Showing posts with label politic. Show all posts
Showing posts with label politic. Show all posts
4 com

Favreau Favreau

Gara-gara ngeliat salah satu temen backpacker posting fotonya si mas ganteng ini di facebook, aku jadi sadar. Ternyata banyak juga fansnya doi. Termasuk saya! :D

Siapa sih?

Ini dia.

Mas Jonathan Favreau bolo-bolo. Speechwriter-nya Barack Obama. Sebenarnya agak berharap dia ikutan dateng ke Indonesia, aheuw aheuw...
  • Smarty-pants
  • HIS (Handsome-in-Suit)
  • NLY (Nerdy-Looks-Yummy)
  • White-Housey kinda guy (bhahaha, apa sih)
  • President's Assistant and Director of Speechwriting
Couldn't ask for more. :D

Here are some pics from mbah Gug just for you. Enjoy! :D

in the Oval Office

looking serious

Pasti jago ngegombal. Raawrr! :D





P.s: Dear pacar, I LOVE YOU! Jangan cembulu yaaa! Hihihi ;P Buat yang mau liat doi beraksi, tonton aja By The People: The Election of Barack Obama.
Read more »
0 com

Things I Love... BABIES!

Ahh postinganku akhir-akhir ini makin 'urusan dapur' nih. Huh, aku saja bosan melihat blogku sendiri, hahaha. Abis isinya nyampah banget, wakaka. Gapapa lah menghina blog sendiri itu lebih mudah, hehehe.

Hari ini adalah hari mencari referensi untuk take-home fin
al exam-nya PLNRI (Politik Luar Negeri RI), yah mata kuliahnya semacam sejarah kepresidenan Indonesia dan foreign policies yang mereka buat. Dan sebagai ujian akhirnya adalah menganalisa foreign policies-nya GusDur. Yak. Abdurrahman Wahid. Padahal naiknya beliau juga karena banyaknya pihak yang 'belum siap' menerima presiden perempuan (which is harusnya Megawati yang menang, karena perolehan suaranya). Emang gender abis, that's my nation.

Lanjuut. Jadi aku harus mencari, mencari, dan terus mencari data yang sedikit itu. Damn. Tadi juga udah sempet ke Gramedia Merdeka (sendiri), dan autis
berkeliling-keliling, bertanya-tanya sama mas-masnya yang kayaknya cuma jadi pajangan di meja informasi (abisnya dia cengo' abis serius). Dan hanya menemukan kecocokan pada buku "Catatan Hitam Lima Presiden Indonesia" or something like that. Dan aku baru sadar kalo ternyata buku tentang GusDur itu MINIM. Bahkan tadi di Gramedia cuma ada 1 buku yang memuat dirinya sendiri (tanpa presiden yang lain), dan itu pun nggak membahas karier kepresidenannya alias cuma ngebahas dia dan PKB-nya itu.

Hmm, kesian ya GusDur.
Udah ah. Kelar bahas tugas (pusing juga yang ada).

Ku rasa semua orang udah tau aku suka bayi. Kalo ada yang b
elom tau, YES i love babies. Kalo aku lagi suntuk, lagi bad mood, lagi PMS pun yang super sensi itu, rasanya kalo ngeliat bayi tuh kayak Tora Sudiro make Rider, "Adem Beneeerrrr..."

Serius deh. Menurutku, the purest things in this world are those babies
. Kayak tadi waktu di angkot, nggak tau kenapa rasanya capeeeekk banget. Tapi trus aku baru sadar ada bayi duduk di depan setelah dia ketawa (ala bayi tentunya), dan rasanya langsung seger gitu. Hihih. Ketawanya sama kayak ketawa bayi-bayi yang lain (kalo nggak bisa ngebayangin, bayangin aja ketawanya mataharinya Teletubbies). LUCU BANGET KAAN?!! Langsung melek deh. Ahh emang bayi-bayi nakal-super-lucu itu nggak ada duanya. Heheh.

tuh liat tuh... bandel banget kaaan tampangnyaaa..
*duuh gigiku bergemelutuk* GEMEEEESSSS!!! Auuw!

