Showing posts with label family. Show all posts
Showing posts with label family. Show all posts
0 com

Mom's Day

Yupp, here I am again.

So yesterday was my SUPER-mom's day. And because I broke, and couldn't find any proper present for her, here I am and my errr... creativity, I guess. Here it is, hope it gives you idea for birthday present. Enjoooy!




Neycito.
Read more »
0 com

59th

When I was a child...
Dad picked me up to my room when I fell asleep in front of TV
Dad cheered me up when I was sad
Dad bought me dolls to make me happy
Dad protected me from bad people
Dad believed in me, even when I didn't believe in myself
Dad taught me how to be a good and respected lady
Dad let me know what is a good man

When I met my boyfriend...
He picked me up when I fainted at school
He cheers me up when I was sad
He bought me flowers to make me happy
He protects me from bad people
He believes in me, even when I don't believe in myself
He treats me like I'm a good and respected lady
He proved me that it's true, there's a good man, just like my dad

I love you, dad. Very much. As always.
Happy 59th! :')


From your 'still-nobody' daughter,

Read more »
0 com

Proposing Thing

Jadi, hari minggu kemarin saya mendapat kehormatan (cailah) jadi tukang foto di acara lamarannya sepupu. Ternyata kayak gitu ya yang namanya lamaran, jadi deg-degan. Loh! Tapi serius deh, mereka yang lamar-melamar, kok saya yang deg-degan ya? Apalagi pas si pacarnya sepupuku keluar dari kamar, terus ditanya sama Bapaknya, "Gimana nih, Teh, ini ada yang mau ngelamar Teteh..." Terus dia jawab, "Insha Allah saya terima lamarannya." Terus yang lain pada bilang, "Alhamdulillah..." Kewl! Kalo kata pacar saya, "Kayak main sandiwara ya, dek."

-___-'

Tapi ada untungnya juga jadi tukang foto. Jadi nggak usah bawa-bawa seserahan. :D (dasar pemalas!). Untung pada suka hasil akhirnya, alhamdulillah. So here are some photos...




Selamat ya, Mas Revi dan Mbak Reina! :D



P.s: Anyway, lamaran saya malah belum keterima-keterima ini judulnya. (Maaf jadi curhat)
Read more »
3 com

The Bachelor

Oke, saya ini korban televisi, apalagi setelah Star World berubah lambang jadi agak lebih chic, makin nggak pindah-pindah channel deh saya, hahaha.

Anyway, gara-gara semalem insomnia-nya kambuh, alhasil saya nontonin tivi aja kerjaannya, dan kebetulan tontonannya lagi The Bachelor.

When I first saw this reality show, I was like, "Ew, what the hell!"
Secara isinya 1 orang cowok mencari calon istri dari 25 wanita. Apalagi di season yang ini, 'London calling' or something, si cowoknya ini emang ganteng berat, beraksen, mapan, dan wowow lainnya deh. Makin menggila deh cewek-cewek itu.

Sekali lagi. Cewek-ceweknya itu loh. Agresif berat. Sorry, but they kinda humiliated themselves. Saya aja sampe malu sendiri nontonnya.

Tapi, setelah semalam, akhirnya saya bisa melihat sesuatu di balik kedangkalan si cewek-cewek itu. Bahwa, ternyata bener kata bapak saya:

"Pria memang suka dengan 'bad girl' macam itu, tapi tidak untuk 'dibawa pulang'. Dan sebaliknya, wanita pun sama."

Dan benar aja, si pria ini langsung nge-cut si bad girls ini.


Ah, cewek-cewek ini mungkin harus berguru dulu sama bapak saya.



P.s: Sometimes I wonder, terkadang kita punya idealisme tertentu kalo menyangkut pasangan hidup. Me too, and it's really fine. But then again I asked myself whether I deserve 'him' or not. Sudahkah aku 'sebaik' dia? Sudahkah aku 'selembut' dia? 'Se-penyayang' dia? And I believe, whoever Allah had chosen to us before we born, is the best that we could deserve.
Read more »
0 com

Happy Birthday, Papacit.

i've just realized, that love is the best gift you can give to someone else.
cause it's free, effective, and pretty easy to do.

