Showing posts with label movie. Show all posts
Showing posts with label movie. Show all posts
0 com

Bye, Andy!


made me teary! :'(




Pic's source.
Read more »
0 com

Leap Year: Another Favourite Movie

And so I watched this romantic movie, Leap Year. And you know what, I do miss this kind of movie for so long. It really is recommended for those who love romantic-comedies, plus the set is wow-ing.


Here are some quotes I do really love.

May you never steal, lie, or cheat. But if you must steal, then steal away my sorrows, and if you must lie, lie with me all the nights of my life, and if you must cheat, then please cheat death, because I couldn't live a day without you. Cheers!
-A Bride-


I don't want not to make plans with you. I want to make plans with you... Will you marry me?
-Declan-



And my heart's always racing to this kind of scenes. Haha.



P.s: The fact that Declan really is my type, made my heart racing even more. :D

pic's source.
Read more »
2 com

Guy-Next-Door


Gloria: This is crazy...
Melman: It is?
Gloria: It's crazy to think I had to go half way 'round the world to find out that... the perfect guy for me lived right next door.
Melman: (smiles) Then I guess it's you and me, neighbor.

Gloria & Melman, Madagascar 2: Escape to Africa


It reminds me of something and someone, don't you think so? ;)
I love Melman.


Read more »
6 com

After Tangled

After watched Tangled, I've realized something.

Saya suka pria berjenggot/berjanggut (yang mana deh yang bener), dan berbadan besar. Nyahahaha, geli banget kan dengernya? Tapi ini beneran, hahaha.

That's why I love Flynn Rider. hahaha!

Flynn Rider! (pretend to be) Bad Boy

hey, I've never seen this scene!

you know what, when it came to this scene,
I suddenly said 'aaaaw' loudly and uncontrolably!
think my friends're ashamed of me haha

and don't forget about Pascal!
I used to freak out of reptile, but this cute chameleon could be the exceptional. :D






P.s: Pics are from IMDB.com
Read more »
8 com

Insecure

Seorang teman baik pernah berkata, "Emang sih, rasa insecure itu nggak pandang bulu soal milih korbannya, nggak peduli orang itu udah se-perfect apapun juga. Tapi, yaaah... anggap aja itu anti self-respect, kalo lo aja nggak menghargai diri lo sendiri, siapa lagi?"

Yeah, I've been there too. Who hasn't anyway?

Dan itu ngeganggu banget. Ada-ada aja deh kasusnya, mulai dari diomongin orang, sampe diomongin diri sendiri. :D Dan yang lebih nyebelin lagi, kebetulan banget orang-orang ini bukan orang-orang yang kenal sama kita. Hemmm...

Seorang teman bahkan pernah bilang aku itu cewek yang "open-book" banget (kayak ujian aja!), nggak ada misterius-misteriusnya, bikin cowok-cowok jadi males ngedeketin. Dan yang ngomong gitu cowok. Bayangin aja, hahahaha. As he said, "kebaca banget deh. Apalagi dari blog, twitter, plurk, dan semua account jejaring sosial lo yang lain deh."

SIALAN. STALKER!

Waktu itu jelas aku down banget, sampe akhirnya salah satu teman baikku (cewek) bilang, "duh apaan sih tuh cowok. Emang semua cowok kayak dia? Nggak usahlah didengerin. If they don't like you the way you are, it's their lost. Dan menurut gue, lo nggak se-open-book itu kok, buktinya gue masih suka terkaget-kaget kadang lo bisa sangat-sangat dewasa, sedetik kemudian kayak anak kecil, di detik kemudian balik dewasa lagi."

:')

Dan gara-gara kata-kata itu (plus aku disuruh nonton He's Just Not That Into You), it felt waaaaayy better! :D

So, instead of 'open-book' person, I chose 'honest' to replace it.

