Showing posts with label solar plexus. Show all posts
Showing posts with label solar plexus. Show all posts
2 com

This Old Man in School

So, I knew this old man. Namanya pak Malik. Dia penjaga sekolah sewaktu saya masih SMA. Entah di sekolah lain, kalo di sekolah saya, si pak Malik dan pak Rauf ini luar biasa. Temennya anak-anak. Angels.

Sampai detik-detik terakhir (bahkan kadang udah lewat jam masuk), mereka masih membuka pintu gerbang. Kalaupun akhirnya harus menutup pintu, they always looked sorry. Bukan tipe penjaga sekolah yang jadi sombong karena dikasih 'power' sama sekolah.

Dulu, dengan status saya yang masih murid baru, saya masih belum kenal siapapun di sekolah. Sebelum bertemu dengan sahabat-sahabat gila saya. Suatu sore saya permisi menumpang di posnya sambil menunggu jemputan papa. Papa pasti selalu kena macet. Ngobrol ngalor-ngidul. Dari situlah saya kenal mereka.

***

Menginjak tahun kedua saya di SMA. 2004. So, I knew this guy. This guy would be my bestfriend later. Karena jalan pulang yang searah, dan males nunggu jemputan papa yang terlalu sore, saya selalu nebeng pulang bareng dia. And it happened until the senior year came.

Pak Malik selalu bilang, "hati-hati!"

Ketika di tahun terakhir dan di hari-hari terakhir saya di SMA. 2006. Suatu hari di jam pulang sekolah ketika saya menunggu sahabat saya itu mengambil motornya di parkiran, Pak Malik berkata sesuatu, "Ntar kalo lo udah kuliah, udah kerja, udah nikah jangan lupa ya sama gue." Saya hanya cengar-cengir saja. Ketika sahabat saya itu datang, dia membisikkan sesuatu ke telinga saya, "Jangan lupa undangannya ya," sambil melirik ke arah sahabat saya yang sedang membetulkan helmnya.

"Apa sih, Pak..."

***

Tahun terakhir kuliah. 2010. Akhirnya sahabat saya ini mengungkapkan rasa sukanya yang ternyata sudah dipendamnya sejak lama. Saya langsung teringat pak Malik. He was right. Somehow, saya berpikir, dia harus tau ini.

Jadi, pulanglah saya ke Jakarta dengan alasan reuni ekskul. And so I met him again. Lalu saya melambai kepadanya dari kejauhan. Masih ingatkah dia dengan saya?

"Kemana aja lo? Nggak pernah keliatan. Sombong banget sih sama gue. Gimana Bandung?" Dia masih ingat. Sangat ingat. :')

"Pak, kamu harus tau. Aku jadian sama dia."
"Tuh kan, apa gue bilang..."

"Jangan lupa ya undangannya..."

***

Kerja, hampir menginjak tahun pertama. April 2012. Tenggelam oleh pekerjaan. Sampai suatu hari saya menerima broadcast message, "Inna lillahi wa inna illaihi roji'un. Telah meninggal pak Malik, satpam SMAN 78. Semoa semua amal ibadahnya dibalas oleh Allah SWT."

Deg.

Pak Malik.

Saya begitu tenggelam dengan pekerjaan. Sampai saya nggak pernah sempat memberitahunya. Memberitahu bahwa kami sudah tidak bersama lagi, bahkan tidak bisa menjadi sahabat lagi. Saya ingin dia tau. Bukan untuk menyalahkannya. Bukan.

Tapi karena dia tau saat kami bersama. Tak adil rasanya jika dia tidak tau saat kami tak lagi bersama.

Pak, maaf aku nggak bisa ngasih undangannya. Because, people do change.

Or maybe he'd already knew it.

***

I bet he knows it now.

Pak, could you help me one thing last. There's one named Malik there, don't look for him. Ask him, where's Ridwan instead. Because you're belong with Ridwan. Because you've always lived like angel here.

Selamat jalan, Pak. Rest in peace.

Hei, saya akan tetap mengirim undangannya kok, Pak. Tapi dengan cetakan nama yang berbeda tentunya. Dengan pria yang bisa membuat saya bahagia lebih dari sahabat saya. Insya Allah. :)


Neysa.
Read more »
2 com

Single and So What

Old guy same lines. New guy same lies.

Ribet ga sih hidup lo mikirin cowok doang?
Emang salah ya kalo single? Salah di umurku yang masih 23 *for-God-sake!* ini memutuskan untuk tak ingin dulu memulai hubungan lagi? Salah juga kalo sekarang lagi pengen pacaran sama diri sendiri, kemana-mana sendiri *atau sama siapa aja terserah*, bersenang-senang, not commited, not demanding, not depending, just me and my self.

No, no, I'm not 'this-girl-just-can't-move-on' type. Seriously. I'm having fun with my self. Literally.

Kalo ditanya move on, sekarang indikator move on apa sih? Punya pacar lagi? Kalo memang itu, berarti aku belum move on. Tapi kalo indikatornya, sudah nyaman dengan diri sendiri, nggak galau, nggak ribet. YES, I'm *goddamit* moving ON!