11th of May was my father's birthday. Before the day arrived, i was confused by the thought of "what do i want to give to him?". Nanya mama sama sekali nggak membantu, karena kayaknya dia juga nggak berencana ngasih kado apapun.

  • Baju? Doi tipikal picky dalam urusan warna baju. Sesuai moodnya dia deh, kalo nggak sesuai ya nggak akan dipake tuh baju.
  • Dompet? Doi tipikal 'males-beradaptasi-sama-hal-baru' yang artinya, kalo nggak dompetnya yang lama sampe jebol dulu, dia nggak mungkin mau ganti dompet baru.
  • Sepatu? Kere bok, eike!
  • Ikat pinggang? (baca poin dompet)
  • Jam tangan? Lebih kere lagi, bok! Yuk mari..

Apa lagi sih keperluan cowok tuh? Apalagi papaku tipe yang 'biasa-aja' kalo dikasih kado-kado begituan, yang ada sakit hati sendiri kalo nggak dipake, heu..

So, finally, i made this for him.






he's the strongest man i've ever known, tapi mamaku bilang, "dek papa bilang: Na, ternyata dek Neysa sayang banget ya sama aku," dengan mata yang berkaca-kaca.

terbukti efektif kan? bahan-bahan yang dibutuhkan cukup mudah. Photoshop, kreativitas, dan internet.

semoga menginspirasi.


Ney
Read more »
0 com

Love is Life

source: here

These days...
i'm so glad i've never got worried about love thingy,
neither those insecure feelings anymore.

i just realize one big picture of mine.
that love, would come to you in many ways.

FAMILIES,
BESTFRIENDS,
GOOD-FRIENDS,
even your EX-ENEMIES who even never come to your mind to be loved.

BUT the thing is...
Love will come to you in their very own way that even never we expected before.
so, don't you ever have to worry, ladies (and gents).

so i think...
if you love your life, then it will love you back.
so, love your life. no matter what.

Ney.




P.s: maaf ya, ngepost yang aneh-aneh. Niatnya sih mau blog-walking, tapi ternyata belom ada yang posting lagi. Ya udah deh akhirnya posting sendiri. ;P
Read more »
0 com

Ma Vie pour La Tienne


Posting ini sebenarnya udah mau ku posting bulan lalu, tapi akhirnya malah tertiban dengan ide-ide baru. Kali ini akan saya lanjutkan hingga selesai. Enjoy.

Karena tugas telah selesai dikerjakan, skripsi belom jalan karena baru dapet pembimbing hari ini (alhamdulillah, dapet yang sesuai dengan yang aku mau. Miracle happens everyday!). Akhirnya, kuputuskan nonton film yang udah lama banget ku pinjam dari seorang teman.

My Sister's Keeper.

You know, my first impression was on Abigail Breslin (Andromeda 'Anna' Fitzgerald). She was sooo damn good! Aktingnya yaampuun, bikin nangis. T_T

Berawal dari monolog Anna tentang kelahiran.

"Most babies are accidents. Not me. I was engineered. Born to save my sister's life."

Dia memang sengaja dilahirkan untuk memberikan sumsum tulang belakangnya, untuk menyelamatkan kakaknya yang leukimia. Permasalahan dimulai ketika dia menuntut kedua orang tuanya.

Banyak komentar yang berpusing di dalam kepalaku sendiri waktu nonton itu.
1. Kok anaknya kurang ajar ya, ga tau sopan santun, durhaka. blablabla.
2. Yaa nggak bisa disalahin juga sih kalo dia menuntut emansipasi hak atas dirinya sendiri.
3. Ibunya tega banget sih, sampe segitunya ngorbanin anaknya
4. Tapi nggak bisa disalahin juga, namanya seorang ibu akan melakukan apa saja untuk anaknya.


Tapi adegan paling sedih yang bikin aku nangis, adalah waktu Anna ngebisikkin sesuatu di telinga ayahnya di rumah sakit waktu dia mau di ambil sumsum tulang belakangnya (FYI, waktu itu mungkin dia baru berumur 4 tahun.)

"Daddy, i'm scared."

Bener-bener harus liat akting anaknya.

Setelah itu, dia digendong ayahnya di depan ke ruang operasi, tapi Anna nangis sejadi-jadinya, nggak mau ngelepasin pegangannya dari ayahnya, memeluk ayahnya. Tapi akhirnya obat bius menguasai tubuh Anna dan pandangannya mulai buram.

