Showing posts with label hurt. Show all posts
Showing posts with label hurt. Show all posts
0 com

Don't You Remember

Hey blackbird...

Apa yang terjadi denganmu? Kamu seharusnya bahagia. Pekerjaanmu, teman-temanmu, atasan-atasanmu, semua menyenangkan. Aku tahu ini titik terendahmu, aku sangat tahu. Tapi apalagi yang harus kulakukan untuk membuatmu bahagia? Apa lagi?

Aku sangat tahu masalahmu, walaupun tidak ada sepatah katapun yang keluar dari bibirmu.

Apa?

Waktumu yang tidak ada lagi untuk sekedar berbincang denganku?
Salah satu sahabatmu yang sekarang jauh darimu?
Teman lamamu yang kembali menghantuimu?
Atau cerita terakhirmu dengan sejuta pertanyaan?
Atau efeknya pada dirimu?

Atau fakta bahwa kamu tidak pernah menangis lagi?


Ya ya, pasti semuanya, dan disimpulkan dengan yang terakhir kan? Mengapa? Karena kamu merasa tidak lagi punya hati?

Aku sangat tahu kamu hanya mencoba melindungi hatimu. Hati yang belum sembuh itu, hati yang tak sama lagi seperti dulu.

Aku tahu rasanya. Rasa ketika perisai itu dicabut paksa ketika kamu sedang berselimut di dalamnya. Penghangat yang kamu tanam dalam-dalam berubah seketika menjadi es. Rasa teramanmu yang seketika berbalik menjadi mimpi burukmu.

Iya, lubang itu. Sejuta pertanyaan itu. Mengapa kamu? Mengapa dia? Mengapa saat itu? Apa salahmu? Mengapa semudah itu? Mengapa tidak ada air mata? Apa ini semacam lelucon kosmik alam semesta? Ya ya aku mengerti.


Ketika jalan mendatar ini bahkan terasa lebih buruk daripada lembah atau jalanan berbukit itu.

Ditambah lagi tak ada lagi sahabatmu yang satu itu. Lubang hitam yang semakin menggerogotimu.

Ya ya ya.

Mungkin sudah saatnya kamu memikirkan saran sahabatmu. Mencoba kembali. Membiarkan hatimu dijahit kembali. Aku tahu kamu sedang sangat nyaman dengan kesendirianmu, namun apa yang akan kamu lakukan ketika malam datang? Pikirkan itu.

Bukankah dia baik? Bukankah dia juga membiarkanmu menjadi dirimu sendiri? Mengertimu, dan tidak menyerah karenanya? Mengapa tidak bisa? Mungkin memang juga tidak untuk selamanya. Tapi biarkan dia menjahit hatimu. Menenangkanmu. Mengembalikannya seperti dulu, walaupun tidak sama.

Belum. Mungkin belum.


Cepatlah sembuh,
Solar-plexus.


#NP: Adele-Don't You Remember (Don't you remember the reason you loved me before...)
Read more »
0 com

Through The Rain


When you get caught in the rain
With nowhere to run
When you’re distraught and in pain
Without anyone

We keep prayin’ to saved
But nobody comes
And you feel so far away
That you just can’t
Find your way home
You can get there alone
It’s okay
What you say is

I can make it through the rain
I can stand up once again
On my own and I know
That I’m strong enough to mend
And every time I feel afraid
I hold tighter to my faith
And I live one more day
And I make it through the rain

And if you keep falling down
Don’t you dare give in
You will arise safe and sound
So keep pressing on

Step fastly
And you’ll find what you need
To prepare
What you say is

I can make it through the rain
I can stand up once again
On my own and I know
That I’m strong enough to mend
And every time I feel afraid
I hold tighter to my faith
And I live one more day
And I make it through the rain

And when the wind moves
And shadows grow close
Don’t be afraid
There’s nothing you can’t face
And sure they tell you
You’ll never pull through
Don’t hesitate
Stay calm and sane

I can make it through the rain
I can stand up once again
On my own and I know
That I’m strong enough to mend
And every time I feel afraid
I hold tighter to my faith
And I live one more day
And I make it through the rain

P.s: Yes I'll hold my faith tighter
Read more »
2 com

Miracles Do Happen Everyday

Ucapan Terima Kasih

Kepada Allah SWT, atas semua hal yang telah Engkau hadiahkan untukku: jalan terbaik, orang-orang terbaik, dan segala kemudahan. Terima kasih Engkau masih berkenan mendengarkan doa hamba. I couldn't ask for more.

