak pernah dewasa. Padahal kalo dipikir-pikir, dia yang terjauh, tapi beneran nggak pernah ada kata-kata 'seharusnya..'

Dan aku gampang ilfil. Dilarang dikit, ilfil. Dimarahin dikit, nggak terima. Di-agresif-in dikit, ngibrit. Digombalin dikit, jijay (dan ngibrit juga kemudian). Macem-macemlah. And he did it all. Dan aku nggak ilfil. Beneran pake pelet nih, hihi..

Dan dia bener-bener jahat. Karena udah bikin aku addicted. He's my real heroine. Haha, keramas!

Oia, keramas itu kata-kata yang kita pake kalo konteksnya gombal. Gombal lalu kita plesetan jadi gimbal. Makanya biar nggak gimbal, keramas dulu.. Hehe.

Aku nggak tau kenapa jadi ngomongin ini. Nggak tau juga tujuan nulis ini untuk apa. Jadi lebih baik diakhiri sebelum makin gimbal kayak penyanyi reggae. Haha!

Today's Soundtrack: So Close - Alan Menken (ost. Enchanted)

Fave Part:

So close to reaching
That famous happy and
Almost believing
This one's not pretend
Now you're beside me
And look how far we've come
So far
We are
So close...

Oh, how could I face the faceless days
If I should lose you now?

... So close, and still
So far (harusnya dibalik nih. So far and still so close.. lohh..lohh.. haha)



Chao,

Ney
Read more »
6 com

I Hate Kolot-ism

Sebenarnya post kali ini agak nggak penting. Lagian sekarang udah jam 02.30 aja dan aku belom bisa tidur, at all. So I decided to post some stories on my blog.

Enak banget ngeliat ka Ely (one of my 'kakak-kosku' .red) tidur dengan nyenyak sekali di tempat tidurku. Lucu aja ngeliatnya, padahal sebelum dia 'tidur-dengan-nyenyak' ini, dia sempet bilang ke aku, "Ney, aku tidur di kamarmu yaa.. Nggak bisa tidur nih ka Ely.." and look she's now, sleeping with an 'angel-face' on my pillow. Kesian juga sih dia, disibukkan dengan thesis kedokteran plus flunya yang lagi akut-akutnya. Sampe-sampe suaranya jadi 'serak-serak-becek'. Hehehe.. Tapi yaa gitu, jadi nggak bisa nelpon seseorang, haha. Tapi kamu juga nggak ngabarin, aku kan jadi bingung. *lohh jadi curhat colongan gini.. haha*

Udah ah ngomongin orangnya. Ka Ely gerak-gerak, jangan-jangan berasa dia lagi diomongin,hihi.. Ampuuun kaa,hehe..

Eniwey..
Waktu hari apa itu, aku lupa, aku nonton film di XXI-Ciwalk bersama Retha, Sella, Wulan, dan Mariska (walopun di tengah-tengah film Mariska memutuskan menyerah pada sakit perut akut-nya itu .red). Kita nonton Perempuan Berkalung Sorban arahan Hanung Bramantyo.

Hmmm, awalnya aku agak males pas diajak nonton film ini. Secara film Indonesia juga kan. Tapi aku dapet pelajaran hari itu, "Never Prejudicing!". Gilaa! Hanung emang top abis. I love this movie so much. Apalagi isunya 'aku-dan-Retha-banget' yaitu feminisme. Bercerita tentang seorang perempuan yang ingin maju tapi terhambat oleh sistem kolot-isme yang menganggap Pria adalah makhluk superior dan Wanita adalah makhluk kualitas ke-2 or whatever that is called. God, kejadian seperti itu memang nyata adanya. And that facts make me really sad!

Parahnya lagi, background perempuan si tokoh utama adalah anak kyai Islam pesohor pemilik pesantren di daerah Jawa Timur. Yap, masalah agama emang sensitif di sini. Dan terus terang, aku sedih sekaligus geram karena mengetahui bahwa para pihak yang beranggapan bahwa perempuan hanya memiliki ruang lingkup domestik (dapur, ranjang, dan anak .red), dan menggunakan dalil 'agama' sebagai pembenarannya, memang benar-benar ada dan masih ada sampai sekarang. Dammit!

Padahal nggak ada tuh satu ayat pun di Al-Quran yang melarang manusia untuk maju dan berkembang. Nggak ada. Dan orang-orang jahanam itu dengan keji memotong ayat-ayat yang mereka inginkan menjadi dalil pembenarannya. Padahal Al-Quran nggak bisa dipotong-potong.

Sedih aja ngeliatnya.

Aku dulu juga pernah begitu. Secara papaku asal Yogyakarta-Padang, mamaku asal Solo-Ngawi. Adat-istiadat gitu kental banget deh. Jangan heran kalo di rumahku ada kata-kata, "Anak perawan nggak boleh bangun siang-siang," atau "Anak perawan nggak boleh berdiri depan pintu," dan nggak boleh ini-itu yang sebenarnya sepele, tapi RESE aja dengarnya. Itu juga belom lagi pria-pria di rumahku (baca: Papa dan Kakak Cowokku) yang over-protective.