Setelah operasi, ayahnya hanya dapat melihat tubuh Anna tergolek lemas tak berdaya.



Pertanyaannya: What will you do if you were her?

Ney.
Read more »
0 com

miff you, dear.


dia bilang, dia paling suka Real Madrid.

dia bilang, dia paling suka jadi kiper di tim sepak bola sekolahnya.

dia masih ngemut jempol waktu tidur
(and he'll get angry if he knew i told you this, haha)

he's my cousin. i called him dek Palis, like he said his name was when he was younger.

you won't know how 'strong' he is, until you 'know', or 'feel' him.
and being strong is never easy.

the most independent and 'grown-up' kiddo i've ever met,
but never leave his childish side, and that's why i love you, dek.

i've learned so much from you, dek.

udah nyampe Solo dek? Baik-baik ya, aku tau kamu pasti nggak nakal di sana,
jadi aku nggak akan bilang "Jangan nakal ya."

Missed every inch of you already.


Ney


p.s: You can see my mom in the first picture, wore purple outfit, dalam gaya 'nggak-sengaja-kefoto' qiqiqiqqiq

p.s.s: Foto ini diambil di bandara sesaat sebelum doi dan si mamanya take-off.
Read more »
0 com

I Love Dad

Biasanya anak-anak yg jauh dari orang tuanya merasa kangeen sekali dgn mamanya.

Lalu bagimana dgn papa?

Mungkin mama lebih sering menanyakan keadaan anaknya setiap hari .tp taukah kamu jika papamu yg mengingatkannya utk menelfonmu?

Mgkn mama yg lebih sering mengajakmu bercerita,tp taukah kamu sepulangnya ia bekerja dgn wajah lelah ia selalu menanyakan kabarmu dari mama mu?

waktu kecil..

Papa mengajari putri kecilnya bermain sepeda. Setelah dia mengganggap kamu bisa ia melepaskan roda bantu di sepedamu, Saat itu mama menutup mata karena takut anaknya terjatuh lalu terluka.tp ayah dgn yakin menatapmu mengayuh sepeda dgn pelan karena dia tahu putri kecilnya pasti bisa.

Saat kamu menangis meronta meminta boneka yg baru,mama menatapmu iba,tetapi ayah mengatakan dgn tegas "kita beli nanti,tapi tidak sekarang" karena ia tidak ingin kamu menjadi manja dgn semua tuntutan yg selalu di penuhi.

ketika kamu remaja

kamu mulai menuntut utk keluar malam. Lalu papa mulai bersikap lebih tegas ketika mengatakan "tidak".
itu utk menjagamu karena kamu adalah sesuatu yg berharga.
Lalu kamu masuk ke kamar membanting pintu.
Tp yg dtg mengetok pintu dan membujuk mu adalah mama.
Taukah kamu saat itu dia memejamkan matanya dan menahan diri,karena Dia sangat ingin mengikuti keinginanmu. Tp lagi2 dia harus menjagamu.

saat seorang cowok mulai sering datang mencarimu, Papa akan memasang wajah paling cool sedunia. Dan sesekali menguping atau mengintip saat kmu sdg brdua di ruang tamu. Tahukah kmu dia merasa cemburu?

dan saat dia melonggarkan sedikit peraturan, kamu melanggar jam malamnya. Ia duduk di ruang tamu menunggu mu pulang dgn sangat2 khawatir. Wajah khawatir itu mengeras ketika melihat putri kecilnya pulang terlalu larut. Dia marah. Karena hal yg di takutinya akhirnya datang "putri kecilnya sudah tidak ada lg"

saat papa sedikit memaksamu utk menjd seorang dokter. Ketahuilah bahwa ia hanya memikirkan masa depanmu nanti. Tp toh dia tetap tersenyum saat pilihanmu adalah menjd seorang penulis.

sampai saat papa harus melepasmu di bandara. Bahkan badannya terlalu kaku utk memelukmu. Ia hanya tersenyum sambil memberi nasehat ini-itu. Dia ingin menangis seperti mama yg menangis dan memelukmu erat. Tp dia hanya menghapus sedikit air mata di sudut matanya dan menepuk pundakmu berkata "jaga diri baik2". Agar kamu kuat utk pergi.

