Ter-lam-bat

Seorang teman perjalanan saya beberapa waktu yang lalu, sekarang telah melanglang buana (bukan nama universitas) kemana-mana. You named it-lah, dia udah pernah. Oke, nggak segitunya sih, yah tapi banyaklah. Nggak nyangka aja, ternyata orang yang waktu traveling pertama kali-nya bareng saya itu sekarang udah jadi pengelana. Canggih deh. She had such a commitment to do so, than I do. Padahal saya yang ngakunya traveler. Maklum, belum punya duit sendiri, buu...

Lain lagi dengan senior seperjuangan saya di kampus. Di kampus dulu, dia tipe yang nyari aman. Yaah semacam, "I choose this class just because it's easy to have an A." Instead pushing yourself. At least, that's what I thought. Karena ngeliat argumen-argumen beliau yang biasa saja. Bukan, bukan dibandingkan saya (tentu saja), tapi dibandingkan dengan teman-teman saya yang saya anggap jenius. Siapa yang tau ternyata beliau sekarang melanjutkan studinya di bidang perempuan. Padahal saya yang lebih dulu ngaku feminis, dan sedikit banyak mengenalkan kepada beliau mengenai -isme yang satu ini.

Berbeda lagi dengan salah seorang sahabat saya. Sahabat dudul saya yang satu ini, (oke pasti dia ngamuk dibilang dudul haha) dari dulu nggak bisa berenang. Boro-boro di laut, di bak mandi aja tenggelam. Teriaknya duluan yang kedengeran. :P But look he's now, swimming gracely in the middle of nowhere like a sea-ballerina. (Balerina cowok apa ya namanya?) Oke berlebihan. Padahal saya udah bisa berenang sejak kelas 5 SD, dan bahkan sempat mengajari dia untuk pertama kali. Tapi sampai sekarang saya belum berani tuh melepaskan dari pelampung sambil menyelam ke lautan biru tua tak berdasar itu, hiii...

-----
Makanya saya suka heran kalo ada orang-orang yang merasa 'terlambat belajar'. Kenapa terlambat? Memang kapan waktu yang tepat? Sewaktu saya dulu pertama kali belajar electone, ada kakek-kakek (belum terlalu tua sih sebenarnya, namun mungkin tampak begitu tua karena saya masih begitu muda) yang belajar bareng kita. Who cares?! It's your dream, it's your passion or whatever-that-is. Kalau salah seorang teman saya dulu pernah bilang dia minder karena merasa 'tua' sendiri, itu nggak penting. Belum tentu yang lebih dulu belajar, yang lebih dulu bisa. Lihat aja saya.

Ada quote tentang punya cita-cita begini (persisnya saya lupa),

When you're 8, it's adoring. When you're 18 it's inspiring. When you're 28 it's embarassing.

Anjingnya memang akan terus menggonggong.
Ah. Diberangus aja apa.

2 comments:

nanajingga | April 20, 2011 at 7:36 AM

ka neeeeey.. postingnya pas banget sama keadaan aku lagi mau (baru) belajar sesuatu. makasi yaaa.
jadi berani dan semangat deeeh :)

neyy | April 20, 2011 at 2:11 PM

hihihi, ayoayo semangat! jgn minderan yaaa...

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...