Untuk kedua orang tua, (nama orang tua), atas semua support-nya, mulai dari finansial, moril, spiritual, bahkan 'kartu pers'-nya. Terima kasih juga atas pertanyaan-pertanyaannya yang akhirnya membuat saya 'gerah' juga. I may not the best kid in the world for you, guys, but you're absolutely the greatest parents ever.

Untuk (nama pembimbing), pembimbing terbaik yang bisa didapat seorang mahasiswa. Terima kasih.

Dan yang terakhir, untuk Olan Maulana, Yes you, my not-so-stranger lover. Thank you for the critiques, loves, and beliefs. Even when I don't believe in myself. Thank you for existing.


Tadi nggak sengaja ketemu skripsi sendiri, dan ngebaca (lagi) ucapan terima kasihnya. Haa, telat banget ya baru posting ini sekarang.

Jadi inget waktu bikin ucapan terima kasih ini bener-bener dadakan banget, karena udah terlanjur ke tempat fotokopi, dan tentu saja mepet dengan deadline (yea right, I'm Ms. Deadliner), dan nggak sempet untuk bolak-balik lagi cuma buat mikirin ucapan terima kasih. Untungnya saya bawa laptop. Alhasil bikin langsung jadi aja deh. :D

Haa, teringat pula masa-masa bikin skripsi. Yang. Benar. Benar. Nggak. Mudah.

Mulai dari gonta-ganti judul -- nggak cuma 1, atau 2, tapi 3 kali -- gara-gara narasumbernya kejauhan kek, nggak mau diwawancara kek, sampe ada yang NGGAK PUNYA DATA. Oh Indonesiaku tercinta.

That was the lowest point of my life.
Dan yang pasti sih melawan diri sendiri itu yang susah, apalagi setelah ganti judul. Kok yaa down-nya susah ilangnya. Bayangkan aja, selama 3 kali ganti judul, berapa bulan down-nya kalau ditotal.

Kalau ditanya gimana akhirnya kok bisa bangkit lagi, sebenarnya prosesnya agak aneh. Saya itu memang tipe orang yang senang 'menyiksa' diri sendiri. Dikala orang-orang harus disemangati supaya bisa bangkit, saya butuh dimaki-maki. And thanks God, my boyfriend did that.

Nggak maki-maki juga sih sebenarnya, tapi lumayan pedas juga. Dan komentar itu selalu datang di saat-saat tak terduga, misal:

"Duh, capek nih yang,"
"Kamu kan nggak ngapa-ngapain, kok bisa capek? Kerjain sana skripsinya!"
"......"

Atau

"Kamu udah ngerjain skripsi belum?"
"Belum. Abis aku nggak ngerti."
"Gimana mau ngerti, orang nggak pernah dikerjain."
"....."

Kejam memang. Tapi benar. I hate that, especially when he's right. X(


Tapi komentar-komentar itu yang bikin aku merasa tercambuk, selain fakta bahwa orang tua yang akan pensiun, dan yang lainnya juga. Belum lagi si pembimbing yang nggak membantu banget karena doyan banget ngejatuhin mental orang. Plus, tidak banyak menolong di saat sidang. Contoh:

"Tuh Ney, kayak si A dong. Udah beres, tinggal revisi kecil-kecilan" Padahal si A ada di sebelah saya. Dan tebak aja, mukanya udah sombong berat, cyiin...
"Ah, kamu ke mana aja? Giliran mepet-mepet baru muncul."
"Let's see. Nggak janji ya bisa lulus Februari."
"Mending kamu bayar buat semester depan, udah nggak mungkin ini mah."