saat kamu butuh uang untuk membiayai uang semester dan kehidupanmu, orang pertama yg mengerutkan kening adalah Papa. Berusaha mencari jalan agar anaknya bisa merasa sama dgn yg lain.

ketika permintaanmu bukan lg sekedar meminta boneka baru, dan ia tau ia tidak bisa memberikan. Dia sangat ingin mengatakan "iya nak,nanti kita beli" dan saat kata2 yg keluar adalah "tidak bisa" dari bibirnya. Tahukah kamu Ia merasa gagal membuat anaknya tersenyum.

saat kamu sakit dan tidak berada di dekatnya. Papa terlalu khawatir sampai kadang sedikit membentak berkata "sudah di blg jgn minum air dingin!". berbeda dgn mama yg memperhatikanmu dgn lembut.
ketahuilah saat itu ia benar2 khawatir dgn keadaanmu.

dan di saatnya nanti kamu wisuda sebagai seorang sarjana. Papa adalah org pertama yg berdiri dan memberi tepuk tangan utk mu. Dia yg tersenyum bangga dan puas melihat "putri kecilnya yg tidak manja berhasil tumbuh dewasa, dan telah menjadi seseorang"

sampai saat seorang teman hidupmu datang dan meminta izin mengambilmu darinya. Papa akan sangat berhati2 memberikan izin.karena ia tau laki2 itu yg nanti akan menggantikannya.

dan saat Papa melihat mu duduk di panggung pernikahan bersama seseorang yg di anggapnya pantas menggantikannya. Papa pergi kebelakang panggung,dan menangis "tugasku telah selesai dgn baik.putri kecilku yg lucu telah menjadi wanita yg cantik"

Papa hanya bisa menunggu kedatangan mu dan cucu2nya sesekali utk menjenguknya. Dgn rambut yg telah memutih dan badan yg tak lagi kuat utk menjagamu dari bahaya.

papa adalah sosok yg harus selalu terlihat kuat bahkan ketika dia tidak kuat utk tdk menangis. Harus terlihat tegas bahkan saat dia ingin memanjakanmu. papa jg orang pertama yg selalu yakin bahwa "kamu bisa" dalam hal apapun.

tersenyum dan bersyukurlah ketika kamu bisa merasakan kasih syg seorang papa hingga tugasnya selesai.kmu adalah salah satu org yg beruntung. Karna papa adalah sosok superhero yg hebat

(yak, aku nangis pas baca ini. Bagus skali. Padahal aku lagi di Jakarta.)

Source: here


Love you, Dad.

Ney
Read more »
0 com

Nobody Wants to be Lonely

This is what i really hate about. Being alone lonely loner. Dan aku harus menghadapinya setiap hari, karena kuliahku yang jauh dari rumah. I have to do everything by myself, semuanya. Apalagi kalo sakit, puasa, ada masalah, apalagi kalo semuanya digabung.

I feel so insecure here, alone. No matter how many friends do you have. You're still alone.

And this 'insecure-thingy' is not a good feeling.

Michael Jackson (RIP) had ever said, "you are not alone." But guess what? Even, he is an alone lonely loner. Di bekas rumahnya yang sebesar itu, dia justru tinggal sendirian. Di salah satu bukunya, sempet juga diceritakan tentang kesepiannya itu. See? Everyone's alone.

Sendiri di tengah keramaian. Pernah mengalami itu? Kalo pernah, berarti kita senasib. Aku nggak pernah cocok berada di keramaian, it keeps you away from yourself, and i don't like it. Karena cuma diriku satu-satunya 'sosok physically' yang aku punya (konteksnya di Bandung).

Beda halnya dengan di Jakarta. Saat aku dikelilingi orang-orang yang menyayangiku. Saat mereka benar-benar 'ada' di sebelahku, tanpa media. Aku merasa aman banget. Aku merasa punya back-up di saat-saat aku butuh, mereka 24 jam ada buatku.

Teman-teman boleh datang dan pergi, tapi mereka nggak pernah pergi.

Inilah alasannya, kenapa aku selalu merasa insecure di Bandung. Karena aku sendirian tanpa mereka. Kalo aku sakit, kalo aku ada masalah, kalo aku butuh bantuan, mereka nggak ada. Aku harus mutusin sendirian, nggak ada yang peduli.

