Seharian ini aku berpikir, mau ngapain ya hari ini? Weekend di Bandung tuh feels like hell, nggak kemana-mana bosen, mo kemana-mana lebih macet daripada Jakarta (yaiyalah orang-orangnya tumplek plek ke sini semua.) Setelah berbosan-bosan dan berbingung-bingung ria, akhirnya one of my good friend ngajak aku nonton film bareng, (500) days of Summer, dan aku baru sadar kalo itu salah satu film yang diputer di JIFFEST. And it was sooo good. Highly recommended!Jadilah kita nonton film ini, dan oia aku mengagumi banget si Zooey Deschanel (kalo nggak salah ngeja), si pemeran wanitanya, dari dulu. Dia tuh lucu, cute, sederhana, girl-next-door banget lah, and i love her style too! Huhu."This is a story of boy meets girl, but you should know upfront, this is not a love story." Itu kata naratornya pas di awal mula film. And you're right, don't expect anything smells like romance here. Dan aku jadi punya pandangan baru tentang sesuatu, okay, tentang cinta.Nggak tau kenapa, aku merasa beberapa pikiran Tom hampir sama denganku, yaaah naif memang naif tapi di sisi lain apatis juga. Kadang berpikir hal-hal yang namanya soulmate, fate, jodoh itu ada, tapi nggak jarang juga ragu hal-hal seperti itu real. That's silly, i know.Begitu pula dengan Tom, waktu dia jatuh cinta sama Summer, dia yakin banget kalo Summer is the one. Sampe akhirnya mereka pisah, and Tom can't get over her. Karena dia yakin Summer tuh jodohnya. But this is reality, and that's why i love about this movie, it's not a love story, it's a representative of reality. Tapi happy ending kok. Tenang aja. (SPOILER mode: ON) Heheheh.Favourite quote-ku waktu Tom ketemu Summer lagi di taman, Tom bilang kalo Summer benar tentang semua perkataannya di masa lalu yang bilang kalo yang namanya jodoh, soulmate, takdir itu salah. Padahal waktu dulu Summer ngomong gitu, Tom-lah yang idealis, yang bilang kalo jodoh, soulmate, takdir itu ada. Tom pun sempat bertanya pada Summer, kenapa dia meninggalkannya. Dan waktu sekarang Tom membenarkan semua perkataan Summer yang dulu, Summer yang waktu itu udah menikah (dengan orang lain), cuma menjawabnya begini,Summer: "I woke up one morning and I just knew."
Tom: "Knew what?"
Summer: "What I was never sure of with you."
.....
Summer: "You weren't wrong, Tom. You were just wrong about me."
Hufffh.Again, God and God's misterious way.Jadi intinya harus nonton, dvdnya udah bagus kok. Kalo yang mo nonton di JIFFEST lebih bagus lagi heheheh.End of words, here i show you two videos that made my weekend's not-so-boring. Here it is. (maaf ya kalo agak-agak nggak nyambung, mhuehehhehe.)Ney.
Read more »
Jadi, karena nggak ada kerjaan, akhirnya aku nonton National Geographic Channel. Yayaya aku tau aneh banget kenapa tiba-tiba nonton NGC padahal biasanya juga tontonannya Playhouse Disney yang nggak lain adalah Pocoyo and the Gank! hahahha. Tapi serius, hari itu lagi jelek-jelek banget tontonannya, dan lagi nggak ada Pocoyo juga, jadi akhirnya nonton NGC deh. (Penting banget lagi, pake dibahas) Lalu, di NGC lagi ada acara judulnya In The Womb: Extreme Animals. Jadi di acara itu membahas 4 macam janin dari binatang yang berbeda, ikan hiu, kanguru, tawon parasit, dan penguin kaisar (emperor penguin). Kalo ada yang bertanya-tanya penguin kaisar tuh kayak apa, itu loh yang di Happy Feet. Dan gara-gara acara ini pula aku jadi makin ngefans sama PENGUIN! Kenapa?