I'm now officially in 'SINGLE-AND-SO-WHAT' phase.
Jadi, please... JANGAN JODOHKAN SAYA LAGIII.... I mean, with anyone. Mau itu saudara lo, anak lo, tetangga lo, sepupu lo, siapa-siapa-siapanya lo. Thank you.



Neycito.
Read more »
4 com

Not a Love Story

But don't you remember? Don't you remember?
The reason you loved me
Baby, please remember me once more

When was the last time
You thought of me
Oh have you completely erased me from your memory
I often think about where I went wrong
The more I do the less I know

I know I have a fickle heart
And a bitterness and a wandering eye and a heaviness in my head

Gave you the space so you could breathe,
I kept my distance so you would be free,
And hope that you find the missing piece,
To bring you back to me,

Why don't you remember?
Don't your remember?
The reason you left me before
Baby, please remember me once more

When will I see you again



Yea, I know I'm sooo pathetic that I have to post this as my first post in 2012.2011 was such amazing journey. But again I've learned so much, thank you. As I quoted from my lovely boss...

I would like to THANK YOU for the year 2011

For those who made me smile, thank you for the joy you brought into my life
For those who filled my heart, thank you for the moments shared
For those who stay, I value you more than anything
For those who left, I know nothing last forever
For those who made me cry, thank you for making myself stronger,
For those who I made a mistake, my sincere apology as ordinary human being


Happy New Year! Let's rock it.


Ney

P.s: As my 'close-friend' ;p said, "it's not love story, it's a life lesson."
Read more »
0 com

Don't You Remember

Hey blackbird...

Apa yang terjadi denganmu? Kamu seharusnya bahagia. Pekerjaanmu, teman-temanmu, atasan-atasanmu, semua menyenangkan. Aku tahu ini titik terendahmu, aku sangat tahu. Tapi apalagi yang harus kulakukan untuk membuatmu bahagia? Apa lagi?

Aku sangat tahu masalahmu, walaupun tidak ada sepatah katapun yang keluar dari bibirmu.

Apa?

Waktumu yang tidak ada lagi untuk sekedar berbincang denganku?
Salah satu sahabatmu yang sekarang jauh darimu?
Teman lamamu yang kembali menghantuimu?
Atau cerita terakhirmu dengan sejuta pertanyaan?
Atau efeknya pada dirimu?

Atau fakta bahwa kamu tidak pernah menangis lagi?


Ya ya, pasti semuanya, dan disimpulkan dengan yang terakhir kan? Mengapa? Karena kamu merasa tidak lagi punya hati?

Aku sangat tahu kamu hanya mencoba melindungi hatimu. Hati yang belum sembuh itu, hati yang tak sama lagi seperti dulu.

Aku tahu rasanya. Rasa ketika perisai itu dicabut paksa ketika kamu sedang berselimut di dalamnya. Penghangat yang kamu tanam dalam-dalam berubah seketika menjadi es. Rasa teramanmu yang seketika berbalik menjadi mimpi burukmu.

Iya, lubang itu. Sejuta pertanyaan itu. Mengapa kamu? Mengapa dia? Mengapa saat itu? Apa salahmu? Mengapa semudah itu? Mengapa tidak ada air mata? Apa ini semacam lelucon kosmik alam semesta? Ya ya aku mengerti.


Ketika jalan mendatar ini bahkan terasa lebih buruk daripada lembah atau jalanan berbukit itu.

Ditambah lagi tak ada lagi sahabatmu yang satu itu. Lubang hitam yang semakin menggerogotimu.

Ya ya ya.

Mungkin sudah saatnya kamu memikirkan saran sahabatmu. Mencoba kembali. Membiarkan hatimu dijahit kembali. Aku tahu kamu sedang sangat nyaman dengan kesendirianmu, namun apa yang akan kamu lakukan ketika malam datang? Pikirkan itu.

Bukankah dia baik? Bukankah dia juga membiarkanmu menjadi dirimu sendiri? Mengertimu, dan tidak menyerah karenanya? Mengapa tidak bisa? Mungkin memang juga tidak untuk selamanya. Tapi biarkan dia menjahit hatimu. Menenangkanmu. Mengembalikannya seperti dulu, walaupun tidak sama.

Belum. Mungkin belum.


Cepatlah sembuh,
Solar-plexus.


#NP: Adele-Don't You Remember (Don't you remember the reason you loved me before...)
Read more »
0 com

Buat Kamu

Hey kamu! Iyaaa, kamuu...
  • Kamu yang langsung pilek kalo kena ujan (padahal pelatih bela diri)
  • Kamu yang kakinya harus goyang-goyang dulu baru bisa bobo
  • Kamu yang selalu ragu udah ngunci pintu apa belom kalo mau pergi (padahal selalu udah ngunci)
  • Kamu yang bisa bobo hanya dalam waktu 3 detik saja
  • Kamu yang sukanya makan pisang bakar sama minum es teh manis
Nggak usah nengok kanan-kiri, ya kamu itu.
Saya kangen kamu. Selalu. Padahal ngakunya udah terbiasa LDR. :'(


Ney
Read more »
6 com

Suh-weet!