Kesimpulan: Resep anti-insecure adalah sebagai berikut...
  • paling sedikit 1 buah persahabatan (pastikan isi kemasan belum expired, dan lebih banyak lebih baik), dan
  • 129 menit waktu untuk menonton film He's Just Not That Into You.

A wise person once told me that if a guy wants to be with a girl, he will make it happen, no matter what.
-Gigi, He's Just Not That Into You-


But, beware of those 'insecure-girls-hunters' out there. So that if you really like someone, make sure you really care about that person, not because that person fills your emptyness (so lame!), but completes you. :D


Read more »
0 com

Tensionless Horror Movie

Pernah nggak ngerasa pengen atau penasaran banget nonton film horror tapi nggak berani males nonton, karena males deg-degan (deg-degan aja kok males, ck!). Kalo aku pernah banget tuh, sering malah. Karena jujur, I am a big fan of horror movie, tapi yang berkualitas, yang pure horror, yang hantunya muncul naturally. Such as, Shutter, Paranormal Activity, Mirror (film Indonesia), Quarantine atau model horror klasik macam Drag Me To Hell.

Tapi, ya itu tadi. Capek kaget-kagetnya, tapi penasaran. Dan kalo aku pribadi sih, tanpa faktor kaget-kaget itu tadi, aku masih bisa menikmati filmnya. Jadi, kalo kasusnya kayak aku gini, here I give you some tips to watch horror movie tensionless.
  • Suara. Mood penonton dari sebuah film horror sebagian besar dikendalikan oleh suara. Baik itu, backsound atau sound effect. Jadi, kalo mau nonton film horror tanpa kaget, usahakan bagaimana caranya untuk mengecilkan volume suara tersebut. Kalo kasusnya lagi di bioskop, tutup kuping aja. Masih kedengeran kok suaranya, tapi pelan. And it works more effective than if you close your eyes.
  • Jangan lengah. Dengan kata lain, selalu siaga. Beberapa kasus film horror mungkin hanya menegangkan di malam hari, tapi di kasus lain, ketegangannya nggak pandang bulu. Selain itu, jangan terjebak backsound atau sound effect yang mereda. Karena bukan berarti ketegangan mereda, justru biasanya ada 'gempa susulan'. That's what I called it. Biasanya kasus ini memang sengaja diciptakan sang sutradara untuk mengatasi penonton yang sedang menutup telinga.
  • Jam awal. Menontonlah di siang hari. Terbukti loh, ini pengaruh banget. Kenapa? Karena hari masih panjang. Setelah nonton, kita masih bisa makan dulu, jalan-jalan dulu, belanja, nana nini dulu. Syukur-syukur bisa lupa. Coba kalo kita nontonnya midnight, paling langsung pulang, sampe rumah langsung tidur. Belum kalo di bioskop mesti nyari-nyari tempat parkir dulu, kan. Padahal paling berasa takutnya kalo abis nonton horror tuh ya pas sendirian, mau tidur, sama mandi, ya nggak? Kalo udah nonton siang tapi masih kebayang, mp3 player will work a lot. :D
  • Pelampiasan. Kadang, beberapa film horror bikin penontonnya gregetan, entah itu lagi kejar-kejaran sama setan, main tak umpet sama setan, atau setannya nggak muncul-muncul. Kalo aku, pas keadaan lagi kayak gini, aku butuh pelampiasan yang bisa diremas-remas atau ditinju-tinju atau dicubit-cubit. Paling pas emang ngajak pacar. Kalo orang lain ngajak pacar biar bisa meluk pas takut, kalo pacarku malah jadi babak belur kayaknya, untung dia pelatih bela diri. :P Kalo kasusnya di rumah, pillows will work too.
  • Open your eyes. Kalo ini sih aku pribadi ya, dan cenderung agak riskan. Kalo aku, aku nggak pernah menutup mata waktu nonton film horror. Percaya atau enggak, justru ketika terang-terangan aku ngelihat penampakan setannya, malah cenderung jadi nggak takut. Kok bisa? Karena aku malah mikirin make-up nya si setan, rambutnya dicatok, dan hal-hal lain. Tapi di beberapa kasus yang make-up artisnya keren, justru hal ini malah bikin tambah kebayang malam-malamnya. Jadi kalo saran yang ini 50:50 deh. Hahahaha.
I think that's all, folks. Ada tambahan?