- Karena nggak seperti hiu dan kanguru yang kawinnya berkelompok (serem abis deh liatnya, apalagi hiu yang bener-bener berkelompok dalam satu waktu dengan 1 betina dan banyak jantan, kalo kanguru sih bergantian tapi tetep ngeri juga), penguin kaisar selalu setia sama pasangannya. Para penguin kaisar jantan hanya mengawini SATU betina, bahkan waktu betinanya mati, si penguin jantan nggak nyari gantinya tuh, alias Monogami. Perilaku yang mesti di contoh nih. Masa kalah sama penguin ya nggak? Heheh.
- Karena nggak seperti tawon parasit yang justru menitipkan janinnya di perut ulat kol (itu dia kenapa dia disebut tawon parasit, karena janinnya menjadi parasit di dalam tubuh ulat kol, sampe akhirnya si ulat mati karena makanannya diambil si janin tawon, parah!), penguin kaisar betina menyimpannya di badannya sendiri.
- Karena setelah telurnya keluar dari rahim si penguin kaisar betina, si penguin betina kehabisan tenaga dan bisa mati karena kelaparan. Tapi si penguin jantan nggak membiarkan pasangannya begitu saja, si penguin jantan dengan naluri kebapakannya dan pengertian sama pasangannya menawarkan diri untuk menjaga bayinya, biar si penguin betina bisa nyari makan biar sehat seperti sedia kala. Fase ini yang paling ku suka. Si penguin betina menggulirkan telurnya ke penguin jantan, dan yang mengerami telur adalah si jantan. Pelajaran moralnya sih bahwa urusan 'domestik' bukan cuma milik betina, tapi jantan juga harus ikut terlibat. Nah aku suka nih penguin kaisar jantan yang feminis model begini nih hihih, ini baru namanya kerjasama tim yang baik
- Karena nggak seperti janin hiu dan kanguru yang udah diharuskan mandiri sejak di dalam kandungan, (secara janin hiu udah mengalami infant cannibalism, dengan kata lain karena induk hiu nggak memberi makanan apapun, jadi si janin hiu harus mempertahankan hidupnya dengan cara memakan janin-janin lain yang ada di dalam kandungan, alias makan adek-adeknya sendiri, sedangkan janin kanguru yang seukuran Jelly Beans udah harus menempuh perjalanan sepanjang 30 cm untuk bisa masuk ke kantong ibunya.) penguin kaisar jantan sangat memanjakan janinnya, waktu janinnya merasa kedinginan, si bapak bisa merasakannya dan langsung merapatkan kakinya, biar anaknya nggak kedinginan. Dan selimut terbaik bagi si janin adalah di antara kaki si bapak. Angeeeetttt..
- Karena untuk menjaga anaknya, si bapak penguin merelakan diri untuk puasa selama kurang lebih empat bulan (bayangin, kita aja puasa sebulan udh ngos-ngosan, padahal itu tetap makan, gimana si bapak penguin), bahkan sampe berat badannya turun setengah berat aslinya, hampir 20 kg. Betapa bapak yang sungguh berdedikasi tinggi, hihih.
- Karena penguin betina, setelah mencari makan untuk dia dan anak yang akan segera menetas nan jauh di sana, dia akan kembali dan menemukan pasangannya hanya melalui suara (mungkin karena semua penguin bentuknya sama kali ya, hehehe). Dan kemudian dia akan menemukan si bayi yang sudah menetas dan bapaknya yang kelaparan. Di sini si penguin betina menggantikan si penguin jantan untuk memberikan asupan makanan pada si bayi, sedangkan giliran si bapak untuk mencari makan. Benar-benar terkoordinir, hihih.
Keren kan?! Dari empat jenis binatang ini, hanya bayi penguin yang beruntung. Karena dia tau siapa bapak dan ibunya, sedangkan bayi hiu dan kanguru hanya tau siapa ibunya, bahkan bayi tawon parasit nggak kenal siapa bapak-ibunya. Sedangkan manusia, harusnya sih lebih baik dari penguin ya, secara manusia punya akal pikiran :)
Anyway, ini beberapa foto dari the greatest Emperor Penguin.. Yaaaaayy
"For a shield from the storm, for a friend, for a love to keep me safe and warm, i turn to you. For the strength to be strong, for the will to carry on. For everything you do, for everything that's true, i turn to you." (I Turn to You - Christina Aguilera)
"I'm grateful for each day you gave me, maybe I dont know that much. But I know this much is true, I was blessed because I was loved by you. You were my strength when I was weak, you were my voice when I couldnt speak, you were my eyes when I couldnt see, you saw the best there was in me. Lifted me up when I couldnt reach, you gave me faith cause you believed. I'm everything I am, because you loved me." (Because You Loved Me - Celine Dion)
"So i won't hesitate, no more, no more. It cannot wait, i'm sure. There's no need to complicate, our time is short. This is our fate, i'm yours.." (I'm Yours - Jason Mraz)
Ney.
