Showing posts with label Paskibra. Show all posts
Showing posts with label Paskibra. Show all posts
0 com

Iron Man (and Woman)

Today, I met one of my bestfriend. I just forgot when was the last time I got a chance to talk with him again, I mean a real talk. And it really refreshing, though he didn't have any solutions :P, but sometimes you just wanna be listened. That's all.

Sebenernya, sahabat cowokku ada dua. They've always been my best man, and still now, even one of them had become my lover. :)

Pokoknya, nggak ada masalah yang tidak bisa untuk tidak diceritakan. Semuanya kayak ember bocor. Kayaknya mereka udah bosen banget kali ya, denger ceritaku. Tapi anehnya salah satu dari mereka malah mau sama aku, instead of 'ilang-feeling' hihihi.

Akhirnya kami malah ngobrol ngalor-ngidul yang ujung-ujungnya sampai kepada 'keluarga' yang membesarkan kita hingga menjadi seperti sekarang (emang sekarang kayak apa ya? Hehehe)

Sebut saja dia, si Goyang Gurita (GG). Hahahaha...

Ternyata dari obrolan kami hari ini, kami baru menyadari pola pikir kami hampir sama. Dan kami berdua pun sepakat, pola pikir ini mungkin kami dapat dari tempaan 'keluarga' kami yang selama tiga tahun membesarkan kami. Selama tiga tahun itu pula, akhirnya kami mendapat pelajaran yang sangat berharga.
  1. Melihat masalah dari dua sisi
  2. Jangan pernah mengeluh
  3. Bagaimana caranya menyelesaikan masalah tanpa masalah (kok kayak iklan ya?).
And finally we're just laughing about the past.
Kami menertawakan mereka yang berada di posisi kami dulu, menertawakan keadaan bahwa kami dulu pun sama. Bahkan mereka sekarang jauh lebih baik daripada kami dulu.

Lebih mandiri. Itu lebih tepatnya.
Mungkin memang karena zamannya yang sudah berubah.

Kami pun menertawakan hidup kami yang dulu penuh drama, and we're actually lived in there. Dan mungkin karena itu pula, akhirnya sekarang kami hanya mau hidup yang simpel-simpel aja. No drama involved.

Tidak seperti pendahulu kami yang memiliki perbendaharaan kata yang complicated, aku merasa sangat sangat dangkal dibandingkan mereka. Ternyata si GG juga merasakannya. Maybe that's why I don't wanna be part of 'whatever-they-called-their-name', bukan karena tidak peduli, tapi mungkin karena beda visi dan beda cara. Maybe that's why.

But don't even dare to think that I hate them. I love them. So much!
I just thought am I valueable enough to give someone something valueable?


Intinya: Nggak selamanya yang berbeda itu harus diperdebatkan, even sometimes they gave me such an enlightment. They gave me new perspective.

Satu hal lagi yang saya ingat dari percakapan kami tentang sesuatu hal di luar hal yang kami diskusikan barusan:

Ney: Ah, enak banget, Co, jalan hidupnya. Kayaknya gampang banget! Nggak kayak kita, REM to the PONG!
GG: Yea, right. Lihat aja sekarang dia gimana. It leads nowhere, Ney.

Ah memang, besi yang ditempa itu jalannya nggak pernah mudah. Panas. Sakit. Dipukul-pukul. Kehilangan arah. Sebelum akhirnya kuat dan tidak bisa dibengkokkan. Lalu pertanyaannya, apakah waktu tiga tahun sudah cukup membuat kami kuat dan tidak bisa dibengkokkan? :)

Ney.


------------------------------------
Update (21/7):
Tambahan dari GG dari tweetnya buatku, "Satu pelajaran yang kurang. Hidup itu pilihan!"
Walaupun kadang aku masih ragu, apa benar kita memilih atau 'dipilihkan', tapi setidaknya kita 'dibuat seakan-akan memilih' pilihan tersebut.