Atau pas sidang waktu dibantai dosen lain,
"Bukannya bagian ini udah kita bahas ya? Kok nggak diganti?" Padahal demi Allah, dia nggak bilang apa-apa waku bimbingan. Malah dia bilang bagus.

Atau pas saya nge-joke biar nggak nervous saat sebelum mulai sidang, tiba-tiba dia bilang, "Kayaknya nggak lucu ya, kita mulai aja." Padahal dosen-dosen lain senyum-senyum.

Kalau sekarang dipikir-pikir, kok bisa ya saya nggak emosi? Kok bisa betah ya? Padahal saya itu emosiaaaaaann banget orangnya.

Tapi, saya juga nggak lupa juga waktu dia bilang gini saat bimbingan terakhir,
"Wah padahal saya pikir kamu nggak akan selesai, ternyata selesai juga."

Atau di depan orang lain, saya dijadikan contoh karena skripsi saya bisa beres dalam waktu 6 minggu. Six hell weeks, hell yeah.

Atau pada saat tanda tangan terakhir, saya sempat bertanya pada dia, dimana si A. Mengapa saya tidak melihatnya pada saat sidang. Dan dia menjawab,
"Oh si A nggak bisa sidang, karena nilai TOEFL-nya nggak memenuhi."

See? Miracles happen every single day. All you have to do is work your ass off and just believe. Anjingnya banyak banget soalnya. Nggak usah didengerin. Dan itulah mengapa di salah satu poin terima kasih saya ada beliau.

My favourite quote:
Don't say "God, I have a big problem", but "Problem, I have a bigger God" instead.


Read more »
0 com

Random Thought

It really hurts to know that the person who we do respect the most and should be the one who really knows us very well, turns out to be the one who sees us in the most shallow way.


Or, am I really that shallow?


Read more »
0 com

Nostalgia. :)

Mumpung revisian udah beres, jadi teringat sesuatu...


Dulu waktu SMA, setelah dibuat patah hati oleh sahabat sendiri karena persahabatan yang kami buat sendiri, saya pernah berpikir...

"Mungkin nanti ada yang seperti dia, atau yang lebih dari dia. Dunia kuliah gitu loh, orang-orangnya udah dewasa-dewasa, banyak orang baru, pasti makin banyak pilihan. Mungkin nanti bisa melupakan perasaan yang ini."

Saya tidak sadar sampai si sahabat saya ini menelpon saya di suatu malam...

"Ney, gue lagi deket sama cewek."


And suddenly my heart stopped.

Ketika itu, saya baru tersadar, ternyata tidak ada yang bisa menggantikan dia.
Tapi tidak ada yang bisa saya lakukan, kecuali mendoakan dia bahagia.

Apalagi ketika melihat foto-foto mereka di situs-situs social-network itu, atau ketika bertemu sahabat saya langsung. Rasanya seperti ada yang hilang, entah apa.
Sakitnya luar biasa. Rasanya seperti punggung disiram es batu yang ujungnya tajam. Dan semakin sakit ketika harus tersenyum ketika sahabat saya ini bercerita tentang pacarnya. :)

Belum lagi ketika si pacarnya ini cemburu dengan saya.
Disuruh memilih, pada akhirnya sahabat saya memilih pacarnya.
Saya hipotermia.
Walaupun sebenarnya tidak rela, tetapi saya maklum dan berusaha terdengar santai seperti sahabat yang baik... Dan memang saya berusaha ingin menjadi sahabatnya yang paling baik buat dia.

Huah, ternyata perjalanan kami ndak mulus juga. :)



P.s: Jadi maklum kan kenapa saya nggak bosan-bosannya bikin posting tentang dia. :)
Read more »
0 com

Normal and Stable

Jadi keingetan sesuatu. Kayaknya bakal panjang nih postingnya.

Berawal dari browsing sana-sini, sampai nemu 'catatan harian online'-nya si wanita ini. Trus jadi keingetan sesuatu. Gini awalnya.