And it's called reality.

Cepat atau lambat juga pasti semua orang akan mengalaminya, and i have it now.

Manusia memang akan selalu diciptakan sebagai makhluk yang kesepian, agar selalu ingat bahwa satu-satunya yang bisa menemani adalah Allah.
(anonymous)

Mungkin ini jawaban, mengapa aku butuh seseorang di sebelahku, and it means literally.


Ney.
Read more »
0 com

This Outrageous, Fandango, and Absurd Weekend

Jadi, tanggal 3-5 Juli kemarin, aku dan alumni (damn kata-kata ini bikin aku inget umur) Paskibra 78 lainnya, berbondong-bondong (padahal cuma 6 biji) dateng ke Sarasehan XXI. Bukaann.. Bukan menyangkut Sarah Sechan (ex VJ MTV itu), atau nyebut merk salah satu bioskop, bukaaann.. Sarasehan itu acara yang diadain Paskibra 78 yang tujuannya banyak, discussing anything, vacation-ing, dan tentu saja haha hihi tanpa henti. Dan XXI itu adalah angkatan terakhir di Paskibra 78, sekaligus panitia Sarasehan. Hmm, ga nyangka Paskibra udah punya 21 angkatan. Inget umur lagi deh, haha.

Anyway, kita pun baru berangkat hari Sabtu pagi (atau menjelang siang, haha) naik mobil Peugeot-nya Kautsar Primadi Nurahmad yang udah berbaik hati mau kita tebengin. Mana isinya orang gila semua di mobil, kacrut banget lah. Macet? Lewaaatt.. Dan, akhirnya setelah macet, peluh, dan keringat (berlebihan), sampe juga di villa Heidelberg yang dicari-cari itu. Villanya bagus loh ternyata.. Asik deh pokoknya.

Ternyata di sana udah ada mas Saleh, mas Surya, dan ka Bas (yang akhirnya nyampe juga dia setelah kesasar-sasar, hehe), dan tentu saja pasukan XIX, XX, XXI. Setelah ngobrol-ngobrol sama mas Saleh dan mas Surya, kita nontonin pasukan main kasti abal, dengan base bikinan sendiri sebelum akhirnya mendadak hujan. Dan entah kenapa pas ujan, suasananya jadi lebih bagus dan mendukung (mendukung naon? Gatau deh, tapi aku memang suka hujan, ssstt!). Dan akhirnya aku mulai memperhatikan villa yang ternyata punya kolam renang, lapangan tenis, dan ruangan yang ada mirror ball dan bar ini, sebelum akhirnya alumni main kartu bareng di lantai ini, makan bakso (tepatnya mas Sur yang makan, karena abis baksonya, jadi Farah dan Yoan nggak kebagian). Kita pun naik ke lantai atas..

Ternyata di lantai atas lebih rame.. Aku pun akhirnya kenal juga dengan pasukan yang selama ini belum pernah, bahkan, aku tau namanya. What a shame! But better be too late than never, ya kan? Alibi, hehe.. Dan ternyata pasukan sekarang lebih gila than ever deh, hehe. Ada titisan mas Fahmi, dan ka Dossy loh, mirip banget loh gaya-gayanya.. Bikin ketawanya juga abis-abisan.. Sampe pas malem hari ke-2, aku udah nggak kuat banget ketawa, perutku kram. Serius. Aku lupa kapan terakhir kali aku ketawa sesering ini. Damn, but it felt good!







Quotes:
April dan salah satu XXI: "Di dadaku, ada kumismu..." (nyanyi-nyanyi sambil nyuci piring)
Mendadak mas Saleh dateng, dan berkata: "Siapa? Saya?"

Ika, pas main uno: "Thanks God!" (pas menang dengan penuh penghayatan, dengan suara yang hampir ilang, gara-gara nggak pernah menang)

Rejong, pas main uno: "Hahaha coba ada olimpiade Uno.." sama "Lagian ngomong uno uno uno uno" (Padahal setiap ngomong uno disaat kartu masih banyak, kartunya ditambah dua, jadi itung sendiri berapa kartu Rejong abis nggak sengaja ngomong ini..)