tunggu. ada lagi.


tuh ada lagii.. yang ini pake capuchone.. tu liat tu bibirnya kecil..
matanya bulet banget lagi.. mamanya mana dek?

tunggu, ada lagi..

hihih ini jugaaa.. ayo dek sini..sini.. sama aku sinii..
duh wanginya pasti wangi khas bayi.. jadi gregetan

ini yang terakhir

tuh liat tuuh pitanya.. cuma nempel gitu ajaa..
ahahahaha lucuuuu... bangeeettt.. sini deekk tak cubit pipinya...

anyway, semua bayi tuh sama, semuanya sama bikin aku pengen gigit pipi bayi.
hahaha!
btw kalo aku gigit pipinya, mamanya marah ga ya? hihih
Read more »
0 com

Alay-Alay Gila itu...

Duhh nggak penting banget ya! Kirain orang-orang Indonesia udah agak bermutu, nggak taunya sama aja. Kesel banget liatnya. Huffh. Yang kayak gini nih negara tempatku hidup. Semuanya ngurusin urusannya masing-masing. Egois. Huh!

Jadi, tadi tuh aku (dan Retha yang sedang mampir ke kosanku) ceritanya lagi nonton berita di salah satu stasiun tv swasta. Sebenernya beritanya sama semua sih, cuma kita memilih si stasiun itu yang katanya, "Aktual, Tajam, dan Terpercaya".

Let's see.

Ternyata beritanya masih tentang si ketua KPK (which is udah diceritain Valen ke Retha waktu lagi PMKT, gileee sempet-sempetnya tuh orang nyeritain cerita kriminil waktu musik lagi on banget di atas panggung), Antasari Azhar, yang diceritainnya sih melakukan pembunuhan berencana (which is kalo beneran dia terdakwa, hukuman maksimalnya adalah hukuman mati dan sekaligus dipecat permanen dari KPK). Sounds fishy huh?

Gara-gara?

Nama Rani Juliani kemudian disebut-sebut ke permukaan. Siapa sih dia? Seorang caddy yang juga merupakan istri ketiga dari Alm. Nasrudin (si korban), dan juga (katanya) selingkuhannya si ketua KPK itu. Ckckck.
  1. Gila! Pertama. si Rani itu bukan cewek ya? Otakku bener-bener nggak bisa menerima alasan logis apapun sampai sekarang, kenapa dia bisa-bisanya, tega-teganya, menyakiti hati sesama perempuan. Kayak nggak tau aja rasanya kalo di duain. Ya Allah.
  2. Kedua. Gila banget. Aku juga nggak ngerti, kenapa laki-laki itu pada nggak inget istrinya di rumah? Istri sah yang mereka nikahi di hadapan Allah.
  3. Ketiga. Berhubung si Rani-Rani ini juga blogger, coba cek blognya. Dipenuhi dengan komen-komen dari ALAY! Emang dasar kampung banget serius. Kalo sampe ada orang yang ku kenal masang iklan di situ, awas aja! Biar ku damprat sekalian. Prihatin banget aku sama orang-orang itu. PRIHATIN! Hmmmphh! Bisa-bisanya NUMPANG IKLAN di blog itu?!
  4. Keempat. Dan aku jijik banget liat tampang dan profil si cewek di blog itu. Oke fine itu urusan dia merasa manis dan apa segala macem. Tapi dari gaya tulisan dan tampilan blognya... Ckckck ku pikir kalo emang bener si AA dengan dia, aku prihatin dengan seleranyaa yang sedangkal itu... Astaga! Oh God, please help them. Apa kabar perempuan-perempuan cerdas? Sesusah inikah kalo 'kucing' udah ngeliat 'ikan'? (Ni bener-bener pake bahasa kasar. Maaf, maagku yang membuatku nggak bisa berpikir kata-kata yang lebih 'manis')
  5. Kelima. Aku masih nggak bisa percaya AA benar-benar melakukannya. Kadang, menjadi satu-satunya orang yang BENAR di antara yang SALAH, akan membuatnya terlihat SALAH. Ngerti kan? But who knows, soalnya aku juga kenal istilah "Harta, Tahta, dan Wanita."