Ney.
Read more »
0 com

(Another) Love Quote


April: "What is love? How do you know if you're really in love?"
Jessica: "I think it's when you find that someone you can be yourself with, tell them anything you know."
April: "You mean like best friends?"
Jessica: "Yea! Love is like when you can't imagine your life without that special person, and words don't come close to how it really feels..."
April: "And even though it doesn't make sense to other people you know you're suppose to be with them?"
Jessica: "Yea!"
April: "And you spend all night thinking about them and when you wake up you have never felt so rested..."
Jessica: "And you feel like you have to hold onto something because your whole body might just float away..."



-Jessica & April, The Hot Chick-

Ney
Read more »
0 com

Ah, Cengeng.

Tenggorokanku selalu sakit kalo nonton film ini.


Landon: "Do you love me?"
Jamie: (nods)
Landon: "Will you do something for me, then?"
Jamie: "Anything."
Landon: "Will you marry me?"
Me: :')
-Landon & Jamie (and me), A Walk to Remember-

Ney.
Read more »
0 com

Kritik Darah Garuda (yang belum nonton jangan baca)

Dear Connor Allyn, dan Yadi Sugandi,
I watched Merah Putih II: Darah Garuda with my boyfriend yesterday, and we have comments for it and hope both of you read this. Karena jujur, kita berdua penikmat film perang, dan pengen banget kita sendiri (Indonesia) juga punya film perang yang OKE. So, here it is:
  • Yang pertama, setuju berat deh film ini 'niat'. Latar oke beratt, couldn't agree more. The explotions were WOW-ing. Tapi, ada satu hal yang sangat sangat nggak real, dan ini sering terjadi di film ini. Nggak tau sih waktu perang aslinya kayak gini juga atau nggak, atau memang luput dari perhatian. Tapi, sering sekali ketika ada kontak dengan pihak Belanda, kalian menempatkan tentara republik kita di tempat terbuka tanpa perlindungan, yang nggak mungkin dilakukan apalagi tanpa tertembak. Duh, please banget deh ini, ganggu bangget.
  • Yang kedua, efek darah, pencabutan lidah, Dayan's thingy, dan sadisme lainnya OKE berat! Nggak kayak film action Indonesia lain yang efeknya udah bagus, fighting sequence oke, tapi darahnya warna pink. Zzz! Great job! But, ekspresinya errr... I don't know how to say it. Kurang greget dikiiiittt lagi. Apalagi pas bagian Kapt. Amir tertembak di bahu, dan dia dalam duduk bersimpuh mau sujud, dan sedang dibidik oleh Belanda, sebelum akhirnya diselamatkan Dayan. Waktu kamera close-up ke Kapt. Amir, seketika wajahnya bersih dan sumringah. Waktu Kapt. Amir ngomong merdeka, juga masih flat, Marius, dan Major van Gaartner juga. Please please direct them more, we want some dirty jobs more. We want some tears from the boys tapi jangan lebay yaa, cukup yang berkaca-kaca ajaa.
  • Yang ketiga, alur sih overall oke, ada beberapa scene sedih yang dapet banget juga. Kayak adegan Lastri, Dayan, dan Lastri-Dayan. Kayaknya sih memang scenes ini dibuat sedemikian rupa supaya bikin penonton sedih, ya? Tapi malah justru menimbulkan kesan lain yang entah kalian sadari atau tidak. Setelah Lastri diperkosa, Kapt. Amir dan kawan-kawan seakan tidak peduli dengan perasaan perempuan dengan menahan-nahan Lastri hanya untuk agar si Belanda bisa diberdayakan, padahal Lastri pun dilecehkan pada saat itu. And I was like "Dammit, you could punch him or something, guys, untuk membela Lastri." Tapi mungkin memang Lastri memang sengaja dibuat untuk kecewa. Yang kedua, Dayan The Silence Warrior (asik!). Kesian bangettttt yaaaa diaa, setelah melakukan penyelamatan atas rekan-rekannya, dia malah justru selalu berakhir ditinggal. Nggak setia kawan banget, tapi emang judulnya bukan "Band of Brothers" juga kali yaa... But you know what, hal-hal macam itu seharusnya sih tidak ditunjukkan pada film yang mestinya menumbuhkan patriotisme. Oh I hate Capt. Amir so much! He should be wise and flawless as a leader and a hero-figure. Hidup Dayan! And I love how you all guys put Senja in the forces. So Mulan. Hahaha
  • Yang keempat, PLEASE PLEASE PLEEEASEEE make the third collosal one. Duh please banget deh yang ini. This is MERAH PUTIH, ini perang kemerdekaan bukan individual. Meskipun kalian memang menekankan pada individual di kompinya si Amir, tapi ini perang kemerdekaan. At least, we want some MASSIVE scopes. Fighting sequencenya juga massive yaah, pake koreografer juga deeh (Psst, koreografer di salah satu local fighting movie bagus juga loh, comot aja, siapa tau dia bisa menangani yang pake senjata juga hehehe).. And pleeeasseeee, kalo emang kolosal, jangan sampe akting-akting figurannya berlebihan yayayaa... Penonton ngeliat looh...
Duh duh, semoga kalian nggak sengaja nge-googling diri sendiri terus menemukan blog ini deh ya. Beneran banget ini mah. Karena konsep filmnya pada dasarnya udah baguss, tapi kurang sedikiiiitttt lagi. Sarana film kan juga bisa jadi alat pemersatu bangsa, seperti kasus Rambo untuk rakyat Amerika.