Suatu hari, si pria ini entah dari mana ngeliat profil maya-ku. Waktu kali pertama kita ngobrol adalah pada saat si pria ini nge-'add' salah satu akun messengerku. Awalnya nggak aku tanggepin sampe dia menyebut salah satu teman dekatku waktu SMA. Anyway, si pria ini bilang dia kenal banget sama teman SMA-ku ini, teman kecilnya apa kalo nggak salah. Akhirnya, kita ngobrol banyak.

Awalnya juga biasa aja ngobrol sama si pria ini. Pas aku tanya si teman SMA-ku, dia kaget juga kenapa aku bisa kenal, tapi intinya dia tau si teman kecilnya itu, dan aku percaya teman SMA-ku ini. Tapi lama-lama, obrolannya mulai intens. He began to text me. And that's when I knew he began to 'approach' me. (halah) Bukannya pede, tapi aku seperti punya radar when they did it. Karena pada dasarnya, aku takut didekati pria. Seriously. Even my boyfriend ever said he always scared to tell that he loves me, karena pada dasarnya dia tau aku yang 'penakut' ini, dan dia nggak mau aku takut sama dia karena perasaannya dia. (Padahal kan waktu itu aku juga ngarep dia ngomong, dasaaaarr...)

Intinya, aku mulai takut sama pria ini. Apalagi waktu dia mulai menunjukkan tanda-tanda tertentu. Aku selalu mengibaratkan pria-pria dalam tahap ini seperti burung:
  1. Burung merak jantan pada musim kawin yang ingin mendapatkan pasangannya, biasanya akan mengembangkan ekor-ekornya yang indah. Tujuannya: supaya terlihat keren, dan pasangannya jadi takjub
  2. Burung unta pada musim kawin yang ingin mendapatkan pasangannya, biasanya melakukan tarian konyol dengan memutar-mutar tubuhnya. Tujuannya: supaya pasangannya terkesan dia 'jago akan sesuatu'
Dalam keadaan normal dan stabil, biasanya aku langsung males nih kalo ada yang ngedeketin kayak gini. Ibarat bunglon, aku akan mengubah warnaku jadi warna-warna tajam supaya bunglon jantan tau aku mengirim pesan, "jangan dekat-dekat!"

Anywhoo, aku nggak kayak bunglon. Jadi walaupun terdengar klise, tapi aku ngasih sinyal 'kita temenan aja', and I mean it. I really hoped we could be friend. Tapi ternyata doi nggak mau tuh, and one day he disappeared.

Time flies. Nothing's changed with me.

Someday, somehow, I was checking on my social network account, and I found this girl. Sebenarnya wanita ini juga sekolah di SMA yang sama denganku, dan dia berteman dengan teman-temanku. I know her, and I'm pretty sure she knows me, but we didn't talk each other. Yah, seperti itulah. She's kinda changing her relationship status, with someone I knew I'm familiar with. And, guess who?

Yea, that guy. That exact same guy.

To me, see that, I was like, "wow, small world, huh?!" Beneran nggak ada perasaan jealous sama sekali. Bahkan aku sempat nge-add si pria ini, karena aku anggap dia teman lama. Serius deh nggak pake tanda kutip. Dan pas ngeliat tanggal jadiannya, aku sempat mengelus-ngelus dagu.

Waktu yang sama dengan waktu dia menghilang. Hmmm... (naluri provoost plus kebanyakan nonton film detektif, hadeh.)

Hal pertama yang terpikir: "Antara kebetulan, atau emang 'pindahnya' cepat, atau dia pasang 'perangkap' dimana-mana?" Dan jujur, perasaanku nggak enak banget, apalagi setelah dulu sempat menebak pria macam apa dia. Jujur, aku pengen ngasih tau si wanita ini, tapi gimana lagi. Pertama, mereka udah jadian. Kedua, aku nggak terlalu deket sama si wanita. Masa ujug-ujug. Akhirnya aku pilih diam.

And I made BAD BAD decision. Beberapa bulan kemudian aku penasaran kok belum ada tanda-tanda si pria ini meng-confirm undangan pertemananku ya? Dan ternyata pas di cek, emang belum di-confirm. Sempat bertanya-tanya tapi akhirnya malah lupa gara-gara terlalu excited for going abroad to Turkey. Yay! Dan karena perjalanan dan internet yang cuma bisa di hotel, akhirnya aku jarang online.

