Showing posts with label facts. Show all posts
Showing posts with label facts. Show all posts
0 com

Lebaran Hari Ke-5


Lapor,

Lebaran hari ke-5, masih nggak ada kerjaan. Secara masih banyak yang belum masuk. Tapi lumayan laah, manager, dan beberapa kucing besar sudah masuk.

Tikus-tikus tidak bisa berpesta lagi, Jenderal.

Anyway, aku udah masuk kantor sejak lebaran hari ke-3. Kebayang nggak sih, lebaran hari ke-3, kantor udah kayak kuburan. Yang masuk nggak nyampe 10 orang. Dan, kemungkinan hingga akhir minggu situasi diperkirakan masih kondusif. Oh iya, bagi yang nggak tau, setiap hari kamis, di kantor emang 'Uniform Day'. Untungnya nggak kayak TV tetangga yang seragam-an tiap hari dan harus pake celana bahan, kita boleh dong pake apa aja, yang penting ada seragamnya. Hari kamis malah jadi semacam 'fashion day'. Ngooook.

Hey-ho, hari ini aku bertemu bapak itu. Baru buka pintu, dia nengok, "Eh, Neysa..." with his cute new hair cut. Emang aslinya udah ganteng bahkan dengan rambut agak panjang, potong rambut pendek jadi makin ganteng. (Oke, repetisi di kata 'ganteng'..) Aku cuma jawab "Eh, mas..." bahkan lupa minal minul saking speechless-nya. Hahaha.

Selingan doang, nggak apa-apa lah ya, biar semangat ngantor. Kalo buat diseriusin mah bahaya yang model gitu.


Sekian. Laporan selesai.


Neysa
Read more »
0 com

Just a Feeling

I know you're not gonna read this blog, you even don't know it exists. So here I am, telling the truth. Cause I know the fact that you wouldn't read.

Not sure in the very first time what we are to be exactly. You know why...
But it's not what came first to my mind when I made my decision.

It's because my 'Sister Code':

"You can't trust your men for not seeing another women. But we take care, respect each other, and remember that karma does exist."

***

So, that's why I'm so upset that night. I know I can't be with you at the same time that I don't wanna leave this bubble.

So here I am, outside my bubble, gasping for the air. And you cannot see me through it, because I don't want you change your mind. Because she's really a perfect mate for you. Not me.

I watched you cry
Bathed in sunlight
By the bathroom door
You said you wished you did not love me anymore

You left your flowers in the backseat of my car
The things we said and did have left permanent scars
Obsessed depressed at the same time
I can't even walk in a straight line
I've been lying in the dark no sunshine
No sunshine
No sunshine

She cries
This is more than goodbye
When I look into your eyes
You're not even there
It's just a feeling
Just a feeling
Just a feeling that I have
Just a feeling
Just a feeling that I have, oh yeah

Cause I can't believe that it's over


Just like what we listened those old times. So you know that it's hard to leave you too. Yeah, I'll miss you too, I'll miss your family too, and if I said it that day, what's the point? Just make it harder for both of us. But everything right is always hard, right?

Be happy, be blessed, and do not be scared to catch whatever your dreams. Cause I'll catch mine too.


Neysa.
Read more »
2 com

Single and So What

Old guy same lines. New guy same lies.

Ribet ga sih hidup lo mikirin cowok doang?
Emang salah ya kalo single? Salah di umurku yang masih 23 *for-God-sake!* ini memutuskan untuk tak ingin dulu memulai hubungan lagi? Salah juga kalo sekarang lagi pengen pacaran sama diri sendiri, kemana-mana sendiri *atau sama siapa aja terserah*, bersenang-senang, not commited, not demanding, not depending, just me and my self.

No, no, I'm not 'this-girl-just-can't-move-on' type. Seriously. I'm having fun with my self. Literally.

Kalo ditanya move on, sekarang indikator move on apa sih? Punya pacar lagi? Kalo memang itu, berarti aku belum move on. Tapi kalo indikatornya, sudah nyaman dengan diri sendiri, nggak galau, nggak ribet. YES, I'm *goddamit* moving ON!

I'm now officially in 'SINGLE-AND-SO-WHAT' phase.
Jadi, please... JANGAN JODOHKAN SAYA LAGIII.... I mean, with anyone. Mau itu saudara lo, anak lo, tetangga lo, sepupu lo, siapa-siapa-siapanya lo. Thank you.