Ney
Read more »
0 com

It's So Fluffy! I'm Gonna Die!

Aku baru aja nonton Despicable Me.
And I looooooveeee her!!
She's sooooo adorable! *smoochy moochy*

These are my favourite scenes:



*gigi bergemelutuk. GREGETAN!*

Ney.
Read more »
2 com

Inception

Still confuse about Inception? Here's the brilliant idea to understand it.

source: here
click the image for bigger size.


Just so you know, I've been living in Limbo for 21 years. :P

Ney.
Read more »
0 com

My Girl

I've just watched my favourite movie! (again, for a hundred times!)

Judulnya My Girl. Film ini ada sekuelnya, tapi aku lebih suka yang pertama, yang ada Macaulay Culkin. I love it love it love it! Why?

  1. Alurnya sederhana, tapi nggak kehilangan 'emosi'-nya.
  2. Cerita tentang persahabatan (dan aku selalu suka film dengan tema ini!)
  3. Lucunya dapet, sedihnya dapet, dan aktingnya natural banget!
My favourite part is this scene:


Dialogue:
Vada: [after Vada and Thomas kiss] Say something, it's too quiet.
Thomas J. Sennett: Umm, Ummmmm...
Vada: [agitated] Just hurry.
Thomas J. Sennett: I pledge allegiance to the flag of the United States of America...
Vada, Thomas J. Sennett: ...And to the republic for which it stands, one nation, under God, indivisible, with liberty and justice for all.


aaaaw, lucu banget kaaaan?! Hihihihi..


You know what, I've just noticed by now, that she's in love with her own bestfriend.
Sounds familiar, huh?!

Ney.

P.s: Cari dvd nya aaah...
Read more »
0 com

Oscar 2010's Moral Message.

i must share this. seriously.