Hari itu, bosan sendirian di hotel pas abis mandi (roomate-ku lagi ngecengin bule-bule Turki, haha), akhirnya ku putuskan hot spot-an di laptop. First notification I got was from that guy. He confirmed me. And I smelt something fishy. Dan benar saja, ternyata mereka berdua putus. And the day he confirmed me was the exact day he broke up with her! Even he wall-ed me with something nice and 'ganjen' and 'sok deket' words. Tapi terus dia hapus, dan diganti something polite like, "Hey, Ney, gimana kabarnya?" But hell-ooo, it's written on my email. Asshole.

Dan baru tau baru-baru ini, they broke up because he cheated on her. JERK!

Dan aku semakin merasa bersalah sama si wanita ini, because I've never told her. What would you do if you're me?




P.s: Pesan moralnya adalah kita bisa menilai seseorang dengan benar ketika kita berada di situasi yang sangat normal dan stabil. So, be stable. Dan untuk si wanita ini, saya benar-benar minta maaf. I'm really sure that you're worth the great guy, way much greater than him. Fighting! :')
Read more »
8 com

Insecure

Seorang teman baik pernah berkata, "Emang sih, rasa insecure itu nggak pandang bulu soal milih korbannya, nggak peduli orang itu udah se-perfect apapun juga. Tapi, yaaah... anggap aja itu anti self-respect, kalo lo aja nggak menghargai diri lo sendiri, siapa lagi?"

Yeah, I've been there too. Who hasn't anyway?

Dan itu ngeganggu banget. Ada-ada aja deh kasusnya, mulai dari diomongin orang, sampe diomongin diri sendiri. :D Dan yang lebih nyebelin lagi, kebetulan banget orang-orang ini bukan orang-orang yang kenal sama kita. Hemmm...

Seorang teman bahkan pernah bilang aku itu cewek yang "open-book" banget (kayak ujian aja!), nggak ada misterius-misteriusnya, bikin cowok-cowok jadi males ngedeketin. Dan yang ngomong gitu cowok. Bayangin aja, hahahaha. As he said, "kebaca banget deh. Apalagi dari blog, twitter, plurk, dan semua account jejaring sosial lo yang lain deh."

SIALAN. STALKER!

Waktu itu jelas aku down banget, sampe akhirnya salah satu teman baikku (cewek) bilang, "duh apaan sih tuh cowok. Emang semua cowok kayak dia? Nggak usahlah didengerin. If they don't like you the way you are, it's their lost. Dan menurut gue, lo nggak se-open-book itu kok, buktinya gue masih suka terkaget-kaget kadang lo bisa sangat-sangat dewasa, sedetik kemudian kayak anak kecil, di detik kemudian balik dewasa lagi."

:')

Dan gara-gara kata-kata itu (plus aku disuruh nonton He's Just Not That Into You), it felt waaaaayy better! :D

So, instead of 'open-book' person, I chose 'honest' to replace it.

Kesimpulan: Resep anti-insecure adalah sebagai berikut...
  • paling sedikit 1 buah persahabatan (pastikan isi kemasan belum expired, dan lebih banyak lebih baik), dan
  • 129 menit waktu untuk menonton film He's Just Not That Into You.

A wise person once told me that if a guy wants to be with a girl, he will make it happen, no matter what.
-Gigi, He's Just Not That Into You-


But, beware of those 'insecure-girls-hunters' out there. So that if you really like someone, make sure you really care about that person, not because that person fills your emptyness (so lame!), but completes you. :D


Read more »
0 com

Unfinished Business

I am really unsure about writing this post, but I keep thinking about something. Something that I have tried not to think about, something that I think I am too scared even just thinking about.

So I help myself with the thought that I was a mean person. That is it. But it is not enough. It is never enough. And I feel haunted and guilty even more when someone else told about this person. And I never, ever, in my any cells of my body, have a thought to hurt this person.

I know I was wrong. I never had a clear statement to this person, so I hope this person read my post, because you know, I'm suck on talking. Really suck. And I never have any guts to tell the truth, because I don't want to hurt this person, not anymore.