Neycito.
Read more »
2 com

Cerita dari Flores

Haihoo, akhirnyaa setelah 8 hari terputus dengan dunia luar --sebenernya nggak segitunya juga sih, tapi berhubung provider BB-ku XL dan di Flores ternyata sama sekali nggak ada sinyal XL jadi no pang ping selama 8 hari deh yay! And now i'm back to the J-town! So, what have I missed?

Anyway, entah kenapa trip kemarin terasa lebih spiritual. Maksudku bukan spiritual yang religius yah, tapi lebih ke 'mengenal diri sendiri'.

God always be kind to me. Somehow, Dia tau kalo aku akhir-akhir ini nggak punya waktu untuk berkontemplasi dengan diri sendiri (cailah!). Tapi serius deh, secara nggak sadar, selama 7 bulan kerja, aku nggak pernah sempat memikirkan diri sendiri. Selalu keluarga, kantor, teman, tabungan *eh*. Begitu seterusnya...

Tapi trip kali ini beda. Beda sama sebelumnya, waktu ke Tapanuli. Entah kenapa, yang kali ini lebih santai, tapi lebih dalem aja gitu. Mungkin karena di Flores I got the chance to socialize with locals, which I didn't have in Tapanuli.

Dan aku belajar satu hal. There's so much more beyond the eyes could see.

Jadi proverb "don't judge a book by its cover" itu BENER BANGET. Trus bukannya sebelumnya aku nge-judge juga sih, tapi kebiasaanku, dulu aku masih punya apa yaa... semacam 'generalisasi' buat orang-orang yang aku kelompokin ke label-label tertentu. Contoh kayak aku yang 'anak bungsu' sering banget dikelompokin ke label 'anak manja', 'anak kecil', dst. Kalo ada yang nanya "Ney, kamu anak ke berapa sih?" dan setelah dapet jawaban anak terakhir, mereka langsung, "pantes..."

Cover itu apa yaa... cuma topeng terluar aja, yang mau ditunjukin ke orang. If you want to know me more, come to me, let's get closer then. Padahal selama ini aku juga begitu, tapi aku nggak sadar selama ini BANYAK juga yang sama kayak gitu juga. :P

******

Contohnya si teman yang satu ini. *semoga dia nggak baca, ya... :P *

Waaw, dia itu sasaran empuk deh kalo orang mau lihat dia dari cover-nya. Dan dia juga bukan orang yang protes kalo kita misjudgement. Aku pun sama. Pertama kali ngeliat dia, seram luar biasah! Secara physically, ga usah dilanjutin hahah... :)) *dia pasti ngakak abis kalo baca*

Tapi ternyata... Baik banget. Secara di sana aku cewek sendiri, dan kalo dia mau cuek-cuek aja kayak yang lain, selagi aku ngurus ini-itu with locals 'which-turns-out-I'm-too-naive-to-deal-with-them' sendirian, pun bisa. Secara bukan job desk dia. Tapi ternyata justru dia yang nemenin. Dia yang maju kalo orangnya seram-seram, mulai dari aku dicolekin tukang minta-minta, sampe nawar harga sama penjual bertampang seram. Haha, thank you mas!

Ternyata, banyak cerita di balik semua 'sketsa' yang terukir di badannya itu. Ternyata ternyata ternyata. Banyak ternyata. Padahal sebelum berangkat, aku udah dinasehatin banyak orang karena aku cewek satu-satunya di dalam tim, dan ada dia. :))

Aku belajar banyak dari dia. Nggak semua orang harus tau cerita kita. Dan no big deal kalo orang salah menilai kita atau punya prejudice sama kita. Dan jangan takut kehilangan teman. Karena selama kita jadi orang baik, mau cover kita kayak apa juga, sahabat dan keluarga lah yang lebih tau kita. Yang paling penting, kita nyaman dengan diri kita sendiri, peduli amat dengan kata orang. :)

Pantes ya, biar serem gitu, anak-anak, anjing, random people sampe host-nya Jejak Petualang pada nempeeeel semua. :P


Kalo bukan orang iseng dan agak gila kayak dia,
nggak akan bisa bikin 1 gereja pose imyut kayak gini. :))



The over-tanned girl,

Neycito.


P.s: Foto-foto lain menyusul di post berikutnya ya. Psssst, deep down, suka ngiri nggak sih cowok baik-baik model begini pasti udah punya pacar yang rruaarrr biasah. Qiqiqiqiqq. Peace ah!
Read more »
0 com

Facts at Work

Some of you maybe wonder what do I do. Here are some clues...