Sebenernya sih 6 bulan-an nya udah tanggal 1 Oktober kemarin, tapi nggak apa-apa deh ya telat dikit postingnya, hehehe.

Jadi, ini kali pertama aku ke Jogja tanpa orangtua. Walaupun kampung sendiri, tapi tetep aja aku ngerasa asing di sana. Secara nggak pernah deket juga sama saudara-saudara di sana, dan lagi nggak bisa menggantungkan hidup sama temen berangkatku juga, karena dia punya kesibukan sendiri. Alhasil aku menggantungkan hidup (heleh!) sementara sama si pacar. Sekitar seminggu-an aku di sana.

Setiap hari, rutinitasnya selalu begini. Pagi dijemput pacar dari rumah temennya temen, baru ke rumah dia (secara ranselku dan semua-muanya di sana), numpang mandi nana nini, kalo ada kuliah ya dia kuliah dan aku jaga rumah, selesai dia kuliah kita pergi main deh jalan-jalan. Pulang jalan-jalan ke rumah dia lagi sampe isya, abis isya baru dianter ke rumah si temennya temen lagi.

Permasalahan dimulai ketika hari itu aku menemukan diriku menstruasi. Sebenernya sih bawa pembalut, tapi ada di ransel. Sedangkan ranselku ada di rumah dia kan. Minjem temen, nggak ada. Si temennya temen tidurnya asli kebo banget, gara-gara malemnya abis pulang pagi (asli ga bangun-bangun! parah!). Tambah panik, akhirnya aku buru-buru ngambil handphone dan nelfon pacar. Masalahnyaaa... Ga diangkat-angkat! Emang sih belum deres, tapi kaaaann...

Sumpah, itu panikk banget! Dan nggak lama setelah aku telfon, eh dia nelfon balik. Setelah mendengar ceritaku, dia langsung buru-buru jemput. Pas dateng, dengan tampang sangat khawatir dia nanya, "kamu nggak apa-apa?" aku cuma bisa menjawab sekenanya, "cepetan yuk!"

Sampe di rumah pacar, buru-buru deh aku ngobrak-ngabrik ranselku, setelah itu langsung buru-buru ke kamar mandi dengan jalan ala kepiting biar nggak ketauan tembus. Malu gila. Dan ternyata emang udah banyak! Heuheu. Gawat darurat. Tapi untung udah terselamatkan. Sekalian aja aku mandi (kan emang belum mandi).

Keluar dari kamar mandi, aku mendapati dia duduk sendirian di kamarnya dengan piring berisi kentang goreng lengkap dengan saus sambalnya, yang ternyata dia goreng sendiri waktu aku lagi mandi. Sambil menuntunku duduk, dia bilang, "nih buat kamu, dimakan ayok," sambil disuapin. Sempet berpikir agak berlebihan sih yaa, tapi tetep loh mau disuapin, hahaha.

Menyusul kemudian, dia bilang, "kamu mo minum apa? Jus jeruk mau ya?" Dan aku dengan tampang bingung menjawab, "eh nggak usah nanti aku ambil sendiri aja!" Kemudian dia menjawab lagi, "jangan, kamu kan lagi sakiiit," dengan tampang masih sangat sangat polos dan khawatir. Dan dia pun berjalan cepat ke arah dapur, meninggalkan pacarnya di kamar dengan tampang amat sangat terbengong-bengong, malu, melting, campur aduk.

Dan beneran dibawain minumnya. Dan ditungguin sampe diminum jusnya. Dan disuapin sampe abis kentang gorengnya. :)

Lucu banget sih kamu! GEMASSS!


Ney.

P.s: Ternyata, belakangan aku baru tau kenapa dia kayak gitu. Ternyata memang menurut dia menstruasi itu sejenis penyakit. Ceritanya gini, waktu masih kecil, si pacar bertanya pada Ayahnya, "Pa, kenapa mama nggak sholat?" Mungkin karena bingung juga jawabnya, si Papa hanya menjawab dengan bahasa yang paling mudah dimengerti si anak, "Mama ututnya (singkatan dari 'perkutut', yah you know-lah maksudnya...) lagi sakit." Dan si pacar yang masih kecil pun membayangkan jika ututnya sakit, maka mamanya pasti sedang kesakitan sekali saat itu. Kebawa deh sampe sekarang. Hihihihi.
Read more »
6 com

Deep Exhale


Telepon genggam hitam itu tak sengaja menguping sebuah pembicaraan di malam yang larut itu...