Okay, I'm stuck here.
I'll put some lines from one of my favourite movies that describe my feelings the most

Summer: I woke up one morning and I just knew.
Tom: Knew what?
Summer: What I was never sure of with you.

Summer: Well, you know, I guess it's 'cause I was sitting in a deli and reading Dorian Gray and a guy comes up to me and asks me about it and... now he's my husband.
Tom: Yeah. And... so?
Summer: So, what if I'd gone to the movies? What if I had gone somewhere else for lunch? What if I'd gotten there 10 minutes later? It was - it was meant to be. And... I just kept thinking... Tom was right. [about true love that they talked about before]
Tom: No.
Summer: Yeah, I did.
Summer: I did. It just wasn't me that you were right about.

It just wasn't me that you were right about.


So, listen here, I always believe that you have a huge heart, and you are a great person. And I believe that someday, if you always think you are a great person, you will be a great one. And trust me, I know that somewhere, somehow, you will meet the one. We will never know what Allah had planned to all of us. You always told me that. I am so sorry.

Everything happened for a reason.

Cheers,


Ney.
Read more »
0 com

Menyedihkan Menyayangimu

Menyedihkan menyayangimu..
Padahal kamu yang mengajariku bicara.
Padahal kamu yang mengenalkan artinya.
Dan ku anggap aku memang menyayangimu..

Menyedihkan menyayangimu..
Padahal bicaramu semanis gula.
Hingga aku pun diabetes karenamu.
Terlalu banyak gula (baca: racun) yang kamu berikan.
Dan aku anggap aku memang menyayangimu..

Menyedihkan menyayangimu..
Suaramu tiap malam itu. Membiaskan telingaku.
Kata-katamu yang luar biasa hebat itu. Meracuni pendengaranku.
Padahal dirimu sendirilah yang menusuk solar-plexus-ku hingga karam.
Dan aku anggap aku memang menyayangimu..

Kamu tak tahu artinya.
Atau kamu tak mengerti artinya.
Yang ku tahu, kamu hanya tak mampu sendirian.
Kamu hanya takut kesepian.
Dan yang aku tahu, itu bukan cinta.

Ironis.
Guru yang tak mengerti materi bahasannya.
Read more »
0 com

Si Kampret Anak Nakal

huah!
KAMPRET.

sebenernya mo berontak.
tapi aku terlalu sayang dia,
dan lebih nggak bisa kalo nggak ada dia.

Jadi pilih mana Ney?
Tersiksa atau Lebih tersiksa?

Kali ini, apa yang salah?
tapi aku bertahan kok.. *sigh
47 more days!!
SEMANGAT!

Today's Quote:
"Ada atau nggak ada kamu, semuanya sama aja..."


but i assume it was just because he's very exhausted today,
and i just swallow it just like bitter medicine.
trying so damn hard not to think about it
(yaaa, walaupun setiap intonasi, kata, hurufnya masih berputar-putar di kepalaku..)

shoot me right through my head, anyone!
so, your voice doesn't keep replay through my head over and over again..


*) yang ku tahu cinta itu indah.. (somehow, this song becoming very deep to me..)
Read more »
0 com

Mengapa Diam?

Suatu saat, di 2/3 malam itu, terdengar percakapan melalui telepon selularnya..

Cowo- Trus, aku nggak bisa ngebayangin gimana akhirnya..
Cewe- ........
Cowo- Kok diem?
Cewe- Mmmm.. Yang pasti, akhirnya kamu harus bahagia..
Cowo- Kamu juga harus bahagia..
Cewe- Iya.. Nanti juga bahagia.. Aku kan badut..
Cowo- (suaranya memudar di speaker si cewe, entah gara-gara XL, atau pikirannya yang udah carut marut. Entah.) blablabla...

Cowo- Kamu kok diem melulu sih??
Cewe- Hm? Mmm..
Cowo- Ngantuk ya? Yaudah deh tutup dulu ya..
Cewe- Hm-mh
Cowo- Daaah
Cewe- Daah

Krek.