Read more »
Jumat, 6 Maret 2009.
Sella (one of my good friends in college) ulang tahun yang ke-21, we made scrapbook for her (kalo itu bisa dibilang scrapbook, hehe). Happy birthday Sel, have a blast! Tapi sayang, hari itu aku nggak bisa menghabiskan hari dengan mereka, soalnya someone's waiting for me out there, and he's JASON MRAZ! Hahaha. Ya, aku dapet tiket daily pass Java Jazz Festival 2009 untuk hari jumat, plus juga tiket special show buat Jason Mraz yang hari jumat juga.
Pas hari-H nggak tau kenapa kok kayaknya dipersulit banget ya jalannya. Aku sampe udah mau nangis saking keselnya.
Jadi aku berangkat dari Bandung sekitar jam 12.30 dengan harapan sampe Jakarta jam 15.00-an (sesuai dengan rencanaku bertemu sama temen-temenku dulu di Plaza Senayan). Agak meleset dari perkiraan awal, akhirnya aku baru sampe Plaza Senayan sekitar jam 15.30. Ku telfon lah temenku ini.
Tuuutt.. Tuuuuuuttt..
"Halo Ney, iya ini masih di rumah. Tungguin bentar ya."
Oke. Mungkin bentar lagi dateng. Walaupun sebenernya agak-agak khawatir karena rumahnya agak jauh (rumahnya di Barat, sedangkan PS di Selatan). But, that's fine, tapi nggak lama.
Mulai autis sendirian di PS setelah menghabiskan Cheeseburger + McFlurry Coffee. Untung ada dia di ujung telfon yang nemenin. Jadi, nggak terlalu takut karna nggak sendirian.
10 menit berlalu..
30 menit nggak kerasa..
Sejam kemudian (16.30): Dan masih belom ada perkembangan kabar yang signifikan. Mereka masih di rumah..
And i really hate to wait!
Semakin gelisah, dan akhirnya, sekitar jam 5 kurang, dia baru sms nyuruh aku nunggu di depan gerbang JCC aja. God! Sabar.. sabar.. Aku udah menggrutu sendiri pas mau naik taksi yang berhenti di depan PS. Untung supirnya kooperatif dan baik banget. Alhasil kita nggak kejebak macet. Dan akhirnya aku sampe juga di depan gerbang masuk Java Jazz Festival 2009.
Tapi buat apa ya kan, akhirnya aku pun menunggu lagi di sana. Jam 18.00 mereka bilang masih di Permata Hijau dan kena macet. Itu bener-bener aku udah nggak sabar. Aku disuruh buru-buru dateng ke Jakarta, tapi apa? Kalo tentara, aku sendirian yang udah sampe dan siap. Sedangkan musuh udah beratus-ratus batalion. Heuu..
Semakin mengingat Jason Mraz bentar lagi muncul, dan ada isu shownya bakal dimajuin, paniklah aku. Bayangin, sendirian memikirkan terancam nggak jadi nonton Jason Mraz. Udah nahan nangis tau, beneran. Mo beli di calo tapi mahal gilak! Nggak mampulah aku. Mo duduk, tapi nggak ada tempat duduk. Padahal kakiku udah gemeteran. Haha! Dan cheeseburger itu satu-satunya makanan padat yang ku makan. Pantes aja aku makin gemeteran ya kan.
Saking keselnya, aku nggak tau lagi mesti gimana. Akhirnya aku sampe sms 'dia-yang-di-sana' dengan nada kesal. Maafin aku. Nggak seharusnya aku menumpahkan kekesalan. Harusnya aku bisa lebih dewasa. Heuu..