Ghazi, pas Yoan nanya apa dia udah diijinin orangtua ikut Sarasehan apa belom: "Yaah ka, ibu saya mah malah nanya kapan berangkatnya.. Malah udah ngusir-ngusir gitu ka.."

Ghazi, pas main uno dan dia nggodain Nuga gara-gara dia punya kartu +4: "Turunin.. Engga.. Turunin.. Engga.." (dengan gaya-gaya menggoda khas Aura Kasih, hahahaha)

Ghazi, pas main Monopoli waktu dia masuk kompleks nya Farah: "Yah udah ini mah jual diri aja.."

Ghazi ngomong ke Uchal, pas main Monopoli waktu dia akhirnya dapet duit banyak gara-gara masuk bebas parkir: "Sori ya mas, kita nggak temenan lagi.." (sambil mendengus sombong, dan tampang merendahkan, hahahahaha)

"SREG"-nya XXI, dan masih banyak lagi..


Tolong ingatkan aku kejadian lucu lainnya ya,
Ney
Read more »
0 com

Long Weekend: The Election Day (Day 1)

Wuih. Capek tapi seneng deh long weekend ini. Mulai dari hari kamis (9/4) sampe minggu (12/4) emang liburan panjang, karena pemilu, dan 1 tanggal merah, alhasil jadilah libur 4 hari itu. And i'm coming back home. YES!

Anyway, this is my first chance to give a vote for 2009's election. Kemarin sih cuma 'nyontreng' buat DPR-RI (ga jelas), DPRD yang areanya macem-macem itu lah (makin ga jelas), dan DPD (lebih ga jelas). Yea, right. I have no idea what i'm about to choose. Sekarang gini aja lah, dia siapa juga nggak kenal, nggak tau apa visi-misinya, nggak tau bibit-bebet-bobot nya gitu (emang dikira cuma orang mau nikah aja yang bisa mikir 3B?!), bla-bla-bla banget deh. Pusing. Berharap sih nggak ikut menjerumuskan bangsa, yah tapi apa boleh buat. Kucing dalam karung. Udah gitu nggak boleh golput lagi. Yaudalah tuh. Entah apa yang ku pilih kemarin. Semoga aja nggak salah pilih..

ini biliknya. Aku di balik bilik warna silver (yuk mari poninya doang yg keliatan). Di sebelahku ada papaku, sebelahnya lagi kakakku, sebelahnya lagi mamaku. Yak! Lengkap satu keluarga. Hihihi. Btw, yang pake peci warna putih itu pak RT-nya.



Another picture, ini keluargaku lagi masukkin kartu suara, ke kotak suara. Dan pak RT still existed in this one. Hebat loh pak RT punya inisiatif. Tenda-tenda, semua peralatan, adalah hasil patungan warga (dana dari pemerintah cuma Rp. 300.000, bisa beli apaan dengan duit segitu). Dia yang menjemput bola, hihih.



This is me and my one and only big brother. Salah satu jari kita diberi tinta pemilih untuk menandai kita sudah memilih. Tinta yang katanya ilang dalam 3 hari ini, ternyata ilang dengan sabun biasa hari itu juga. Gara-gara pas makan, makananku jadi biru semua (kelunturan tinta), akhirnya aku cuci bersih, dan (voila!) hilang. Hebatnya tinta pemerintah! Btw, jariku emang kayak jempol semua ya?! Siaul.
(Photography by: Ulan)

Dan, yang terakhir ku lihat sih, perolehannya tiga besar adalah (kalo belom berubah ya):
  1. Partai Demokrat
  2. PDI-Perjuangan
  3. Golkar

Which is I really don't care. Di mataku, semua partai nampak sama. Kalo aku salah, tolong buka mataku. Haha. Berhubung udah malem, besok dilanjutin lagi ya. Masih ada Day 2 (Ocean Park), dan Day 3 (Kota Tua Djakarta). Enjoy your reading guys.

**********************
Little update: (April 14, 2009)

Waktu nyontreng ada kejadian kacrut. Berhubung papaku emang nggak pake kacamata tapi matanya udah nggak se-tajam dulu, ngebuka kertas pemilu segede itu dengan tulisan rapat-rapat dan kecil-kecil kayak gitu, beliau jadi ribet sendiri di balik bilik contreng. Dia manggil-manggil aku dan kakakku, "Mas ini gimana mas? Dek yang mana nih orangnya? Lho iki opo tho? (dengan logat asli jogjanya yang artinya, lho ini apa sih?)"