Then,
She put her fake smile on her lips, as usual.

But it's unusual, cause no one's around her.
Like clown without audiences
And that (fake) smile even broke her heart MUCH more
Was she trying to lie herself now?
Don't know.
No one knows.


Maaf ya, cuma bisa diam..
Read more »
0 com

Tragedi si Uut

Jadi hari ini masih ngampus seperti biasa, dan seperti biasa juga ketemu anak-anak. Setelah beberapa hari akhirnya pulang ke kandang (Ciledug) dan bertemu dengan sanak keluarga, hihih bahasanya. Padahal belom puas mainin keyboard (tang-ting-tung kita nabung) dan si gitar baru itu (jreng-gonjreng-gonjreng).

And finally, kebeli juga tuh sepatu converse yang sudah ku incar sejak lama, sayang nasib putih cemerlangnya hanya bertahan 3 hari sodara-sodara. Heuu. Gara-gara kecengklak (separuh kaki kiriku terperosok di lubang di antara jeruji-jeruji got jahanam itu), jadi belang sebelah deh tu si uut. Siaul. Kejadiannya di sebelah Cawit, ada besi-besi yang di trotoar (buat nutupin got itu loh), dan akhirnya si uut terjebak di antara besi itu. Lumayan bikin kakiku sakit untuk beberapa jam.


uutkuuu sayaaangg..

Akhirnya sampe kos ku cuci lah sepatuku yang satu itu dengan sepenuh hati dan tenaga. Lumayan sih bisa ilang, walaupun juga nggak jadi seputih dulu. Heuu.

Anyway, kenapa semua orang akhir-akhir ini pada ngomongin bisnis ya? Apa sudah se-begitu tuanya aku sampe-sampe orang-orang menganggap aku sudah harus berbisnis (intinya masih menganggap diri sendiri masih kecil). Yea, right, aku sangat ingin berbisnis, tapi masalahnya bisnis apa? Mulai dari sepatu sampe EO udah pernah diomongin, tapi pasti lagi-lagi balik lagi ke pertanyaan awal, serius nggak nih? Jujur kalo yang bermodal besar aku masih jauh dari berani, sekarang mikir jeleknya deh, kalo modalnya nggak balik? (Emang dasar nggak ada jiwa entrepreneur-nya nih, risk-taker) Abisan kadang diselingi lelucon-lelucon juga sih, bikin aku jadi agak mikir, "Serius nggak nih?". Tapi serius deh, aku yakin walaupun dengan modal nggak terlampau besar, tapi kalo ditekunin pasti bisa maju. Insya Allah. Amin.

Btw, film dragon ball: evolution agak kekanak-kanakan nggak sih? Naganya juga mengecewakan, secara di tv (dulu setiap hari minggu jam 9 pagi di Indosiar, entah sekarang) ending credit-nya animasi Goku lari-lari di atas badan naga, which is aku beranggapan naganya amat-sangat besar, panjang, purba, menyeramkan tapi sekaligus bijak, tapi ternyata di filmnya sangat mengecewakan. Kesannya si Goku/Oozoru lah intinya. Padahal, namanya juga dragon ball, bolanya aja bagus, masa naganya kacangan. Tapi drama-komedinya dapet kok. Stephen Chow, no wonder.

Si dia? Masih baik-baik saja. We're just fine. (Kayak ada yang nanya aja, ahhaha)


Ney.

----------
P.s: kok akhir-akhir ini aku merasa blogku agak nggak penting ya? Hmm, lagi agak nggak mood nulis yang agak mikir, lagi pusing dan batuk ni. Mana setiap batuk jadi pusing, jadi mending ditahan deh batuknya biar nggak pusing.

Kayaknya ada yang ketiduran (lagi), padahal dia yang mau telfonan dan aku yang sapi. Haha. Mungkin aku lebih tepat disebut kelelawar daripada sapi, abisnya malem-malem gini malah nggak bisa tidur.