Siapa sih nih? Dia adalah Michael Giacchino, peraih Oscar 2010 untuk kategori The Best Original Score untuk film Up. I knew it. OST-nya Up somehow selalu ngena bgt, entah sedih atau senang. He's totally a genious. Padahal lawannya, James Horner (Avatar), Alexandre Desplat (Fantastic Mr. Fox), Marco Beltrami and Buck Sanders(The Hurt Locker), Hans Zimmer (Sherlock Holmes).

Apa sih nih? Ini rekaman video Oscar acceptance speech-nya, yang menurutku sangat sangat inspiratif.

Buat apa sih nih? Buat menginspirasi yang baca. Yang ada waktu 1-2 menit untuk nunggu streaming, yang mau berubah, yang merasa 'iman'-nya sedang goyah. Tapi buat ku pribadi, video ini kutujukan buat para pendidik di Indonesia tercinta, yang masih merasa dirinya 'pintar' dengan tanpa dia sadari mematikan imajinasi anak-anak Indonesia, khususnya buat pendidik-pendidikku di masa lalu, when i am in my golden age. THANK YOU for ruining my golden age, THANK YOU for shutting off my dreams. THANK YOU SO MUCH.



“Thank you, guys. When I was... I was nine and I asked my dad, "Can I have your movie camera? That old, wind-up 8 millimeter camera that was in your drawer?" And he goes, "Sure, take it." And I took it and I started making movies with it and I started being as creative as I could, and never once in my life did my parents ever say, "What you're doing is a waste of time." Never. And I grew up, I had teachers, I had colleagues, I had people that I worked with all through my life who always told me what you're doing is not a waste of time. So that was normal to me that it was OK to do that. I know there are kids out there that don't have that support system so if you're out there and you're listening, listen to me: If you want to be creative, get out there and do it. It's not a waste of time. Do it. OK? Thank you. Thank you.”


Pesan moralnya satu: Guru juga manusia. Itu benar. Tapi please profesional dong. Kalo nggak tau cara ngedidik yang bener, mending mundur aja. Jadi guru itu nggak mudah. Nggak semudah itu marah-marah, nggak semudah itu main tangan, you may be a killer, but not the respectful one. Sorry to say. Gaji kecil? Yaudah, jangan jadi guru, jadi businessman dong. Guru itu pengabdian, man.

Jadi inget cerita yang baru-baru ini ku dengar. Ada seorang guru yang memaksa muridnya (sampe si murid nangis-nangis di rumah, berusaha dengan keras, merasa dia sangat bersalah) hanya karena si murid kidal, dan si guru 'nggak suka' dia menulis dengan tangan kiri. Maka si guru menyuruh si murid menulis dengan tangan kanan. And it happened. Di zaman orang-orang udah pada pake iPod, iPhone, iPad.

Hey, mundur aja jadi guru gimana pak/bu? Jadi tukang siomay kek. At least, you do something useful. Ngenyangin perut orang.

Satu-satunya guru yang ku ingat adalah guru bahasa Indonesia-ku waktu kelas 5 SD dan sejarah kelas 3 SMA. Entah apa dia sampai detik ini masih mengajar di sana atau tidak. Dia yang selalu mendorongku untuk menulis. He believed in me. Bahkan waktu aku mencorat-coret buku pelajaran karena aku ingin menulis dan nggak ada kertas kosong, atau ketika aku bertanya dengannya di luar jam pelajaran, mengapa begini mengapa begitu. Mereka berdua sama sekali tidak merasa terganggu. (Padahal aku merasa cerewet, nakal, dan annoying sekali.) Terima kasih, Pak.

"Hormati gurumu, sayangi teman. Itulah tandanya kau murid budiman."


Ney.
Read more »
0 com

Ma Vie pour La Tienne


Posting ini sebenarnya udah mau ku posting bulan lalu, tapi akhirnya malah tertiban dengan ide-ide baru. Kali ini akan saya lanjutkan hingga selesai. Enjoy.