Yea, right... :))
New friends, new meats. Yumm! #drooling

Read more »
0 com

BMT #3

New friends.

Wish me the very luck,

Read more »
0 com

Motivations



Sumber: Tumblr


L O V E I T !



P.s: They right about how many wolves 'out there', but the thing is I'm just a damn puppy. Wuff.
Read more »
2 com

Miracles Do Happen Everyday

Ucapan Terima Kasih

Kepada Allah SWT, atas semua hal yang telah Engkau hadiahkan untukku: jalan terbaik, orang-orang terbaik, dan segala kemudahan. Terima kasih Engkau masih berkenan mendengarkan doa hamba. I couldn't ask for more.

Untuk kedua orang tua, (nama orang tua), atas semua support-nya, mulai dari finansial, moril, spiritual, bahkan 'kartu pers'-nya. Terima kasih juga atas pertanyaan-pertanyaannya yang akhirnya membuat saya 'gerah' juga. I may not the best kid in the world for you, guys, but you're absolutely the greatest parents ever.

Untuk (nama pembimbing), pembimbing terbaik yang bisa didapat seorang mahasiswa. Terima kasih.

Dan yang terakhir, untuk Olan Maulana, Yes you, my not-so-stranger lover. Thank you for the critiques, loves, and beliefs. Even when I don't believe in myself. Thank you for existing.


Tadi nggak sengaja ketemu skripsi sendiri, dan ngebaca (lagi) ucapan terima kasihnya. Haa, telat banget ya baru posting ini sekarang.

Jadi inget waktu bikin ucapan terima kasih ini bener-bener dadakan banget, karena udah terlanjur ke tempat fotokopi, dan tentu saja mepet dengan deadline (yea right, I'm Ms. Deadliner), dan nggak sempet untuk bolak-balik lagi cuma buat mikirin ucapan terima kasih. Untungnya saya bawa laptop. Alhasil bikin langsung jadi aja deh. :D

Haa, teringat pula masa-masa bikin skripsi. Yang. Benar. Benar. Nggak. Mudah.

Mulai dari gonta-ganti judul -- nggak cuma 1, atau 2, tapi 3 kali -- gara-gara narasumbernya kejauhan kek, nggak mau diwawancara kek, sampe ada yang NGGAK PUNYA DATA. Oh Indonesiaku tercinta.

That was the lowest point of my life.
Dan yang pasti sih melawan diri sendiri itu yang susah, apalagi setelah ganti judul. Kok yaa down-nya susah ilangnya. Bayangkan aja, selama 3 kali ganti judul, berapa bulan down-nya kalau ditotal.

Kalau ditanya gimana akhirnya kok bisa bangkit lagi, sebenarnya prosesnya agak aneh. Saya itu memang tipe orang yang senang 'menyiksa' diri sendiri. Dikala orang-orang harus disemangati supaya bisa bangkit, saya butuh dimaki-maki. And thanks God, my boyfriend did that.

Nggak maki-maki juga sih sebenarnya, tapi lumayan pedas juga. Dan komentar itu selalu datang di saat-saat tak terduga, misal:

"Duh, capek nih yang,"
"Kamu kan nggak ngapa-ngapain, kok bisa capek? Kerjain sana skripsinya!"
"......"

Atau

"Kamu udah ngerjain skripsi belum?"
"Belum. Abis aku nggak ngerti."
"Gimana mau ngerti, orang nggak pernah dikerjain."
"....."

Kejam memang. Tapi benar. I hate that, especially when he's right. X(


Tapi komentar-komentar itu yang bikin aku merasa tercambuk, selain fakta bahwa orang tua yang akan pensiun, dan yang lainnya juga. Belum lagi si pembimbing yang nggak membantu banget karena doyan banget ngejatuhin mental orang. Plus, tidak banyak menolong di saat sidang. Contoh:

"Tuh Ney, kayak si A dong. Udah beres, tinggal revisi kecil-kecilan" Padahal si A ada di sebelah saya. Dan tebak aja, mukanya udah sombong berat, cyiin...
"Ah, kamu ke mana aja? Giliran mepet-mepet baru muncul."
"Let's see. Nggak janji ya bisa lulus Februari."
"Mending kamu bayar buat semester depan, udah nggak mungkin ini mah."

