Showing posts with label role model. Show all posts
Showing posts with label role model. Show all posts
4 com

Favreau Favreau

Gara-gara ngeliat salah satu temen backpacker posting fotonya si mas ganteng ini di facebook, aku jadi sadar. Ternyata banyak juga fansnya doi. Termasuk saya! :D

Siapa sih?

Ini dia.

Mas Jonathan Favreau bolo-bolo. Speechwriter-nya Barack Obama. Sebenarnya agak berharap dia ikutan dateng ke Indonesia, aheuw aheuw...
  • Smarty-pants
  • HIS (Handsome-in-Suit)
  • NLY (Nerdy-Looks-Yummy)
  • White-Housey kinda guy (bhahaha, apa sih)
  • President's Assistant and Director of Speechwriting
Couldn't ask for more. :D

Here are some pics from mbah Gug just for you. Enjoy! :D

in the Oval Office

looking serious

Pasti jago ngegombal. Raawrr! :D





P.s: Dear pacar, I LOVE YOU! Jangan cembulu yaaa! Hihihi ;P Buat yang mau liat doi beraksi, tonton aja By The People: The Election of Barack Obama.
Read more »
0 com

Ecapede

Orang yang gemar mengkritik dan merendahkan orang lain, sering tidak menyadari bahwa dia MENGKRITIK DARI TEMPAT YANG LEBIH RENDAH.

Apa pun kritik mereka, tetaplah berfokus belajar dan bekerja untuk menjadikan diri Anda lebih baik dan lebih mampu.

Biasanya, ORANG YANG GEMAR MENGKRITIK ORANG LAIN, HIDUPNYA TIDAK LEBIH BAIK
... DARIPADA YANG DIKRITIKNYA.

Bersabarlah.


Mario Teguh – Loving you as always

He's a totally genious!
You should see his words here.

Setuju banget kata bapak Mario,

why the hell in the world you're always complaining people. Ecapede. Live your own world, for Godsake!

Here's another words from him:

Hanya saja, banyak orang yang mengaku baik, berlaku kasar kepada mereka yang seharusnya disayangi.

Maka, MARILAH KITA MENJADI ORANG BAIK YANG MEMBAIKKAN SESAMA.

Mario Teguh

and this

Marilah kita berlaku lebih mengasihi satu sama lain.

APA PUN YANG TIDAK MENDAMAIKAN DAN TIDAK MEMPERKUAT ANDA, TINGGALKAN!

Super Formula:

SEGERA IKHLAS = SEGERA DAMAI


Mario Teguh - You know I love you

the last one particularly is for me.
Ah, memaafkan dengan melupakan memang dua hal yang berbeda.
Belum Nggak bisa disamakan dong.

Apa itu membuatku bukan pengasih?
Maybe that's why I don't feel peace?


Ney.

P.s: Adoh mulas! Besok bim*bi*ngan dan saya justru menulis hal-hal absurd. Gzzzz...
Read more »
1 com

Monyet, Perssik, Role model.. Apa hubungannya ya?

Monyet lagi, monyet lagi.. Selalu monyet..
Yaah, nggak muna, semua orang butuh monyet, who doesn't anyway?! But, am I wrong if I decided not to have it right now? Am I wrong if I decided to wait the right one daripada harus menjalaninya dengan monyet-monyet yang nggak jelas juntrungannya dan mau dibawa kemana aku ini? Why do people keep asking me whether I have it or not? Apa itu suatu keharusan? Walaupun rasanya ingin mengabulkan permintaan mereka, but, hey, this is my own life. I live my own life with myself! Only God knows what would it be in the future.

Anyway, aku pusing ngeliat berita-berita yang ada di TV Indonesia sekarang. Isinya konflik melulu, kalo nggak si anggota DPR yang terlibat korupsi pas banget dengan naik daunnya lagu gosip jalanan-Slank, atau Ahmadiyah yang semakin nggak jelas, sampe pencekalan Dewi Perssik yang semakin bias arahnya. Pusing nggak sih, selalu dijejali konflik-konflik yang sama? Apalagi yang terakhir itu agak nggak penting banget. Sebenarnya, nggak akan jadi sebesar ini kalo media juga nggak terlalu meng-ekspos berlebihan. Kalo mau diambil pusing nih, bahkan banyak juga yang justru sama atau bahkan lebih parah dari si Perssik ini. Bukan, aku bukan pendukung apalagi number #1 big fans of her, BUKAN BANGET malah. Ngeliat dia di TV aja pasti langsung ku ganti channelnya. Suaranya sih bagus (dalam arti nggak fals), tapi itu bukan aku. Aku lebih suka suara Maliq n D'essentials, Parkdrive, Andezz, Ari, atau idola ABG zaman sekarang, RAN, atau Tompi, Syaharani, dan yang se-genre dengan mereka. Aku lebih mengutamakan kualitas suara dan musikalitas, daripada sekedar aksi panggung dengan suara yang pas-pasan. Jadi intinya, biarpun aku nggak suka sama si Perssik ini, apalagi dengan attitudenya yang super un-intellectual, makin males deh. Walau begitu, kan banyak juga yang suka sama dia (buktinya tokednya si doi sampe ditowel jg kan?!) jadi menurutku biarkan aja dia ber-'ekspresi' atau apapun itu namanya, dan kalau memang pers Indonesia fair, aku setuju kalo semua penyanyi dangdut yang se-'jenis' sama si Perssik ini diekspos juga? Mau itu ribuan atau jutaan, bahkan sekalian saja dibikin menjadi fenomena nasional, biar makin mantap.

Anyway, jadi inget seseorang pernah bilang padaku, beliau nggak keberatan dibilang punya handphone yang ketinggalan 16 generasi, walaupun beliau melanjutkan s3-nya di Helsinki (which is murah banget kalo beli si Noki di situ). Hebatnya, beliau santai aja tuh, walaupun punya handphone butut, walaupun orang lain sampai keliru mengira handphonenya itu dengan remote TV. Beliau membiarkan orang lain menilai dirinya, apapun itu, tanpa berusaha membuat imagenya tetap baik. Menurut dia, untuk apa setiap bulan gonta-ganti handphone kalo toh fungsinya utamanya sama, dan kesimpulan dari yang beliau bilang sih, untuk apa menghabiskan uang berjuta-juta hanya untuk sebuah prestige?! Herannya, justru sikapnya yang seperti itu membuat orang lain menilainya dengan image yang baik. Jadi, dia nggak usah pake manner-manner segala, orang lain udah hormat sama dia. Hebat! Emang nggak mungkirin sih karismanya dia yang lumayan besar juga andil dalam hal itu. He's my new role model, anyway.
Read more »
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...