Tapi dari kelima poin di atas, yang paling ganggu emang yang poin ketiga. Emang nggak guna banget tu orang-orang kayak gitu. Bisanya nongkrong-nongkrong nggak jelas, sok-sok ngerti, gaya sok anak band, nyampah di manapun termasuk di dunia maya, ngerasa udah paling keren, sok-sok ngepunk, anak genk, bahasa nggak jelas! Darimana sih awalnya ada alay-alay kayak begini? Nggak jelas banget sumpah. Argh! Udah mulai merajah Facebook lagi. ARGH! 70-an alay resmi ngeadd aku di Facebook, dan itu baru sebagian kecil banget. Coba aja cek FS yang udah banjir alay. Terbukti kan banyaknya udah naudzubillah!

Kesal dengan alay. KPK terima jasa berantas alay juga nggak ya? Kali aja, selain berantas korupsi. Biar Indonesia lebih terhormat. Huffh. Terus jadi ngomongin alay gini ujungnya. HAH!

Udah ah. Gilak.
Read more »
0 com

Long Weekend: The Election Day (Day 1)

Wuih. Capek tapi seneng deh long weekend ini. Mulai dari hari kamis (9/4) sampe minggu (12/4) emang liburan panjang, karena pemilu, dan 1 tanggal merah, alhasil jadilah libur 4 hari itu. And i'm coming back home. YES!

Anyway, this is my first chance to give a vote for 2009's election. Kemarin sih cuma 'nyontreng' buat DPR-RI (ga jelas), DPRD yang areanya macem-macem itu lah (makin ga jelas), dan DPD (lebih ga jelas). Yea, right. I have no idea what i'm about to choose. Sekarang gini aja lah, dia siapa juga nggak kenal, nggak tau apa visi-misinya, nggak tau bibit-bebet-bobot nya gitu (emang dikira cuma orang mau nikah aja yang bisa mikir 3B?!), bla-bla-bla banget deh. Pusing. Berharap sih nggak ikut menjerumuskan bangsa, yah tapi apa boleh buat. Kucing dalam karung. Udah gitu nggak boleh golput lagi. Yaudalah tuh. Entah apa yang ku pilih kemarin. Semoga aja nggak salah pilih..

ini biliknya. Aku di balik bilik warna silver (yuk mari poninya doang yg keliatan). Di sebelahku ada papaku, sebelahnya lagi kakakku, sebelahnya lagi mamaku. Yak! Lengkap satu keluarga. Hihihi. Btw, yang pake peci warna putih itu pak RT-nya.



Another picture, ini keluargaku lagi masukkin kartu suara, ke kotak suara. Dan pak RT still existed in this one. Hebat loh pak RT punya inisiatif. Tenda-tenda, semua peralatan, adalah hasil patungan warga (dana dari pemerintah cuma Rp. 300.000, bisa beli apaan dengan duit segitu). Dia yang menjemput bola, hihih.



This is me and my one and only big brother. Salah satu jari kita diberi tinta pemilih untuk menandai kita sudah memilih. Tinta yang katanya ilang dalam 3 hari ini, ternyata ilang dengan sabun biasa hari itu juga. Gara-gara pas makan, makananku jadi biru semua (kelunturan tinta), akhirnya aku cuci bersih, dan (voila!) hilang. Hebatnya tinta pemerintah! Btw, jariku emang kayak jempol semua ya?! Siaul.
(Photography by: Ulan)

Dan, yang terakhir ku lihat sih, perolehannya tiga besar adalah (kalo belom berubah ya):
  1. Partai Demokrat
  2. PDI-Perjuangan
  3. Golkar

Which is I really don't care. Di mataku, semua partai nampak sama. Kalo aku salah, tolong buka mataku. Haha. Berhubung udah malem, besok dilanjutin lagi ya. Masih ada Day 2 (Ocean Park), dan Day 3 (Kota Tua Djakarta). Enjoy your reading guys.