Atau pas sidang waktu dibantai dosen lain,
"Bukannya bagian ini udah kita bahas ya? Kok nggak diganti?" Padahal demi Allah, dia nggak bilang apa-apa waku bimbingan. Malah dia bilang bagus.

Atau pas saya nge-joke biar nggak nervous saat sebelum mulai sidang, tiba-tiba dia bilang, "Kayaknya nggak lucu ya, kita mulai aja." Padahal dosen-dosen lain senyum-senyum.

Kalau sekarang dipikir-pikir, kok bisa ya saya nggak emosi? Kok bisa betah ya? Padahal saya itu emosiaaaaaann banget orangnya.

Tapi, saya juga nggak lupa juga waktu dia bilang gini saat bimbingan terakhir,
"Wah padahal saya pikir kamu nggak akan selesai, ternyata selesai juga."

Atau di depan orang lain, saya dijadikan contoh karena skripsi saya bisa beres dalam waktu 6 minggu. Six hell weeks, hell yeah.

Atau pada saat tanda tangan terakhir, saya sempat bertanya pada dia, dimana si A. Mengapa saya tidak melihatnya pada saat sidang. Dan dia menjawab,
"Oh si A nggak bisa sidang, karena nilai TOEFL-nya nggak memenuhi."

See? Miracles happen every single day. All you have to do is work your ass off and just believe. Anjingnya banyak banget soalnya. Nggak usah didengerin. Dan itulah mengapa di salah satu poin terima kasih saya ada beliau.

My favourite quote:
Don't say "God, I have a big problem", but "Problem, I have a bigger God" instead.


Read more »
2 com

I'm in Love

Sedang jatuh cinta dengan 3 binatang ini...
  1. Honey Badger. Karena sifat tidak-kenal-rasa-takut nya walaupun bertampang imut-imut dan berbadan kecil. Nggak takut, meskipun lawannya singa atau ular. How bad ass is that?

  2. Orca. Karena kesetiaannya pada kawanan, dan pejantan-pejantannya yang raksasa tapi sangat menghormati ibunya. (Psst, karena kecerdasannya membuat dia disebut-sebut sebagai saudara kembar kita di lautan. Oh iya, dan mereka matrilineal.)

  3. Penguin. Karena kesetiannya pada pasangan, yang hanya memiliki satu pasangan seumur hidupnya. Daaan, tentu saja karena pejantannya yang feminis. Sweet! :D






Pic's Source: Google
Read more »
0 com

Dampak Menganggur

The facts:

My eyes when I read those:
Metromini nyangkut di separator busway Halte Grogol karena yg terbaik datang kepada mereka yg mau menunggu


WTH! I must get a job ASAP!

Read more »
0 com

LOL

Automatic vs Manual vs Motorcycle


pic's source

LOL. So true!

Read more »
2 com

Driving Tips

pic's source

What calms me down while I'm driving:
  1. Humming.
  2. Look up to the sky.
  3. Think happy thoughts!
  4. Don't look back.
Always work for me.

Read more »
0 com

A Lil Update of My Life

  1. This friday will be our first anniversary. As facebook always reminds me of it. Sweet! :D
  2. Also in this friday, insya Allah will be my first day working. I'm sooo happy and excited because this is what I've ever wanted since I was a little girl, believe it or not. Wish me the very luck, cause I'll need a lot of it!
    pic source

  3. Last weekend I had a trip with my bestfriend, Ricco Suhardian, to Pulau Seribu. I really had a great time to see my fave spot in the world, BEACHES! Yea, I was back to the sea, baby!
photographed by Antho Riyanto


I feel blessed. Lot of things could happen in a year, really. And fortunately for good reasons. Just don't stop believing. :)

Read more »
0 com

Judulnya Curhat

I sometimes wonder why there are some people broke up with their boy/girlfriend because his/her partner couldn't understand their busy activity. And after experienced it myself, I do understand of their loneliness. You know, when they drown by their tons of works, all meetings, and so, sometimes they tend to forget about you. They forget to call you, or even text you all day. Because I felt that too, haha.

But here's what I think.

Kenapa kita nggak berkaca dulu? Mungkin kasus orang berbeda-beda ya. Kalo saya, jelas karena saya belum punya kerjaan, sedangkan dia sibuk luar biasa. Jadi, sebelum saya berubah menjadi orang yang sangat sangat annoying dan bikin dia berpikir saya nggak bisa mengerti kesibukannya -- padahal sebenarnya hanya karena saya merasa 'gelisah-karena-mendadak-handphone-saya-bisu', saya cenderung lebih menekan perasaan di diri saya sendiri. Dan hal ini susah luar biasa, mengingat pikiran-pikiran saya yang cenderung drama queen. Gosh.