Oia, bagi yang ngerasa penakut, ato sok berani, jangan nonton Coming Soon (film horror Thailand). Bikin gila!
Read more »
0 com

Lil' Update

Baru ngeliat sesuatu di suatu tempat..
Aku jadi merasa selama ini aku yang erlebihan.
Berlebihan menanggapi semuanya.
Berlebihan melakukan segala hal yang disuruhnya padaku.
Padahal (setelah berfikir) dia tak pernah memberitahu apapun padaku.
Teman-temannya, aktivitasnya sekarang, segala perubahan.
Padahal dia tau semuanya.
Teman-temanku, aktivitasku, sampai masa laluku.
Aku yang bodoh, terlalu bodoh.
Entah, mungkin akan sedikit menguranginya.
Entah, aku takkan terlalu bodoh lagi.
Entah.
Read more »
0 com

just another silly thought in the middle of Kajis

it's getting more complicated
or it's just me, my self, and my silly thought?

the clown just wants everybody to be happy
if it didn't happen,
then she failed.
Didn't i try so hard or what?

but i'll keep my heart away from those poisoning questions.
no matter what.









Today's Soundtrack:
Bizarre Love Tiangle
Frente!
Every time I think of you
I get a shot right through into a bolt of blue

Its no problem of mine but its a problem I find

Living a life that I cant leave behind


Theres no sense in telling me

The wisdom of a fool wont set you free
But thats the way that it goes
And its what nobody knows
And every day my confusion grows


Every time I see you falling

I get down on my knees and pray
Im waiting for that final moment
You'll say the words that I cant say

I feel fine and I feel good
I feel like I never should

Whenever I get this way,
I just dont know what to say

Why cant we be ourselves like we were yesterday


Im not sure what this could mean
I dont think you're what you seem

I do admit to myself
That if I hurt someone else
Then we'd never see
Just what were meant to be



*) masalah ini datang terlalu bertubi-tubi
missed you like crazy..
Read more »
0 com

First Day in 6th Semester

Hari ini hari pertama masuk kuliah semester 6. Feeling like crazy. Tapi aku seneng karena semester ini nggak ada kuliah pagi jam 7. Hiphip Hooraayy! Jadi nggak ada lagi alasanku untuk malas kuliah semester ini. Beberapa faktor udah terpenuhi, kayak:
  • Semangat dan Motivasi Baru? --Checked..
  • Jadwal Kuliah nggak padet? --Checked..
  • Nggak ada kuliah pagi jam 7 (Jadi nggak ada alesan males bangun..)? --Checked..
  • Semua kelas pasti ada anak-anak yang asik? --Checked..
  • Revenge Spirit for dua 'D' yang tersemat di semester lalu? --Absolutely Checked..
Jadi, I'd better be MORE FIGHTING this semester. Wish me luck!

Aku benci banget kalo lagi PMS (baca: Pra-Menstruation Syndrome). Prasaan itu selalu muncul. Sedih dan marah sama diri sendiri. Pasti menyebalkan bagi banyak orang ngeliat perubahan sikapku yang jadi labil gara-gara hormon. Dan aku pun tersiksa! Karena aku jadi nggak bisa berpikir jernih. Termasuk untuk urusan yang satu itu, heuu..

Yaah, tapi balik lagi ke post sebelumnya. I'm a girl-who-cant-talk-love-at-all type. Yaah semoga aja tanpa ucapan, oknum yang bersangkutan dapat mengerti what my-solar-plexus wants to say. God! I really hate this situation..

Aku tau, bukan aku aja yang harus dimengerti. Orang lain lebih penting untuk ku mengerti. Justru itu aku belajar. I always learn how to pleased everyone, I'm sorry if I can't made it until now. I'm just human being. Wish you could understand..

Arghhh I really hate my self.. I've already hurt myself..

Hurt - Christina Aguilera
I'm sorry for blaming you
For everything I just couldn't do
And I've hurt myself
By hurting you


Best Regards,
Neysa R

P.s: I love writing so much. Sebelum-sebelum ini, aku punya blog di Friendster dan beberapa note di Facebook. Tapi, blog Friendsterku lebih lengkap, karena ada tulisan-tulisanku sejak SMA di situ. Happy reading.
Read more »
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...