**********************
Little update: (April 14, 2009)

Waktu nyontreng ada kejadian kacrut. Berhubung papaku emang nggak pake kacamata tapi matanya udah nggak se-tajam dulu, ngebuka kertas pemilu segede itu dengan tulisan rapat-rapat dan kecil-kecil kayak gitu, beliau jadi ribet sendiri di balik bilik contreng. Dia manggil-manggil aku dan kakakku, "Mas ini gimana mas? Dek yang mana nih orangnya? Lho iki opo tho? (dengan logat asli jogjanya yang artinya, lho ini apa sih?)"

Saking ributnya dia dan bikin aku, kakakku, dan mamaku jadi mendengus-dengus nahan ketawa, pak RT-nya sempet bilang begini dengan nada ngegodain, "Hayo..hayoo.. jangan ribut yaa yang di sana.." Mungkin dalam hatinya berkata, "Ini keluarga heboh bener, cuma mo nyontreng doang.." Hahaha. That's our story.


Chao,
Ney


p.s: lucu juga ya lagunya Titi Kamal yang baru. Haha!
Read more »
0 com

My Real Gentleman

Mau nanya sesuatu deh. Apa sih yang bikin cowok jadi benar-benar 'cowok'?
  1. All those muscles?
  2. Mustaches?
  3. All hairy body?
Jawabannya tentu aja nggak. Banyak yang gay, padahal mereka punya ketiganya loh.

I really appreciate a guy who could appreciate women.
Tau nggak kenapa?
Karena berarti dia sadar, tanpa wanita, all those heroes, presidents, and philosophers never exist.

Bukannya membela kaum perempuan doang, tapi kadang masih suka geram aja ngeliat para pria (dan wanita) yang masih suka mengeneralisasi perempuan. Janganlah. Hari gini.

Contoh:
Baru aja aku nemu suatu grup tentang pembenci politikus wanita. I'm not a big fan of her, not at all. Tapi, dalam satu kesempatan ada orang-orang yang masih membawa gender-issue ke dalamnya. Kayak kata-kata, "Pemimpin itu harusnya laki-laki". Beuh. Tau nggak, it affected me the same like you talk like this:
  • Pemimpin itu harusnya ras X
  • Pemimpin itu harusnya beragama Y
  • bla..bla..bla..
Coba sekarang bilang sama aku apa bedanya? Kenapa mesti dibeda-bedakan, kalo udah jelas kita berbeda? Nggak usah bikin stereotype lah.

STOP!

Nggak usah bawa gender, bangsa ini udah terpuruk dengan pelanggaran HAM yang bejibun banyaknya (dan nggak jelas) itu. Kita nggak pernah tau siapa yang membawa bangsa ini maju ke depan. Dan pengennya sih, jangan ada yang milih gara-gara faktor, yang menurutku, dangkal. Karena satu 'kampung', satu 'agama', satu 'ras', atau bahkan satu 'gender'. What the hell.

Please lah.
Kita sama-sama manusia. Cuma beda bentuk fisik, suara, atau hormon. Appreciate berarti menghargai. Maksudnya bukan seperti barang pecah-belah (dihati-hati banget, fragile!), tapi hargailah karena kita sama-sama makhluk ciptaan Yang Maha Esa. Perasaan dan basical-needs kita pada dasarnya sama kok.

Jadi menurutku, cowok itu jadi bener-bener 'cowok' kalau dia bisa menghargai perempuan sama seperti dia menghargai dirinya sendiri. Nggak cuma perempuan yang boleh nangis, nggak cuma perempuan yang mau dimanja, dan nggak cuma perempuan yang boleh ngerawat badan. Aku sih suka cowok yang wangi (yaa walaupun yang keringetan kadang juga keren, hehe!). That's gentleman (in my version).