Ah, rahasia Illahi. :)
Read more »
0 com

This Outrageous, Fandango, and Absurd Weekend

Jadi, tanggal 3-5 Juli kemarin, aku dan alumni (damn kata-kata ini bikin aku inget umur) Paskibra 78 lainnya, berbondong-bondong (padahal cuma 6 biji) dateng ke Sarasehan XXI. Bukaann.. Bukan menyangkut Sarah Sechan (ex VJ MTV itu), atau nyebut merk salah satu bioskop, bukaaann.. Sarasehan itu acara yang diadain Paskibra 78 yang tujuannya banyak, discussing anything, vacation-ing, dan tentu saja haha hihi tanpa henti. Dan XXI itu adalah angkatan terakhir di Paskibra 78, sekaligus panitia Sarasehan. Hmm, ga nyangka Paskibra udah punya 21 angkatan. Inget umur lagi deh, haha.

Anyway, kita pun baru berangkat hari Sabtu pagi (atau menjelang siang, haha) naik mobil Peugeot-nya Kautsar Primadi Nurahmad yang udah berbaik hati mau kita tebengin. Mana isinya orang gila semua di mobil, kacrut banget lah. Macet? Lewaaatt.. Dan, akhirnya setelah macet, peluh, dan keringat (berlebihan), sampe juga di villa Heidelberg yang dicari-cari itu. Villanya bagus loh ternyata.. Asik deh pokoknya.

Ternyata di sana udah ada mas Saleh, mas Surya, dan ka Bas (yang akhirnya nyampe juga dia setelah kesasar-sasar, hehe), dan tentu saja pasukan XIX, XX, XXI. Setelah ngobrol-ngobrol sama mas Saleh dan mas Surya, kita nontonin pasukan main kasti abal, dengan base bikinan sendiri sebelum akhirnya mendadak hujan. Dan entah kenapa pas ujan, suasananya jadi lebih bagus dan mendukung (mendukung naon? Gatau deh, tapi aku memang suka hujan, ssstt!). Dan akhirnya aku mulai memperhatikan villa yang ternyata punya kolam renang, lapangan tenis, dan ruangan yang ada mirror ball dan bar ini, sebelum akhirnya alumni main kartu bareng di lantai ini, makan bakso (tepatnya mas Sur yang makan, karena abis baksonya, jadi Farah dan Yoan nggak kebagian). Kita pun naik ke lantai atas..

Ternyata di lantai atas lebih rame.. Aku pun akhirnya kenal juga dengan pasukan yang selama ini belum pernah, bahkan, aku tau namanya. What a shame! But better be too late than never, ya kan? Alibi, hehe.. Dan ternyata pasukan sekarang lebih gila than ever deh, hehe. Ada titisan mas Fahmi, dan ka Dossy loh, mirip banget loh gaya-gayanya.. Bikin ketawanya juga abis-abisan.. Sampe pas malem hari ke-2, aku udah nggak kuat banget ketawa, perutku kram. Serius. Aku lupa kapan terakhir kali aku ketawa sesering ini. Damn, but it felt good!







Quotes:
April dan salah satu XXI: "Di dadaku, ada kumismu..." (nyanyi-nyanyi sambil nyuci piring)
Mendadak mas Saleh dateng, dan berkata: "Siapa? Saya?"

Ika, pas main uno: "Thanks God!" (pas menang dengan penuh penghayatan, dengan suara yang hampir ilang, gara-gara nggak pernah menang)

Rejong, pas main uno: "Hahaha coba ada olimpiade Uno.." sama "Lagian ngomong uno uno uno uno" (Padahal setiap ngomong uno disaat kartu masih banyak, kartunya ditambah dua, jadi itung sendiri berapa kartu Rejong abis nggak sengaja ngomong ini..)

Ghazi, pas Yoan nanya apa dia udah diijinin orangtua ikut Sarasehan apa belom: "Yaah ka, ibu saya mah malah nanya kapan berangkatnya.. Malah udah ngusir-ngusir gitu ka.."