Karena tugas telah selesai dikerjakan, skripsi belom jalan karena baru dapet pembimbing hari ini (alhamdulillah, dapet yang sesuai dengan yang aku mau. Miracle happens everyday!). Akhirnya, kuputuskan nonton film yang udah lama banget ku pinjam dari seorang teman.

My Sister's Keeper.

You know, my first impression was on Abigail Breslin (Andromeda 'Anna' Fitzgerald). She was sooo damn good! Aktingnya yaampuun, bikin nangis. T_T

Berawal dari monolog Anna tentang kelahiran.

"Most babies are accidents. Not me. I was engineered. Born to save my sister's life."

Dia memang sengaja dilahirkan untuk memberikan sumsum tulang belakangnya, untuk menyelamatkan kakaknya yang leukimia. Permasalahan dimulai ketika dia menuntut kedua orang tuanya.

Banyak komentar yang berpusing di dalam kepalaku sendiri waktu nonton itu.
1. Kok anaknya kurang ajar ya, ga tau sopan santun, durhaka. blablabla.
2. Yaa nggak bisa disalahin juga sih kalo dia menuntut emansipasi hak atas dirinya sendiri.
3. Ibunya tega banget sih, sampe segitunya ngorbanin anaknya
4. Tapi nggak bisa disalahin juga, namanya seorang ibu akan melakukan apa saja untuk anaknya.


Tapi adegan paling sedih yang bikin aku nangis, adalah waktu Anna ngebisikkin sesuatu di telinga ayahnya di rumah sakit waktu dia mau di ambil sumsum tulang belakangnya (FYI, waktu itu mungkin dia baru berumur 4 tahun.)

"Daddy, i'm scared."

Bener-bener harus liat akting anaknya.

Setelah itu, dia digendong ayahnya di depan ke ruang operasi, tapi Anna nangis sejadi-jadinya, nggak mau ngelepasin pegangannya dari ayahnya, memeluk ayahnya. Tapi akhirnya obat bius menguasai tubuh Anna dan pandangannya mulai buram.

Setelah operasi, ayahnya hanya dapat melihat tubuh Anna tergolek lemas tak berdaya.



Pertanyaannya: What will you do if you were her?

Ney.
Read more »
0 com

Just Killing Time.

Seharian ini aku berpikir, mau ngapain ya hari ini? Weekend di Bandung tuh feels like hell, nggak kemana-mana bosen, mo kemana-mana lebih macet daripada Jakarta (yaiyalah orang-orangnya tumplek plek ke sini semua.) Setelah berbosan-bosan dan berbingung-bingung ria, akhirnya one of my good friend ngajak aku nonton film bareng, (500) days of Summer, dan aku baru sadar kalo itu salah satu film yang diputer di JIFFEST. And it was sooo good. Highly recommended!

Jadilah kita nonton film ini, dan oia aku mengagumi banget si Zooey Deschanel (kalo nggak salah ngeja), si pemeran wanitanya, dari dulu. Dia tuh lucu, cute, sederhana, girl-next-door banget lah, and i love her style too! Huhu.

"This is a story of boy meets girl, but you should know upfront, this is not a love story." Itu kata naratornya pas di awal mula film. And you're right, don't expect anything smells like romance here. Dan aku jadi punya pandangan baru tentang sesuatu, okay, tentang cinta.

Nggak tau kenapa, aku merasa beberapa pikiran Tom hampir sama denganku, yaaah naif memang naif tapi di sisi lain apatis juga. Kadang berpikir hal-hal yang namanya soulmate, fate, jodoh itu ada, tapi nggak jarang juga ragu hal-hal seperti itu real. That's silly, i know.

Begitu pula dengan Tom, waktu dia jatuh cinta sama Summer, dia yakin banget kalo Summer is the one. Sampe akhirnya mereka pisah, and Tom can't get over her. Karena dia yakin Summer tuh jodohnya. But this is reality, and that's why i love about this movie, it's not a love story, it's a representative of reality. Tapi happy ending kok. Tenang aja. (SPOILER mode: ON) Heheheh.