Jadi solusinya adalah...

Saya berkaca. Dia begini bukan karena kemauannya sendiri. Semuanya tuntutan. Toh saya ikut bahagia kan waktu dia diterima kerja?! Ingat semua kebaikan-kebaikannya dia, tapi jangan diingat-ingat terus, apalagi ketika dia dan saya masih sama-sama mahasiswa. Ah itu sih masa-masa terindah, :P tapi udah nggak akan mungkin terulang lagi. Biarkan itu semua menjadi kenangan (cailah!). Kemudian, tekankan pada diri sendiri bahwa hal ini nggak akan berlangsung selamanya. At least, sampai saya juga sama sibuknya dengan dia. Saat kapasitas otak nggak 100% punya doi lagi. :D

Read more »
4 com

Inner Beauty

Saya benar-benar nggak ingat di mana saya membaca artikel ini, tapi dalam artikel ini disebutkan tiga ciri orang yang memiliki inner beauty:
  1. Dekat dengan Tuhan
  2. Senang membantu orang lain
  3. Selalu bersyukur

Jadi, apakah itu Anda? Menurut saya, ini juga inti kehidupan.



P.s: Ada yang bisa bantu saya mengingatkan sumbernya? Terima kasih.

P.p.s: The original source's from here. Thanks guys! :D
Read more »
6 com

Me Recently

Really, I wanna post something cute, funny, and positive.
But my heart really is sooo gloomy recently.

The fact that it is D-13 from my boyfriend's job training that-I-don't-know-where-but-definitely-outside-Jakarta thingy.
The fact that my graduation is the last time I can see him before his job training.
The fact I'm soooo freaking dumb to realize my CV's gender was male. CV that I've sent to many many media in UI's job fair. Stupid-oo!
The fact that I haven't got calls from any medias, maybe because of my stupid stupid mistake.
The fact that yesterday had me proven that I couldn't catch something beautiful in frame.
The fact that I'm losing my sense of humor maybe because of my gloomy feeling.
The fact that I don't have something to do, and it's not actually-I-have-it-but-I-postpone-it.


Makes me more gloomy.
Thanks.

Read more »
0 com

Slip Tongue

Suatu malam, di dalam mobil...

Teman: "Ney, bawa kamera LDR lo dongg..."
Saya: "..........."



Read more »
0 com

Nostalgia. :)

Mumpung revisian udah beres, jadi teringat sesuatu...


Dulu waktu SMA, setelah dibuat patah hati oleh sahabat sendiri karena persahabatan yang kami buat sendiri, saya pernah berpikir...

"Mungkin nanti ada yang seperti dia, atau yang lebih dari dia. Dunia kuliah gitu loh, orang-orangnya udah dewasa-dewasa, banyak orang baru, pasti makin banyak pilihan. Mungkin nanti bisa melupakan perasaan yang ini."

Saya tidak sadar sampai si sahabat saya ini menelpon saya di suatu malam...

"Ney, gue lagi deket sama cewek."


And suddenly my heart stopped.

Ketika itu, saya baru tersadar, ternyata tidak ada yang bisa menggantikan dia.
Tapi tidak ada yang bisa saya lakukan, kecuali mendoakan dia bahagia.

Apalagi ketika melihat foto-foto mereka di situs-situs social-network itu, atau ketika bertemu sahabat saya langsung. Rasanya seperti ada yang hilang, entah apa.
Sakitnya luar biasa. Rasanya seperti punggung disiram es batu yang ujungnya tajam. Dan semakin sakit ketika harus tersenyum ketika sahabat saya ini bercerita tentang pacarnya. :)

Belum lagi ketika si pacarnya ini cemburu dengan saya.
Disuruh memilih, pada akhirnya sahabat saya memilih pacarnya.
Saya hipotermia.
Walaupun sebenarnya tidak rela, tetapi saya maklum dan berusaha terdengar santai seperti sahabat yang baik... Dan memang saya berusaha ingin menjadi sahabatnya yang paling baik buat dia.

Huah, ternyata perjalanan kami ndak mulus juga. :)



P.s: Jadi maklum kan kenapa saya nggak bosan-bosannya bikin posting tentang dia. :)
Read more »
0 com

Pacar itu...