"... Tapi nggak apa-apa kan kalo kerjaanku jauh?"
"Maksudnya?"
"Iya, kalau ternyata rezekiku ada di luar pulau..."
"Yaah nggak apa-apa siih," dengan nada nggak rela, tapi berusaha datar.
"Sayang kenapa, kok tiba-tiba datar?" dengan nada merendah, khawatir.
"Ih nggak apa-apa tauu!" berusaha terdengar excited.
"Ooh yaa, btw kemarin aku ngeliat pengumuman oprec (open recruitment) di Kalimantan gitu,"
"........"
"Yang?"
"Hm? Emang biasanya penugasannya berapa tahun sih?" masih dengan nada 'biasa'
"Macem-macem, palingan tiga tahun."
"Oh..." hatinya mencelos
"Yah nggak apa-apa kan yang, kan aku disana mau kerja."
"Iyaa, aku nggak apa-apa kok. Beneran."
"........"
"........"
"Ngomongin yang lain aja yuk?!"
"Yaaa.."

A friend is someone who understands your past, believes in your future, and accepts you just the way you are.
-Unknown-


And I'm more than friend to you, so I should . . . .
But, it's so damn hard . . . .
(fill in the blanks)


Ney.
P.s: pic link's here
Read more »
3 com

Belum Saatnya

Some people who have been told the story about me and my boyfriend, mostly asked, "kok bisa?" or "kenapa nggak dari dulu aja sih?". FYI, me and him were a high-school best friend, and still even now. We've been a best friend for each other for 5 years, and in the 5th year, we're turning our relationship status and become closer and more serious. Biasanya kalo udah ditanya begitu, aku cuma bisa senyam-senyum sendiri sambil bilang, "yaah mungkin sekarang waktu yang tepat, I don't know either, God knows." Yaah, abis mesti jawab apa lagi dong?

It's been a kinda roller-coaster journey, and matter fact, we've been in love since high-school but too scared to admit it, and that's why we became a bestfriend. Karena kami terlalu takut kehilangan. Tapi, mungkin dengan sedikit cerita berikut ini bisa memberikan sedikit jawaban "kenapa nggak dari dulu-dulu" itu.

Dulu #1
N: Lan, aku mo ultah kan nih, ku traktir nonton deh, mau ga?
O: Oke!
(hari H minus 1)
O: Ney, gue ajak Jenny ya!
N: Errrr...... oke, aku juga udah ngajak Pascal (bandnya temen-temen kakak yang isinya cowok-cowok semua). *padahal belom bilang sama sekali. gengsi dong!*

Dulu #2
(pas pelajaran terakhir)
N: Lan, pulangnya bareng yayayaya?
O: *muka males plus jual mahal* Emm gimana ya....?
N: Yaudah deh gausah! *kesal*
O: Yaudaaaaaahhh, ayooook... *sok-sok terpaksa, padahal seneng tuh pulang berdua :P *

Dulu #3
(besoknya, pas jam pelajaran terakhir)
O: *sok cuek plus jutek* Mo pulang bareng nggak?
N: Nggak ah. *gengsi plus jual mahal* Ntar ngerepotin, bensinnya abis. *padahal gara-gara masih kesal yg kemarin*
O: Yaah, udah dibawain helm juga... *masih sok-sok cuek, padahal kecewa tuh :D *

Dulu #4
(janjian mo main ke rumahku, sebelum berangkat...)
O: Ney, gue ke rumah lo ya...
N: Oke!
(sampe di rumahku)
O: Nih Ney, kenalin Lulu, temen SD gue...
N: Ooohh yaaa! Neysa. Mo minum apa? Bentar ya... *super-fake smile, sambil berharap nggak usah ke teras lagi.*

Dulu #5
(pagi-pagi sebelum bel masuk sekolah)
O: Ney, Ney, dengerin ini deh *sambil nge-bluetooth sesuatu ke hpku*
N: *muka males plus ngantuk* Apaan?
O: Nih nih *sambil memutar lagu di hp, alunan gitar klasik judulnya Song For Neysa*
(setelah lagu selesai)
O: Gimana? Bagus ga? *muka penuh harap*
N: Emmm... Biasa aja tuh. *muka cuek padahal malemnya diputer terus lagunya*
O: *muka sedih sambil berjalan lesu kembali ke tempat duduknya* Yaaah...

Dulu #6
(pas kelas 2, baru kenal. lagi smsan)
N: Iya, jadi aku tuh blablablabla... *panjang-lebar*
O: Ya ampun, nggak usah aku-aku-an kali, kan baru kenal. *PD berat*
N: ........ *speechless plus kesal plus rahang jatoh*

Jadi, mungkin itu dia kenapa "nggak dari dulu-dulu".
Selain karena dulu dia ngeselin banget (dan aku juga ngeselin buat dia, haha), mungkin karena memang belum saatnya. Jadi, jangan dulu lelah menunggu. :)

dulu kita sering banget ke CL cuma mau beli Bread Talk. Hahaha norak ya!
Kerjaannya Olan dulu tuh nyubitin pipiku, hemm...


maaf yaa nggak jelas kameranya, maklum kamera hp...
Rangers minus Stah nih.