Favourite quote-ku waktu Tom ketemu Summer lagi di taman, Tom bilang kalo Summer benar tentang semua perkataannya di masa lalu yang bilang kalo yang namanya jodoh, soulmate, takdir itu salah. Padahal waktu dulu Summer ngomong gitu, Tom-lah yang idealis, yang bilang kalo jodoh, soulmate, takdir itu ada. Tom pun sempat bertanya pada Summer, kenapa dia meninggalkannya. Dan waktu sekarang Tom membenarkan semua perkataan Summer yang dulu, Summer yang waktu itu udah menikah (dengan orang lain), cuma menjawabnya begini,

Summer: "I woke up one morning and I just knew."
Tom: "Knew what?"
Summer: "What I was never sure of with you."
.....
Summer: "You weren't wrong, Tom. You were just wrong about me."


Hufffh.
Again, God and God's misterious way.


Jadi intinya harus nonton, dvdnya udah bagus kok. Kalo yang mo nonton di JIFFEST lebih bagus lagi heheheh.

End of words, here i show you two videos that made my weekend's not-so-boring. Here it is. (maaf ya kalo agak-agak nggak nyambung, mhuehehhehe.)


First: Itchy Faced Kid


Second: Nick Pitera

Ney.
Read more »
0 com

Backpacking lagi yuk, Guys!

Hemm, mendadak jadi keingetan film Up. I love all disney pixar's, semua filmnya punya makna, mulai dari Toy Story sampe Up. Tapi Up berhasil membuatku nangis di dalam bioskop. (yayaya emang nggak heran sih, sebenernya aku mudah terharu klo udah di dalem bioskop hihihi)

Adegan paling bikin sedih yaa apalagi kalo bukan ceritanya Mr. Frederickson sama istrinya, Ellie. Waktu mereka ketemu pertama kali, waktu masih kecil, sampe dewasa kemudian menikah, dan cita-cita mereka yang sama-sama pengen ke Amerika Selatan.

Dan yang paling pol, tentu saja yang pas Mr. Frederickson nemuin "My Adventure Book"-nya Ellie yang ternyata isinya udah hampir penuh dengan foto-foto mereka berdua, dan ada tulisan di belakangnya (her very last message to Karl):

*aku suka banget foto ini, mereka berdua terlihat bahagia sekali di sini.. T.T


*i love this very much!


Thanks for the adventure. Now go have a new one.




Dan hidup memang adalah petualangan. Setiap belokannya, setiap jamnya adalah petualangan baru. And i'm really jealous with Ellie. She could spend rest of her life with the one she loved, Karl Frederickson. Bahkan waktu tau Ellie nggak bisa punya anak, Karl tetep ada di sebelahnya. That's the nicest thing ever!

J'adore Karl!


Ney


P.s: jadi pengen backpacking lagi..
Read more »
0 com

Wait, I Will Love This Movie!

Baru nemuin yang beginian.. Ada yang tau nggak, ini kapan keluarnya?
Tonton deh trailernya.. Kalo ini nggak bisa embed, klik disini.

Judulnya..
Cin(T)a








Sounds familiar huh?
Bedanya mereka nggak LDR dan Open Relationship
*hahahaha -tertawa frustasi

Best Quote:

"...but since they call YOU with different names, YOU = God, YHWH, El, Tuhan, Allah.. They can't love each other."


*******
Baru nyari di google.. Ternyata film ini film indie, yang hanya ditayangkan di London.
Yaaaahhh *penonton kecewaa..*

Tapi jangan sedih dulu, karena ada gosip bakal ditayangin di Blitz Megaplex (entah kapan), atau kemungkinan besar hadir dalam format DVD. So, kalo ada yang punya info tentang film ini, kasih tau eik yaaa.. Mari kita tonton bersama.

See ya,
Ney
Read more »
0 com

Tidak Dilahirkan adalah Nasib Terbaik?