Ghazi, pas main uno dan dia nggodain Nuga gara-gara dia punya kartu +4: "Turunin.. Engga.. Turunin.. Engga.." (dengan gaya-gaya menggoda khas Aura Kasih, hahahaha)

Ghazi, pas main Monopoli waktu dia masuk kompleks nya Farah: "Yah udah ini mah jual diri aja.."

Ghazi ngomong ke Uchal, pas main Monopoli waktu dia akhirnya dapet duit banyak gara-gara masuk bebas parkir: "Sori ya mas, kita nggak temenan lagi.." (sambil mendengus sombong, dan tampang merendahkan, hahahahaha)

"SREG"-nya XXI, dan masih banyak lagi..


Tolong ingatkan aku kejadian lucu lainnya ya,
Ney
Read more »
0 com

High School Madness

Nyebelin! Udah nulis panjang-panjang, tiba-tiba keapus. Mana draft-nya udah keburu ke apus juga. Dammit! *menghela nafas panjang* Soo, here we go again.. (Mungkin nggak se-panjang yang ku tulis tadi, abis males banget ngulang lagi..)

***

Ternyata oh ternyata, setelah diutak-atik ke sana kemari, sekaligus dapet bantuan dari si dia, yang juga ikut mengutak-utik blog, ternyata emang nggak bisa dimunculin si kolom komen di blog
ku yang ribet tersayang ini, heuu. Tapi, berhubung aku udah terlanjur cinta sama si layout yang ini, dan tidak menemukan cinta yang template-template lain yang ku browsing di internet seharian ini, akhirnya kuputuskan untuk tetap menggunakan template yang ini.

Trus masalah si kolom komen (masih berharap ada keajaiban yang bisa memunculkan si kolom komen di blogku sih) itu, aku memutuskan untuk menggunakan si kolom chat box sebagai penggantinya (itu juga kalo ada yang mo ngasih komen, hehe). Jadi tulis di sa
na aja ya bo'.

Oia, trus hari ini kutambahin playlist imeem juga di blogku. Itu juga setelah bersusah payah nyari-nyari lagunya dulu, haha. Tapi maaf dulu sebelumnya, kalo ternyata lagunya justru bikin tambah ngantuk (selain tulisannya), karena bagi sebagian orang (yang ku kenal), mereka justru menghina selera musikku karena bikin mereka ngantuk. Emang aku suka musik jadul, tapi juga suka musik jaman sekarang kok. Panik,haha! Coba aja play aja playlist-nya, dan buktikan sendiri. Haha.

And yes, I love Frank Sinatra. Sayangnya, lagu-lagu Frank Sinatra di imeem banyak banget tapi jarang yang familiar di kupingku. Jadi, malah banyak lagunya Frank Sinatra yang udah di cover version
sama orang lain, yang rekamannya lebih bagus. Dengerin aja deh.

***

Eniwei, kemarin aku abis blog-walking, dan
menemukan beberapa blog orang yang berasal dari SMA yang sama denganku, SMAN 78, Jakarta Barat. Hmm, jadi bernostalgia gitu deh. Jadi inget banyak hal. Mulai dari yang sedih-sedih, gila-gila, sampe yang seneng-seneng. Jadi inget juga kata orang-orang yang bilang kalo masa-masa SMA itu adalah masa yang paling indah. Bener nggak sih?

Hmm, jawabanku iya. 'Indah' bukan berarti indah kayak gambar pemandangannya anak SD yang ada gambar dua gunung, dengan jalan di tengahnya, sunset di antaranya, dengan sawah dan rumah di sebelah kanan dan kiri jalan. Tak lupa awan dan burung di atas gunung. Bukan, b
ukan itu. Aku menyebutnya indah, bukan pula karena jalanku yang lurus-lurus aja tanpa halangan. Karena jalanku waktu itu jauh dari mulus, malah penuh dengan batu dan kerikil.