Saking ributnya dia dan bikin aku, kakakku, dan mamaku jadi mendengus-dengus nahan ketawa, pak RT-nya sempet bilang begini dengan nada ngegodain, "Hayo..hayoo.. jangan ribut yaa yang di sana.." Mungkin dalam hatinya berkata, "Ini keluarga heboh bener, cuma mo nyontreng doang.." Hahaha. That's our story.


Chao,
Ney


p.s: lucu juga ya lagunya Titi Kamal yang baru. Haha!
Read more »
0 com

Come Home

Beberapa hari belakangan ini aku ngerasa kayak diingatkan akan sesuatu. Diingatkan untuk kembali pulang..

Pertama, buku yang sangat ku gandrungi belakangan ini. A Cat in My Eyes. Tentang salah satu postnya (buku itu diangkat dari blog seseorang). Mengingatkanku untuk kembali pulang.
Kedua, salah satu dosen yang sangat aku takuti (nggak tau kenapa, aku bener-bener takut secara harafiah sama dia), bilang sesuatu setelah mengumumkan jawaban UTS dan membuat hatiku seperti tergilas bulldozer. He said Ora Et Labora.

Si penulis itu juga merasakan hal yang sama denganku. Dia mengibaratkan dirinya dengan anak kecil. Me too. Kami benar-benar senasib. Dalam berbagai hal, pola pikir kita sama. Itu makanya mengapa aku sangat menggilai buku itu. Kami bagai anak kecil yang jauh dari rumah, bukan tak ingin pulang ke rumah (which is kami berdua sangat ingin pulang ke rumah), namun kami berdua seperti anak kecil yang mudah hilang fokus. Ada tukang es krim lewat, diikutin. Ada tukang bakso lewat, mendadak lupa rumah. Ada tukang pos, penasaran. Semua rasa ingin tau itu bikin kita lupa pulang. But, in the end of times, kita tetap harus pulang bukan? Dan aku ingin kembali mencari jalan pulang. Sama sepertinya, aku takut aku lupa jalan pulang.

Sama sepertinya juga, aku selalu bilang ingin pulang, tapi selalu hilang fokus. Sampai terkadang aku malu sekali bahkan untuk berhadapan, tapi aku benar-benar ingin pulang.

Favorite Quote:
The unexamined life is not worth living. --hidup yang nggak pernah dipertanyakan adalah hidup yang nggak layak diteruskan.
- Socrates


p.s: aku baru nonton The Candidate, dan jadi kangen papaku.. *aneh, hihi..
Read more »
0 com

Sampai Kapan

Akhirnya setelah browsing segala macam blog skin, sekaligus dibuat tolol pusing sama bahasa-bahasa web itu, akhirnya ketemu juga deh blog layout yang simple, rapih, dan bahasa html-nya aku ngerti (jadi bisa diedit-edit .red). Tapi belom bisa munculin kolom komen nih.. Bagi yang ngerti, kasih tau aku dong.. Lewat email boleh, lewat ym pingbox (yang ada di sebelah kiri itu loh .red) juga boleh, atau langsung contact aku lewat account facebook-ku juga bisa.

Udah lama juga nggak nulis, udah seminggu ajaa..

Hari ini keluargaku balik ke Ciledug, setelah kemarin datang. Daan, seperti biasa, ribet banget tuh kan ada mereka. Yang satu berantem sama yang lain, yang lainnya lagi cepet ngambek kayak anak kecil, satunya lagi (aku .red) masa-bodo-amat sama yang lainnya. Bukannya apa, tapi kalo lagi ribet kayak gitu mending diemin aja deh, daripada ikut emosi (walaupun kepala udah mo meledak rasanya, heuu). Tapi tetep kok aku seneng banget dikunjungi. At least, jadi nggak autis ya kan? Hihi..