Ney


p.s: ada yang bisa rekomendasiin nggak beli sepatu converse-white/pink kayak si Uut hari gini dimana? Soalnya dimana-mana udah nggak ada, dan aku sedih banget.. :'( Please banget ya temen-temen, kasih tau kalo ada yang ngeliat.
Read more »
0 com

Malah Ngomong Politik

Baru kemarin ngeliat pengumuman tentang SP (Semester Perbaikan) di mading kampus, ada kabar baik dan kabar buruk. Kabar buruknya, aku nggak bisa ngulang 2 nilai D ku yang kembar identik itu di SP. Tapi, kabar baiknya, aku bisa ngambil ke atas, dan EPP-lah yang ku ambil ke atas. Statistik-ku yang dapet C, perbaikan juga nggak ya? Males banget ih, mana mahal lagi, dan belum tentu bisa lebih bagus juga (secara itung-itunganku ancur banget). Ntar deh dipikirin lagi.

Anyhow, lagi mengobrak-abrik foto di laptop, dan kemudian aku mendapat foto ini..
Elfa's Euphoria


Kok aku merasa bagus ya? *haha narsis. Tapi iya nggak sih? Menggambarkan gegap-gempita panggung. Tapi sih, aku paling suka warna-warnanya (ini sih udah ku edit jadi agak jadul warnanya, makin lucu warnanya). Foto ini diambil waktu Java Jazz Festival 2009, hari pertama tanggal 6 Maret 2009. Last show that night. Jadi inget lagu yang mereka bawain, jadi pengen nyari. Lagunya Elfa banget deh pokoknya. Hihi.

Pengen karaoke deh, pengen nyushitei, pengen beli jeans baru, beli ini beli itu, pengen nyalon (lagi) juga. Tapi tunggu deh, aku jadi inget, seseorang di ujung telfon sana pernah menghitung-hitung biaya hidupku setahun. Lupa awalnya gara-gara apa, kenapa tiba-tiba dia menghitung itu juga lupa, yang jelas dia jauh lebih pintar menghitung dibanding aku, hihih. Jadi dia menghitung-hitung sana-sini, termasuk uang kuliah, uang kos, uang bulanan, dan lain sebagainya, dan hasilnya kok jadi banyak ya? Ya iya sih setahun, tapi aku jadi mikir, wauw mama-papaku super juga ya. Padahal masih ada kakakku, which is kita sama-sama swasta. And they never complain gitu. Heuu, homesick lagi deh. Hihih

Oiya, bentar lagi PEMILU.
Tanggal 9 April 2009 ya kalo nggak salah? And this is my first. Sayang, nggak ada satupun calon (baik presiden, maupun calon legislatif, apalagi partai) yang bikin aku tergugah untuk 'menyontreng'. Udah makin nggak jelas lagi prosesnya. Whatsoever! Apatis? Maybe. Liat aja calonnya (apalagi presiden), hallo! Udah pada lupakah sejarah Indonesia? Kenapa orang-orang yang kena kasus pelanggaran HAM justru bisa mencalonkan diri? Bahkan oknum-oknum tersebut udah nggak bisa ke luar negeri lagi (kalo nggak mau langsung diadili sama pengadilan internasional). Apalagi yang satu itu. Udah jelas banget! Jangan malu-maluin lah, milih orang-orang kayak gitu sama aja nulis di jidat, "Ini loh kita buta politik! Dan masih bisa termakan janji-janji bodoh itu." Bukan nggak percaya (tapi emang nggak percaya lagi gimana dong?), coba aja lihat si oknum-oknum itu? Mereka penyakitan! Tau penyakitnya apa? Post-power syndrome. Dan lihat mereka sekarang? Haus.

I love my nation. That's why, aku nggak mau menjebloskan lebih dalam lagi, kalo menjebloskan itu adalah dengan memilih orang-orang seperti itu. Terserah orang lain gimana, bahkan orang-orang terdekatku (masih) ada yang bilang, "Pilih si itu aja, kalo kita pilih dia nanti bla..bla..bla.." yang intinya menguntungkan dia (dan aku juga katanya). Ya Allah! Apa semua orang udah berubah jadi monster-realis kayak gitu? Hope i won't. Idealist? Nggak juga, kadang aku juga realis, but i still have some norms, principes, and values.

Kok malah jadi ngomong politik? Nggak akan ada habisnya. Udah ah makin ngaco.


Ney.

p.s: Turkey, wait for me!
Read more »
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...