Ney.
Read more »
0 com

A 5-year-old Girl Trapped in A 20-year-old Body

Saya tidak suka dengan orang-orang yang mengecilkan masalah setelah mendengar keluh kesah orang lain.
Saya ingin bisa mendengarkan keluh kesah orang lain tanpa memandang remeh masalahnya dengan berkata, "Aku pernah berada di situasi yang lebih buruk dari itu."

Saya tidak suka pula dengan orang-orang yang merasa hidupnya adalah sebuah drama dan melebih-lebihkan masalah.
Saya ingin dapat hidup apa-adanya.

Saya tidak suka dengan orang-orang yang begitu sulitnya mengakui kesalahan dan meminta maaf, hingga sampai pada titik 'Sombong dan Tanpa Cela'.
Saya takut sekali tulisan ini mendekati 'Sombong dan Tanpa Cela'.

Saya tidak suka dengan orang-orang yang begitu mudahnya meminta maaf. Untuk mencari belas-kasihan seseorang. Tetapi tidak pernah benar-benar ingat bagian 'tidak-mengulanginya-lagi', hingga telingamu muntah mendengar kata 'maaf'-nya lagi. Lihat saja matanya!
Saya bukan pendengar yang baik.

Saya tidak suka dengan orang-orang yang dengan begitu mudahnya memaafkan dan cepat melupakan, sehingga gagal memberitahu pesan di dalamnya bahwa kesalahan tersebut sangat besar, dan tak perlu ada pengulangan lagi.
Saya pendendam.

Saya tidak suka dengan orang-orang yang dengan teganya mengorbankan hal-hal mudah dengan resiko lebih kecil, untuk hal-hal yang belum pasti dengan resiko yang lebih besar.
Saya bukan risk-taker, tetapi setidaknya saya tidak serakah.

Saya tidak suka dengan orang-orang yang berpikiran bahwa hal-hal yang 'saklek' dapat menghalalkan semua kesalahan, karena saya menggunakan logika 'benar dan salah', tidak peduli bulu.
Saya tidak punya hati.

Saya tidak cocok berada di antara orang-orang yang secara tidak langsung berkata, "kamu salah karena menjadi satu-satunya yang berbeda di antara kami." Saya ingin memisahkan diri, ingin juga bergabung dengan orang-orang yang berpandangan sama dengan saya. Menjaga kesehatan pikiran saya, supaya batas kebenaran saya tidak berubah.

Namun, kemudian mereka memberi saya label: Kekanak-kanakan.

Then, I don't wanna grow up.

Ney.
Read more »
4 com

Posting Kangen

O' well, seems like years since the last post, padahal belum juga sebulan kayaknya. Maaf jadi agak tersendat gini mo blogging di rumah, entah modem error, wifi routernya error, ip address yang clash, sampe karena telat bayar. But hey, the good side of it is i learned some IT problems. YEA!

Some updates of my life:
  • YES i'm in Jakarta right now. And don't know when to come back to Bandung.
  • We had first, second, third (and so on) fight, like the other normal couples. And it made us feel stronger (at least that's what i feel)
  • My sacred 'T' is still not going anywhere, thanks to speedy.
  • Tomorrow is a big day, cause i've got my first "teeth surgery".
  • My family still abnormal and absurd nowadays. Insane, to be exactly.
  • Rangers has come back.
  • And, i love him more than ever before.

Intinya di poin terakhir sebenernya. You know, it feels really great when you have a place to go, place to lay onto, place to rest and have a peaceful life together, share all your problems. Share your life.

Sebenernya, menurutku itu intinya, when you have an intimate relationship with someone. Kayak apa yang dibilang Nagita Slavina sama Afghan, "yang ku tahu cinta itu indah." Even, ketika berantem. Ah indahnya saat-saat berbaikan itu, jadi makin manja. Hihihihi.

Makanya sekarang aku merasa bersyukur sekarang, apalagi mengingat track record-ku yang kurang baik in a relationship, sekarang tuh nyamaaan banget. Kata orang, perempuan itu lebih baik baik dicintai daripada mencintai. And i feel so lucky could feel both of them, to love and to be loved.

Bahkan dulu pun aku udah bersyukur punya dia sebagai sahabat yang care, yang penyayang. Eh malah sekarang jadi pacar. Alhamdulillah. I've never felt greater than this.

Hei, kita udah mau 3 bulan, yihiiy! Semoga aku tambah dewasa, tambah sabar, dan kurang cueknya. Amiiinn.

Sebagai penutup, i show you this photo...

Aku inget banget, foto ini diambil waktu kita masih jadi sahabat (sekarang pun masih), aku bilang sama salah satu sahabatku yang lain, "Co, tolong fotoin kita dong!" Trus dia akhirnya ngefotoin kita berdua, dan kemudian bilang, "wah parah! Kayak pacaran aja lo berdua." FYI, waktu foto itu emang aku entah kenapa ngerasa sayang banget sama dia (yang ku pikir hanya sebatas kapasitas seorang sahabat), dan ternyata auranya terpancar. :)

So, here it is...




Ney.