Cuek. Apalagi ditambah sekarang udah kerja, jadi super sibuk, kurang-tidur, harus belajar dan lain-lain itu. Bah, makin cuek. Hari sabtu-minggu aja susaaaahh banget dihubungin, mau sms, telfon, atau facebook. Udah pasti nggak dibalesnya. Entah lagi ke bengkel, lagi belajar, lagi jauh dari handphone, sampe lagi tidur. Sekalinya nelfon ya pas malem-malem mau tidur. Lima menit sebelum dia tidur.

Pernah nih suatu hari di hari sabtu, kita telfonan pas dia mau tidur. Aku lagi cerita panjang lebar. Dianya diam aja, kirain dengerin. Aku makin semangat cerita. Tiga detik kemudian, "krooookkk..." Sialan. Ditinggal tidur.

Tapi, di saat-saat aku down-dan-stress kayak gini, tiba-tiba ada MMS dari dia. Foto restoran bebek ginyo dengan tulisan "Minggu depan maem di sini yuk dekk!!" Dan entah kenapa pas baca MMS itu, aku jadi semangat. Bukan semangat menghadapi hari selasa, tapi semangat gimana caranya mengatasi hari selasa dengan baik supaya hari sabtu bisa jalan sama dia, bersenang-senang. Dan pas banget, aku lagi pengeeeen banget makan bebek.

Ah tambah kangen,
I love you, hamster.

Read more »
0 com

Boleh Dibaca :)

Kata-kata Diki kepada Putra:
"... lo bikin sebutan 'adik' itu supaya dia dan lo bisa lebih akrab dari orang pacaran sekalipun! Dan, keadaannya malah lebih baik dari harapan lo sebelumnya. Ronny dan Santi malah lebih baik dari harapan lo sebelumnya. Ronny dan Santi malah akhirnya putus karena lo, kan? Akhirnya, lo lah orang yang tertawa paling akhir, ya kan? Sekarang, nggak ada lagi penghalang antara lo dan Santi."

(Mahir Pradana - Here, After: 64)


Ada yang senasib?
Well, saya rasa quote ini 'ngena' banget ke saya dan mungkin banyak orang.

Isu ini emang sensitif banget. Dan jujur, pada awalnya saya pun ngerasa nggak penting banget ngangkat isu ini. Tapi ternyata hal-hal semacam ini bisa bahaya juga. Dan, setelah baca novel ini (yang pengarangnya pun kebetulan cowok), saya jadi ngerti deh sedikit-sedikit tentang persepsi laki-laki. Termasuk ketakutan-ketakutan mereka.

Kasus-kasus macam ini yang saya dengar, sering banget menimpa cewek, entah kenapa ya. Mungkin karena cewek banyak yang terlalu pake hati kali ya, nggak ngerti deh. Atau mungkin ego laki-laki yang terlalu besar juga, nggak tau juga deh. Tapi bukannya cowok nggak bisa kena juga. Dan di sini saya nggak bermaksud nge-judge orang-orang yang setipe di atas jelek semua, mungkin ada yang bener-bener beneran, mungkin ada juga yang sejelek-jeleknya seperti kasus di atas. Wallahu'alam.

Intinya adalah, saya sih berusaha naif aja. Yang pertama, nggak bermaksud membatasi pergaulan sih, tapi ketika saya berpikir saya menghormati pasangan saya, ini adalah salah satu caranya. (Kecuali kalo dia emang bener-bener nggak pandang bulu, itu sih nggak worth it banget.) Yang kedua, saya pikir saya nggak perlu-perlu banget juga sih untuk cerita ke 'Putra-Putra' yang lain ini. Toh teman wanita saya banyak, dan masih ada mama dan papa saya juga yang bahkan jauh lebih berpengalaman. :P

Nggak mesti musuhan juga sih, tapi juga jangan terlalu deket juga. Menjaga silaturahmi aja kan nggak harus intim juga kan? Lagian kalo emang mereka bukan 'Putra-Putra' yang lain, pasti ngerti, maklum, dan berusaha memahami situasinya deh.

Yeaa, I get it now.
You know what, if your guy acts like this, then you should be happy. Sebenarnya dia cuma takut kehilangan kita. :)



P.s: Jujur, pacar saya sih nggak pernah bilang terang-terangan, tapi yaah saya tau diri aja deh. Saya kan juga nggak mau kehilangan dia, apalagi cuma karena hal-hal yang menurut saya 'sepele' kayak gini. :)
Read more »
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...