Tapi satu hal juga yang aku dapat dari film itu, "Kebebasan itu diraih dengan perjuangan, bukan didapatkan secara gratis." Dan aku mengalaminya juga. Kalau aku nggak pernah 'melawan' mereka, aku nggak akan pernah...
  • masuk SMA 78 (which is SMA unggulan, tapi jauh dari rumah. Mereka nggak mau aku 'jauh' dari rumah),
  • punya 'keluarga' di Paskibra 78 (which is selalu bikin aku pulang telat, tapi aku belajar jadi dewasa di situ),
  • punya sahabat terbaikku 'Rangers' (Olan, Ricco, Stah, Chie-chie, Iah yang sering dituduh 'ngeganggu' aku belajar),
  • bisa keluar rumah, walaupun sementara, dan menuntut ilmu di Bandung (which is pengalaman terbaikku.)
Semuanya nggak akan bisa tanpa 'perlawanan'-ku dulu. Sampe berantem tiap hari di rumah gara-gara pulang malem karena Paskib. They never know what I've learned there. Mereka hanya tahu anak 'perawannya' masih berkeliaran di luar sana sampai malam.

Tapi aku buktikan mereka semua salah. Walaupun aku pulang malem, walaupun aku jauh, walaupun mereka bahkan nggak tahu aku lagi ngapain, sama siapa, dimana, udah makan atau belum, dan lain sebagainya, aku buktiin sama mereka bahwa aku bertanggung jawab dengan apa yang ku pilih. And I'm doing really fine! Walaupun mereka nggak pernah sadar itu dan akhirnya memutuskan untuk diam saja, dan mencela aku habis-habisan ketika aku melakukan kesalahan-kesalahan manusiawiku. Yeaa, honestly, they never really 'see' me.

Hmmp, ngomongin beginian cuma bikin emosi jiwa. Dan nggak bakal ada ujungnya. Pada akhirnya, mereka juga lah yang melahirkan aku, membesarkan aku, menghidupi aku, merawat aku, menjadi pelindungku semampu mereka, dan mereka nggak pernah membiarkan aku hidup dalam kekurangan. Dan semua itu udah cukup banget buatku untuk memaklumi segala kekurangan mereka.

Makin ngaco nih nulisnya. Udah jam 03.05 sekarang. And... I'm going to sleep. Besok kuliah pengganti Kajian Strategis jam 10, dan sekarang aku masih aja nongkrong di depan laptop. Autis. Huhuh..

Today's Fave Quote:
You don't love a woman because she is beautiful, but she is beautiful because you love her. -anonymous-

Smell y'all later guys,
Ney
Read more »
0 com

Beauty... isn't That Pain!

Hi.. This is my second post..
Baru sadar, ternyata postku yang sebelumnya agak nggak penting.. (nggak penting banget malah .red) Maklum, agak maksa tuh bikinnya, mana udah malem juga.. Hahaha

Eniwei..

Hari ini aku terima IP. Oia, mungkin sebelumnya aku lupa menyebutkan bahwa aku mahasiswa HI di salah satu universitas swasta yang kredibel di Bandung. This is my 3rd year. Dan di semester 5 ini, aku, for the first time, dapet nilai D. Yang bikin shocknya lagi, nilai D itu langsung nongol sekaligus DUA (yaa.. DUA sodara-sodara... .red) dan otomatis itu bikin GPA-ku DROPPED!! God..

Sementara, beasiswaku dari salah satu perusahaan penerbit buku terkemuka di Indonesia, terancam dihentikan! Apalagi kalo bukan gara-gara nilaiku yang sangat PAS-PASAN!! God.. Dan, tragisnya lagi, I did my best! So I can't be sad and regret because of it. Bener-bener deh. But,hey.. I can't be stuck like this.. Semester depan, akan ku buktikan pada diriku sendiri, aku pasti bisa!

Oia, selamat berjuang ya teman-temanku yang pada ngambil seminar semester ini dan berencana lulus dalam 3,5 tahun.. (which is tinggal setahun lagi .red) Semoga kalian mendapatkan yang terbaik!


Lanjuuutt..

Barusan aja, aku baca newsweek tentang Anorexia (eating disorder .red). Ternyata perkembangannya semakin mengkhawatirkan. Malahan dari artikel yang ku baca, penyebaran Anorexia melalui internet, sampe udah menjamah Facebook! Bayangin.. Di situs pertemananan yang sampe dibilang 'the-new-google' ini, masih aja ada orang berpikiran sempit dan memutuskan untuk membuat group yang mendukung Anorexia, atau pro-Ana.. Coba aja search di Facebook, dan lihat hasilnya.. Disgusting!

Nggak munafik, cewek itu emang butuh pengakuan cantik. Dan fisik adalah yang pertama yang dilihat para manusia-manusia lain dalam mencari pasangan yang sesuai. Tapi, aku nggak setuju kalo term 'kurus' dijadikan pembenaran bagi hal-hal yang AMAT SANGAT NGGAK LOGIS! Seperti NGGAK MAKAN?! God! Pelajaran Biologi anak SD juga bilang, manusia.. BUTUH.. MAKAN..

Proporsional, mungkin lebih tepat. Bukan tulang-belulang mu itu yang bikin seksi. Mungkin orang-orang gila itu harus nonton Shallow Hal atau Phat Girlz dulu, biar tahu bahwa sebenarnya pengakuan cantik itu berasal dari diri sendiri, bukan orang lain! Dan orang lain yang tidak bisa menerima kita apa-adanya, maka nggak pantas mendapatkan kita. So, stay healthy not skinny!
Beautiful - Christina Aguilera:

Cause' you are beautiful no matter what they say
Words can't bring you down
Cause' you are beautiful in every single way
Yes, words can't bring you down
Oh no, so don't you bring me down today

No matter what we do
No matter what we say
We're the song inside the tune
Full of beautiful mistakes

And everywhere we go
The sun will always shine
But tomorrow will find a way

And tomorrow we might awake
on the other side

Read more »
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...