P.s: i really miss you recently. But hey, i've never felt not-so-missing you either, so... Well, i think i just get used to it.
Read more »
6 com

Lucky I'm in Love With Him.

DULU
aku mati-matian mempertahankan yang jelas-jelas beda visi.
aku mati-matian mempertahankan yang jelas-jelas tempramen dan tukang bentak.
aku mati-matian mempertahankan yang jelas-jelas 'ringan tangan'.
aku mati-matian mempertahankan yang jelas-jelas bukan pria baik-baik.
aku mati-matian mempertahankan yang jelas-jelas cuma mau main-main.
aku mati-matian mempertahankan yang jelas-jelas cuma mau ngegantungin.

aku mati-matian mempertahankan yang jelas-jelas NGGAK JELAS.


hingga aku berpikir, am i not good enough to have the good one? am i that bad?



SEKARANG
nggak disangka-sangka aku malah dipertemukan sama yang satu visi.
nggak disangka-sangka aku malah dipertemukan sama yang super sabaaaarrr banget.
nggak disangka-sangka aku malah dipertemukan sama yang ringan tangan, alias yang nggak keberatan ku repotin.
nggak disangka-sangka aku malah dipertemukan sama pria baik-baik.
nggak disangka-sangka aku malah dipertemukan sama yang mau serius.
nggak disangka-sangka aku malah dipertemukan sama yang mau sama yang plin-plan dan lamban kayak aku gini.

nggak disangka-sangka aku malah dipertemukan (kembali) dengan dia yang selama ini selalu ada di sampingku, pria baik-baik yang ku kenal selama ini, dan dia sahabatku.


hingga aku berpikir am i that good? Alhamdulillah, ya Allah, ya Rabb, jika hamba masih diperbolehkan memohon satu hal saja, izinkanlah hamba bersamanya, ya Allah.. I'm begging You. :)




Ney.
Read more »
10 com

Accidentally in Love ;p

accidentally read one of my friends facebook's status..

the best reason to love someone is to not have any reason at all. if you love someone because of their looks, money, or power, will you still love them when they're ugly, poor, and powerless?



so i think, and re-think again..
what is the reason? why?


no, i don't have any particular reason, at all. haha!
i just simply click to him. that's all.
even since 5 years ago, until now.


hope it's a good sign. amiin. :)


Ney.
Read more »
0 com

I [heart] You Too

Yea. Finally i had my own vacation. But this time ain't about my long-weekend holiday.
Well, my heart is full of him. So here's the story begin.

Him vs Anyone Else

When a text messages came to my cellphone, i opened it and found out that one of my friend send it, and he's kinda asking me out...
me: ni ada sms dari mas *****, nanyain aku, aku jawab apa?
Anyone Else (AE) would say: mana sini liat? *ngerebut hp* ih ngapain sih tu orang? GA USAH DIBALES.
he would say: oiya? *kukasi hpnya dengan sukarela, dan dia ngeliat hp* ohh.. yaa.. i wuff you. (yang artinya: balesnya terserah kamu aja, tapi asal kamu tau, i still wuff you.)


When i screwed up. Every single thing that i touched, was a mess...
me: yaaah maaf yaa, nggak sengajaaa.. *dengan wajah penuh penyesalan*
AE would say: AAAH GIMANA SIH! kamu tuhh! $^&$#@% *full sumpah serapah*
he would say: hemm, yaa... i wuff you. (yang artinya: iya udah dimaafin)


When we're stuck in the mid of traffic jam...
me: *krik krik diem aja nunggu macet* ..... mm macet ya.. *bicara pada diri sendiri*
AE would say: YAUDA KEK AKU AJA YANG NYETIR GA NGELUH! kamu tuh nggak bisa ya diajak susah!
he would say: *balik badan* i wuff you. *dengan mata sipit* (yang artinya: iya nih, sabar ya..)


satu kalimat yang sama, tapi banyak arti.
dan masih banyak yang lain.
Sekarang tau kan kenapa saya sayang sekali dengan dia. :)





Ney.


p.s: i wuff you too. :)
Read more »
2 com

Label-less.

Jakarta,
LIMA tahun yang lalu, aku dan ego besarku.
LIMA tahun yang lalu, ego besarku mengalahkan hatiku.
LIMA tahun yang lalu, aku membiarkan egoku menyakitiku dan dia.
LIMA tahun yang lalu, aku menulikan pendengaran, membutakan penglihatan.
LIMA tahun yang lalu, aku membuat satu keputusan besar, melupakan hatiku.

Bandung,
DUA tahun yang lalu, aku menerima kabar besar yang (seharusnya) membahagiakan.
DUA tahun yang lalu, aku tak tahu bagaimana harus bersikap bahagia ketika hatiku rasanya sakit sekali.
DUA tahun yang lalu, aku memendam hatiku dalam-dalam bersama pikiran-pikiran jahat itu. Mematikannya.
DUA tahun yang lalu, aku menenggelamkan diriku dalam dunia baru di hidupku.
DUA tahun yang lalu, aku membalik halaman baru dan menjadi seorang yang profesional.