Tapi serius deh, aku sempet stres banget waktu itu. Apalagi waktu baru masuk dulu, aku ditempatkan di kelas yang 'katanya' unggulan. Dan sekelas dengan murid-murid 'unggulan' itu feels like hell. Mungkin karena sama-sama dulunya (waktu SMP) juara, jadi jiwa kompetisinya kental banget (dan kadang nggak sehat), belom lagi egois dan individualistisnya yang kenceng banget, dan juga jangan lupakan sekelas itu isinya 'mantan' juara di SMP dan ingin mengulang kesuksesannya di SMA (baca: A-M-B-I-S-I-U-S).

Waaw, padahal aku cuma kebetulan aja punya nilai bagus waktu SMP. Kebetulan aku masih rajin, kebetulan aku fokus
banget, kebetulan aku ngerti sama pelajarannya, which I don't have them in high school. Dan belum ada beberapa bulan, aku sudah merasa nggak cocok di sana, dan sekaligus jadi stres berat. Sampe-sampe suatu hari di sela-sela doaku waktu sholat, aku inget banget sempet 'curhat' dan bertanya pada-Nya apa aku salah berdoa? Karena waktu aku SMP, aku sering banget berdoa pengen masuk SMA 78 (yaa, se-spesifik itu doaku..) dan menurutku, kalo mungkin aku terlalu memaksa-Nya supaya mengabulkan doaku, walaupun itu bukan yang terbaik untukku. What a stupid thought!

Tapi, untunglah pada akhirnya aku menemukan orang-orang yang bisa aku terima dan menerimaku apa adanya, tanpa aku harus berpura-pura menjadi orang lain. Mereka bisa menerima segala keanehan, ke-autis-an ku, dan paket lengkap kebodohan campur kecerobohan ditambah sifatku yang luar biasa pelupa itu. Haha! Dan mereka adalah sahabat-sahabatku dan keluarga keduaku (baca: Paskibra 78).

Mungkin sebagian orang akan tertawa melecehkan, karena tulisanku barusan. Apa sih? Sekte-pemuja-tiang gitu dibilang keluarga kedua. You'll never know what I've got there, kalo nggak pernah merasakannya sendiri. Dan, menurutku sayang banget bagi mereka yang menganut 'ilmu itu bisa didapat dari mana saja', tapi justru menyepelekan ekskul kesayanganku yang satu itu. Jadi jangan heran, kalo ada kerabatku atau kolegaku yang ku kenal ada yang masuk 78 akan langsung kutawarkan masuk ekskul Paskibra. Karena mereka lah, aku siap mendewasakan diriku sendiri. Yeaa right, kata-kata 'siap' itu yang selalu mereka dengungkan dulu. Dan memang benar, I'm ready to face the world. Haha! Berlebihan.

Orang-orang di atas itulah yang kemudian bikin masa-masa SMA-ku nggak se-seram, nggak se-kejam, dan nggak se-parah sebelumnya. Dari yang tadinya childish and brainless, jadi childish with brain *haha!*. Maksudnya, emang nggak langsung berubah banget juga, karena semuanya butuh proses. But, at least sekarang udah bisa 'mikir'.


And, I'm really happy to know that.. ternyata doaku nggak pernah salah, dan aku tak pernah menyesali apapun sekalipun.. ^___^

Jadi inget salah satu quote favoritku, dari film Evan Almighty:
If someone prays for patience, you think God gives them patience? Or does he give them the opportunity to be patient? If he prayed for courage, does God give him courage, or does he give him opportunities to be courageous? If someone prayed for the family to be closer, do you think God zaps them with warm fuzzy feelings, or does he give them opportunities to love each other?
And here they are, beberapa teman-temanku, and my best friends I mention before, in high school: (Foto keluarga besar Paskibranya nyusul deh,hehe.. Udah capek nih gara-gara mesti ngulang lagi tadi..)


miss you guys! heuu..

Today's Soundtrack: Esok kan Masih Ada - Firman (track no.24 di playlist-ku..)


Wish you all have a high-school-madness like me,

Ney.
Read more »
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...