Heuu, hari ini Bandung luar biasa dingin. Dinginnya abis-abisan. Bahkan sweater-ku yang ku pakai hari ini nggak cukup menahan hawa dingin dan angin yang nggak kira-kira kencengnya. Mendadak aku rindu matahari, which is nggak nampak batang hidungnya seharian ini.

Mendung.
Yaa, sedikit gerimis kecil yang cukup rapat cukup membasahi wajah dan rambutku seperti titik-titik dingin yang menyegarkan.
Nggak ingin melewatkan kesempatan ini, ku masukkan kembali payungku ke dalam tas.
Pusing atau
migrain? Itu masalah nanti.

Aku suka gerimis rintik-rintik kayak gini.
But still, aku nggak suka udara dingin yang menusuk.

Well, cukup
intro-nya. Banyak yang ingin ku katakan hari ini.
Hari itu, aku nonton sebuah film Indonesia arahan Joko Anwar yang diangkat dari novel, yang aku lupa judulnya, kalo nggak salah sih judulnya sama kayak filmnya, Pintu Terlarang.

Film gila tentang orang gila dengan pikiran-pikirannya yang gila dan cukup membuat
penonton-yang-terlalu-dalam-mengartikannya kayak aku gini jadi ikutan gila. Ada satu quote dari film tersebut yang masih terngiang-ngiang dalam benakku sampai sekarang. Setting-nya ketika si tokoh utama pria mengantarkan istrinya ke sebuah klinik kecil untuk mengaborsi bayi di luar nikah mereka. Lalu, si tokoh utama pria bertemu dengan seorang laki-laki berumur yang memberi arti 'anak' pada si tokoh utama pria, menurut sudut pandangnya. (Nggak sama-sama banget sih per katanya, tapi sama aja sih artinya.)

"Seorang anak sebenarnya tak pernah ingin dilahirkan, karena dunia hanya menawarkan masalah semata. Mereka (anak-anak .red) lahir semata karena konsekuensi dari hubungan kedua orangtuanya."


Trus aku jadi ingat kata-kata bernada serupa yang ada di catatan harian Soe Hok Gie.

“Seorang filsuf Yunani pernah menulis … nasib terbaik adalah tidak dilahirkan, yang kedua dilahirkan tapi mati muda, dan yang tersial adalah umur tua. Rasa-rasanya memang begitu. Bahagialah mereka yang mati muda.”


Well, yaa ada benarnya juga sih.

Hmm, tapi layaknya orang belajar naik sepeda (walaupun aku nggak bisa, boleh kan aku ngasih contohnya naik sepeda.. hehe .red), sakit sih kalo jatuh. Tapi kalo nggak jatuh sama aja kita nggak mau naik sepeda, dan dengan nggak belajar naik sepeda kita nggak akan bisa merasakan semilirnya angin yang membelai rambut, dan menyapu wajah kita.
And life is all about learning. And that's the problem. Masalahnya, kita belajar untuk hidup dan survive di dunia. Kalo nggak belajar itu, kita nggak bakal bisa menikmati hal-hal indah lainnya di dunia. Hey, masih ada sunset yang sangat sayang untuk dilewatkan (at least for me), at least masih ada cinta di dunia yang pantas untuk ditunggu. Walaupun untuk itu juga banyak rintangan juga yang harus dilewati. Yah intinya, nikmati aja semuanya, bahkan masalah itu sendiri.

Jadi inget waktu ikut seminar AIDS kemarin. Bahkan anak yang terlahir dengan HIV Positif yang ditularkan dari ibunya aja, masih bisa menikmati hidup. Kenapa kita nggak bisa?

Arghh mulai ngelantur. Padahal aku masih mau nulis tentang diskriminasi. Hmmm, tapi kayaknya agak panjang kalo diterus-terusin. Mungkin
next post.

Today's song: John Mayer - Waiting on The World to Change

See you soon,
Ney
Read more »
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...