Bandung,
SATU bulan yang lalu, ada yang aneh dengan kedatangannya.
SATU bulan yang lalu, mulai menyadari kembali keberadaannya.
SATU bulan yang lalu, aku pun mulai merindukannya, tentu saja dalam kapasitas profesionalitas.
SATU bulan yang lalu, ya, aku pun menyayanginya.
SATU bulan yang lalu, dejavu. Aku melihat diriku lima tahun yang lalu.

Jakarta,
SATU hari yang lalu, rasa rindu yang semakin membengkak.
SATU hari yang lalu, bernostalgia dengan masa-masa itu. Tak sengaja membuka halaman yang lama.
SATU hari yang lalu, untuk pertama kalinya aku ingin menjadi wanita. Bukan anak-anak.
SATU hari yang lalu, akhirnya kami bicara, mengakui, dan menyadari bahwa kami tidak profesional.
SATU hari yang lalu, akhirnya aku membuka kembali halaman-halaman itu, dan membacakan padanya. Keras-keras.
SATU hari yang lalu, ada istilah kita diantara kami.
SATU hari yang lalu, aku sangat bahagia, lega ternyata ENAM tahun belakangan ini, kami bukanlah seorang yang profesional.

Jakarta,
HARI INI kita sama-sama mensyukuri hal-hal kecil, walaupun hanya dalam bentuk ketupat sayur.

you know who you are, and i'm lucky to have you. nggak peduli labelnya apa. :)



Ney.
Read more »
0 com

Love is Life

source: here

These days...
i'm so glad i've never got worried about love thingy,
neither those insecure feelings anymore.

i just realize one big picture of mine.
that love, would come to you in many ways.

FAMILIES,
BESTFRIENDS,
GOOD-FRIENDS,
even your EX-ENEMIES who even never come to your mind to be loved.

BUT the thing is...
Love will come to you in their very own way that even never we expected before.
so, don't you ever have to worry, ladies (and gents).

so i think...
if you love your life, then it will love you back.
so, love your life. no matter what.

Ney.




P.s: maaf ya, ngepost yang aneh-aneh. Niatnya sih mau blog-walking, tapi ternyata belom ada yang posting lagi. Ya udah deh akhirnya posting sendiri. ;P
Read more »
0 com

How To Say Goodbye


To get up and go
To catch the last train
To get in some car
And drive out again
To (never) come back this way....
*of course you'll be back!*
And have to say....

Goodbye, so long, farewell, au revoir..


Ney.


p.s: i always feel secure around his arms, no matter what. Daah Olan, missed you already *sniff* :'(

p.s.s: Thx to Husni Jayadi, for the song.
Read more »
0 com

Quote by Me.


saat bertemu sahabat,
terlalu byk yg terfikir hingga tak ada satupun yg terucap,

tapi dia mendengarmu. :)

Ney.
Read more »
0 com

Kisah Klasik Untuk Masa Depan.

click the picture to have a bigger size



Bersenang-senanglah
Kar'na hari ini yang 'kan kita rindukan
Di hari nanti, sebuah kisah klasik untuk masa depan
Bersenang-senanglah
Kar'na waktu ini yang 'kan kita banggakan di hari tua

Ney.
Read more »
0 com

World With(out) Logics


Dalam postingan kali ini aku ingin menceritakan kisah seorang teman, lebih ke kakak actually, yang selalu menjadi penasehat dalam hal apapun, yang selalu mengedepankan logikanya ke manapun angin membawanya pergi. This time, he's falling in love.

Kebayang nggak, seseorang dengan logikanya kali ini harus pake hati.


Falling, in love.
Yang namanya jatuh pasti sakit, mungkin bukan sakit karena luka atau apa, tapi lebih ke sakitnya harus berkorban.


Dia pernah mengeluh begini,

"Biasanya kalo mantan (-mantan) gue yang dulu mau ngenalin gue sama orang tuanya, itu tandanya kita harus putus."
(dia anti-komitmen)


"Biasanya kalo mantan (-mantan) gue yang dulu cemburu sama temen-temen cewek gue, itu tandanya kita harus putus."
(dia anti dilarang)


"Biasanya kalo sama mantan (-mantan) gue yang dulu gue bisa ngegombal banyak hal, Ney."
(he has a lot of, i'm not gonna say player, but 'experience')


dan kebiasaan-kebiasaan lain.



Sekarang?

"Gue nggak berkutik waktu tiba-tiba di restoran itu gue harus makan bersama orang tuanya, tapi gue nggak pengen putus."


"Gue minta maaf, Ney, gue nggak bisa nonton bareng lo lagi, nggak bisa main-main ke kosan lo lagi, karena cewek gue nggak suka. Tapi gue fine-fine aja Ney dia ngomong gitu, padahal gue anti dilarang-larang. Maaf ya, Ney"


"Nggak tau, Ney. Tiap kali bareng dia, gue nggak bisa berkata-kata, dan lo tau gue cerewetnya kayak apa. Dan justru waktu gue mengutarakan isi hati gue yang sebenarnya, dia justru bilang 'GOMBAL!'. "


Intinya, dia bingung. Super bingung.