Bandung masih aja tetep dingin. Ujan masih dimana-mana (walopun sekarang aku udah nggak bisa 'menikmati' hujan lagi, karena penyebab satu dan lain hal), untung aja nggak belum banjir. Tapi, walaupun udara dinginnya minta ampun kayak gini, kayaknya di kamar sebelah ada yang nggak kedinginan, yaah siapa lagi kalo bukan si wanita berinisial MW (the girl-next-door .red) dan pacarnya, yang dateng jauh-jauh dari luar kota Bandung, berinisial GP.

About him, belom ada peningkatan yang signifikan *hihi..*, tapi alhamdulillah semua berjalan baik-baik saja sampe sekarang.

Next!
Huah, mulai bosan dengan rutinitas perkuliahan. Bertemu dengan gedung yang sama, dosen yang itu-itu aja, muka-muka yang masih itu-itu juga. Pada ganti muka kek biar nggak bosen liatnya, huehehe. Mana materi kuliahnya makin nggak jelas apa maksudnya, untung ada Estetika sebagai pelipur lara. Duuh, mendadak mulai memikirkan hal-hal apa yang ku impikan or things I desire the most (nggak tau kapan terwujudnya, tapi boleh kan kalo mimpi? haha!), beberapa di antaranya:
  1. Travelling around Europe (and see Eiffel, of course!)
  2. Bisa main music-instrument fluently. Nggak setengah-setengah kayak sekarang.
  3. Have a fabulous holiday in Bali/Lombok (pokoknya pantai yang eksotis) bareng sama sahabat-sahabatku, ngeliat sunset bareng, and stuffs like that lah..
  4. Beli sepatu Converse yang-mirip-sepatu-bowling-itu pake duitku sendiri tentunya.. *sebenernya udah ada nih duitnya, tapi kok malah sayang ya mo dibeliin.. huhu.. mesti ngirit demi Turki nih.. SEMANGAT!
  5. Places I Want to Visit (reachable): Kawah Putih, Boscha, Green Canyon, Citarik -arung jeram-, Pantai Pangandaran
  6. Places I Want to Visit (un-reachable, ato paling nggak dalam waktu dekat): Lombok (pantai), Bunaken (pantai), Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Irian Jaya, dan pulau-pulau kecil lainnya di Indonesia (masa seumur hidupku dihabiskan di pulau Jawa melulu, kecuali ke Bali waktu itu).
  7. Have a great GPA is a must!
  8. Be the next Lisa Ling! *huweee, mimpi banget nih, tapi beneran aku pengen banget kayak dia..
  9. Bisa 'ngomong' selancar 'nulis', apalagi dalam dua kondisi: in English, and Publicly
  10. Bisa ngelanjutin studiku di luar. Tapi sebenernya males juga sih ngelanjutin.. Jadi kalo ada biaya yaa kenapa tidak, tapi kalo nggak ada, let's make some money! haha!
Sebenernya masih banyak lagi, tapi belom kepikiran lagi. Ntar deh, siapa tau ada episode 2-nya.

Huah, lupa.
Besok udah hari senin lagi (gila hari-hari berlalu dengan cepat, ngerasa nggak sih?), dan itu tandanya ketemu Ekopolin (baca: Ekonomi Politik Internasional .red) lagi. I'd better be study kalo besok nggak mau dikeluarin sama si dosen. Walaupun sebenernya nggak ngerti banget. But hey, I promise my self to study hard this semester. Fighting!

Today's sound track: Maliq & D'Essentials - Sampai Kapan
Favourite Part:
menantikanmu dalam jiwaku
sabarku menunggu
berharap sendiri
aku mencoba
merindukan bayanganmu
karena hanyalah bayanganmu yang ada
***
pantaskah diriku ingin mengharapkan
suatu yang lebih dari hanya sekedar perhatian
dari dirimu yang kau anggap biasa saja
***
atau mestikah ku simpan dalam diri
lalu kuendapkan rasa ini terus selama-lamanya
***
oh sayang
dapatkah aku memanggilmu sayang
***
dengarlah jeritan hatiku untukmu oh
dan aku ingin engkau mengerti apa yang dihatiku
sanubariku kita kan berdua selamanya
The Boldest Part:
kuingin engkau mengerti
mungkinkah engkau sadari
cinta yang ada di hatiku
tanpa sepatah katapun ku ucapkan padamu
Huehehe.. Yang ngerasa, rasakanlah bagus deh.. *hihi
Udah ah, makin ngaco inih. See ya!

Ney.

Read more »
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...