Akhirnya jam skitar 18.25 dan kita baru masuk. (Itu juga udah pake nyelak antrian). Jalan cepatlah kita demi tiket Rp 235.000 itu. Dan selanjutnya.. selanjutnyaa.. Dan hilanglah sudah semua kekesalan tadi, larut bersama euphoria yang menggelora.
Best Moments: Waktu Mike Mohede nyanyi Indonesia Raya sebelum Jason Mraz tampil. Belom pernah aku se-merinding itu waktu denger lagu kebangsaan Indonesia itu. And yes, lagunya lagu-lagu cinta. Sayang, aku hanya bisa mendengar suaranya di ujung sana. That day reminded me of him.
Sabtu, 7 Maret 2009.
Setelah baru pagi bisa tidur, aku hampir aja bangun kesiangan. Untung ada si dia yang nelfon dan ngebangunin aku jam 7.30 pagi. Keluargaku bahkan nggak ada yang tahu kalo travelku berangkat sejam lagi. Heuu.. Untung kamu nelfon, miku.
Mandi cepet-cepet. Langsung berangkat dianter papaku. Padahal mamaku masak tom-yam dan nasi bakar. Aarghh, and I had to miss those!
Macet di Purbaleunyi bikin aku terjebak di dalem mobil selama 4 jam dan nyaris nggak bisa kuliah tambahan Kajian Strategis bersama Anak Agung Banyu Perwita. Tapi untungnya bisa juga, dan malahan pulangnya diajak nonton Kambing Jantan.
Yeaa, that movie. Film komedi tentang LDR (Long Distance Relationship). Ku pikir setelah pulang nonton, aku bakal tertawa. Ketawa banget sih, tapi agak merasa tersindir. Kenapa? Yea,i think you know why. Dan setelah nonton film itu, i kinda missed him a lot more. Huhu.
Minggu, 8 Maret 2009.
Today has been the best day for me for this week. Pertama, Java Jazz bikin aku kangen dengan lagu-lagu jazznya yang SELALU berbau cinta. Kedua, film Kambing Jantan yang dengan luar biasa mengejutkan bikin aku tambah kangen sama yang di sana. Jadi, intinya aku jauh lebih super duper kangen dia gara2 hari-hari kemarin yang makin mengingatkanku padanya. And today, he even sweeter than ever, hehe. I know he will read this, but that's my point. You know that you are really sweet today, sweety. ^_^
Aku jadi inget kata-kata Retha, one of my good friends in college, dia setuju aku susah ngomong kata-kata sayang itu, tapi dia ada benernya. Daripada nggak ngomong dan lebih sakit nantinya, mending ngomong sekarang. Gara-gara itu, sekarang aku berjanji sama diriku sendiri untuk nggak menahan diriku sendiri ketika hatiku menjeritkan kata-kata itu. Jantungku sekarang udah siap menanggung resiko untuk bekerja lebih extra kok ketika aku ngomong kata-kata itu.
You know i always believe in my heart, and my heart believes in you. Jangan lupa, aku udah bosen dengan kata-kata itu, karena nggak mewakili perasaanku tau. Jadi, cepetan cari vocabnya yuuk. Hehe.
Dan aku makin kangen dia. Haha. Kapan kamu ke sini, miku?
Aarghh! Aku merinding. Pas banget lagi nulis post ini, tiba-tiba Winampku melantunkan sebuah lagu yang nggak pernah ku anggep 'dalem' sebelumnya. Dan, pas aku denger lagi hari ini, I suddenly love that song! Haha.
Today's Soundtrack: Greatest Story Ever Told - Oliver James
Thank you for this moment
I've gotta say how beautiful you are
Of all the hopes and dreams I could've prayed for
There you are
If I could have one dance forever
I would take you by the hand
Tonight it's you and I together
I'm so glad, I'm your man
And if I lived a thousand years
You know, I never could explain
The way I lost my heart to you
That day.
But if destiny decided
I should look the other way
Then the world would never know
The greatest story ever told
And did I tell you that I love you
(Just how much I really need you
Did I tell you that I love you) tonight?
I don't hear the music
When I'm looking in your eyes
But I feel the rhythm of your body
Close to mine.
Its the way we touch that sends me
Its a way we'll always be
Your kiss, your pretty smile you know I'd die for
Oh baby, your all I need.
Aarghh! Gilak.
Still missing you,
Ney
Read more »