Kenapa dia bisa sampe begini?


Dan aku cuma menjawab dengan satu kalimat,

"Selamat datang di dunia orang jatuh cinta, mr. full-of-logics."



Kadang cinta emang nggak butuh yang ribet-ribet, just simple words, those THREE magic words (which i couldn't say during the condition of my solar-plexus), just say it.

Walaupun, aku sendiri kemudian jadi bertanya-tanya, mengapa kita menyukai perubahan itu? Padahal jelas-jelas prinsip kita terabaikan di sana. Logika lainnya.


Satu jawabannya, "Jalani dan nikmati." (karena emang nggak ada jalan lain juga kan.)


You're blessed
, kak. Walaupun aku lagi dingin, dan apatis, dalam hati pun aku masih meyakininya sebagai berkah. Nggak semua orang bisa menikmatinya seperti si kakak ini menikmatinya sekarang.

Dan nggak semua orang juga berani mengejar hal-hal yang butuh pengorbanan kayak gini, beberapa akan pergi di tengah jalan, beberapa yang lain justru bertahan di ego masing-masing, but you ka, jangan menyerah. Yakini aja apa yang di depan mata, yang nanti-nanti urusan belakangan. Karena cinta bukan investasi, nggak usah takut rugi. :)


"Go get her, tiger!"


Ney.
Read more »
0 com

you're my Kryptonite. (corny!)

Suatu hari, seorang sahabatku, sebut saja RS, menghampiriku di kamar kosku. Seperti biasa, ajang curhat pun dimulai, oiya just so you know he's a man. Sebelumnya, dia pernah mempengaruhi memberi nasehat padaku tentang cinta. Not really about love, i mean about my love life.

Waktu aku mengeluh padanya tentang bagaimana si oknum pria ini nggak 'maju-maju', si RS ini dengan spontan mengatakan, "ah nggak gentle banget sih tuh cowo, masa lo melulu yang maju. Udahlah Ney, minta kejelasan aja. Kalo nggak jelas, udahlah tinggalin aja."

And, actually, i got more and more confuse after heard all that he said.

But today is different. It's all about him.

NR: "Eh RS, masa kemarin aku curhat sama kak HK (not Hong Kong, but he's one of my senior in High School), trus dia ngasih pencerahan banget loh.
RS: "Oiyah? Emang bilang apa dia?"
NR: "Yaa dia nyoba ngasih sudut pandang cowok yang lebih positif, karena dia nebak aku pasti udah punya banyak sudut pandang negatif baik dari cewek atau cowok. Trus setelah aku ngasih tau 3 keluhanku (which i couldn't tell in here), dia punya 3 jawaban. Dia bilang, gue nggak nyamain diri gue sama si oknum itu ya, tapi gue merasa juga pernah ada dalam posisi dia somehow, Ney. Inget kata-kata lo sendiri Ney waktu gue curhat sama lo nggak tau kenapa gue rikuh banget kalo sama si cewek ini, jadi sekarang gue balikin lagi tuh kata-kata ke pemiliknya, 'Kryptonite itu hanya berlaku buat Superman, Ney.' Jadi kalo gue jadi pendiam banget waktu ada di deket cewek itu, atau jarang sms duluan, atau balesnya super lama, itu semata-mata karena gue emang nggak tau mau ngomong apa sama cewek itu. Gue butuh waktu lama untuk bisa ngetik sms sesuai dengan apa yang gue mau, apalagi kalo gue sibuk, gue makinan nggak bisa sms, karena cowok itu beda sama cewek Ney, kami nggak bisa mikir bercabang. Cowok tuh takut Ney dibilang basi, gombal, ditolak, klise. Dan asal lo tau Ney, gue yang biasa deket sama cewek (yaa dia termasuk playboy sih emang hahaha ampun ka!) aja bisa nggak berkutik Ney kalo deket si cewek itu. Yaah gue rasa lo butuh tau tentang ini Ney."
RS: "......"
NR: "Kenapa lo? Kok diem aja sih? Respon dong!"
RS: "Bentar, lagi nulis status."
NR: "Ih parah bgt lo bukannya dengerin!"
RS: "Denger guee.. Justru itu, ni lagi mo nulis status berdasarkan quote lo tadi. Kryptonite cuma berlaku buat Superman."
NR: "hahahahaha kenapa lo? ahahaha dalem ya?"

-- and the rest of the conversation is about him telling about his crush. Ckckckc

Dan aku pun menasehati dia,
"Makanyaaa, jangan suka ngatain orang lain nggak gentle. Sekarang lo juga ngerasain posisinya dia kan? Hahahahaha" (PUAS.com)

Trying so damn hard to understand boys thingy. Thanks a bunch to HK.

All hail HK! Hahahaha


Ney.
Read more »
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...