0 com

Don't You Remember

Hey blackbird...

Apa yang terjadi denganmu? Kamu seharusnya bahagia. Pekerjaanmu, teman-temanmu, atasan-atasanmu, semua menyenangkan. Aku tahu ini titik terendahmu, aku sangat tahu. Tapi apalagi yang harus kulakukan untuk membuatmu bahagia? Apa lagi?

Aku sangat tahu masalahmu, walaupun tidak ada sepatah katapun yang keluar dari bibirmu.

Apa?

Waktumu yang tidak ada lagi untuk sekedar berbincang denganku?
Salah satu sahabatmu yang sekarang jauh darimu?
Teman lamamu yang kembali menghantuimu?
Atau cerita terakhirmu dengan sejuta pertanyaan?
Atau efeknya pada dirimu?

Atau fakta bahwa kamu tidak pernah menangis lagi?


Ya ya, pasti semuanya, dan disimpulkan dengan yang terakhir kan? Mengapa? Karena kamu merasa tidak lagi punya hati?

Aku sangat tahu kamu hanya mencoba melindungi hatimu. Hati yang belum sembuh itu, hati yang tak sama lagi seperti dulu.

Aku tahu rasanya. Rasa ketika perisai itu dicabut paksa ketika kamu sedang berselimut di dalamnya. Penghangat yang kamu tanam dalam-dalam berubah seketika menjadi es. Rasa teramanmu yang seketika berbalik menjadi mimpi burukmu.

Iya, lubang itu. Sejuta pertanyaan itu. Mengapa kamu? Mengapa dia? Mengapa saat itu? Apa salahmu? Mengapa semudah itu? Mengapa tidak ada air mata? Apa ini semacam lelucon kosmik alam semesta? Ya ya aku mengerti.


Ketika jalan mendatar ini bahkan terasa lebih buruk daripada lembah atau jalanan berbukit itu.

Ditambah lagi tak ada lagi sahabatmu yang satu itu. Lubang hitam yang semakin menggerogotimu.

Ya ya ya.

Mungkin sudah saatnya kamu memikirkan saran sahabatmu. Mencoba kembali. Membiarkan hatimu dijahit kembali. Aku tahu kamu sedang sangat nyaman dengan kesendirianmu, namun apa yang akan kamu lakukan ketika malam datang? Pikirkan itu.

Bukankah dia baik? Bukankah dia juga membiarkanmu menjadi dirimu sendiri? Mengertimu, dan tidak menyerah karenanya? Mengapa tidak bisa? Mungkin memang juga tidak untuk selamanya. Tapi biarkan dia menjahit hatimu. Menenangkanmu. Mengembalikannya seperti dulu, walaupun tidak sama.

Belum. Mungkin belum.


Cepatlah sembuh,
Solar-plexus.


#NP: Adele-Don't You Remember (Don't you remember the reason you loved me before...)
Read more »
0 com

D-E-A-D

I can't be easy.
Really, I can't
I'm so DEAD right now.


Whoosah!
Read more »
0 com

Exhausted! But happy about it.

November-Desember 2011

Nggak berasa banget 2 bulan terakhir ini. Pas sadar, tiba-tiba udah Natal aja. Kayaknya terakhir kali bisa merasakan hidup *apeu* itu pas awal November waktu acara raker kantor ke Pacet, Puncak. Setelah itu kayaknya hidupku di fast forward.

Tiba-tiba dapet kabar, program spesial Natal yang dipegang si papa bos yang tadinya cancel, mendadak jadi. Tiba-tiba aku harus ngurus ke Tapanuli mulai dari budget, keperluan ini-itu, tiket PP, hotel, ikut bantuin riset, ngurus driver di sana, sampe koordinasi ini-itu. Blaaaaah! Banyak banget, secara senin dikasih tau, jumat udah berangkat. Metong.

Seminggu berlalu begitu saja. Dengan penuh kenangan tentunya, secara Dinas Luar Kota pertama ya kan. Walaupun nggak semua tim asyik, but I have new meats here (baca: teman baru)

Seminggu di kantor, ngurusin semua-muanya untuk ke Larantuka. Pluuus, ngurusin editing Tapanuli sebentar karena harus didelegasiin ke temen (karena akan ditinggal seminggu), plus editing acara talkshow yang lama juga belum selesai. Tiap hari harus pulang pagi, dan mondar-mandir kantor-studio.

Seminggu berlalu lagi.

Tiba-tiba jumatnya udah harus terbang ke Maumere. Dengan langkah gontai dan kepala pening. Tapi hati excited kok. :) Untung di sana lancar, si papa bos juga asyik berats, plus tim yang berangkat wokeh semua tak terkecuali.

Tiba-tiba udah harus balik ke Jakarta. Ngantor lagi. Tapi kali ini full bantuin editing. Dimulai dari drama-drama ga penting, tapi makin ke sini makin membaik. Lagi-lagi, si papa bos okeh luar biasah.

Seminggu di studio. 2 shift editing (9 pagi-2 pagi)

Dua minggu... masih di studio. Masih 2 shift.

Di akhir minggu sempat ada kabar mengejutkan. Salah satu sahabatku mau pindah permanen ke Jogja. Dan sempat merasa ada di titik terendah, mungkin karena capek dan sedih kecampur-aduk. Sampe akhirnya ga sengaja keingetan lagi lagu Blackbird-nya The Beatles yang di-cover sama Cameron Mitchell si ganteng. Lumayan jadi NOS di detik-detik terakhir.

"Blackbird singing in the dead of night. Take these broken wings and learn to fly. All your life.
You were only waiting for this moment to arise. Blackbird fly, into the light of the dark black night."


Minggu ketiga. Mulai hectic, karena bos-bos besar mau preview, mulai tereksploitasi lagi demi program :)) tapi untungnyaaa, timnya okeeee berat! So, really I don't mind. Sampe digosipin rajin karena editornya ganteng, diimpor langsung dari Korea. Well, itu salah satu faktor (haha!), tapi faktor utamanya bukan itu. Serius deh. It's simply because I love documentary and excited about it.

H-3 sebelum tayang. Makin tereksploitasi, mulai nginep-nginep di Studio. :)) Mulai diajakin tos sama editor-editor senior sambil mereka bilang, "welcome to the club, PA of the month!" LOL!

Sampai tibalah hari ini. Akhirnya programnya jadi, walaupun akhirnya harus streaming program sendiri. Trus jam segini mulai gatau harus ngapain. Secara ga bisa tidur juga. Karena kebiasaan begadang, jam tidur jadi kacau. And begin to forget how to socialize with people. And ended up in front of this mac and blogging. And will end my perfect saturday night in about half an hour. :|



What a work,

Ney.


P.s: I really need holi-freaking-day, not just another day-off.
Read more »
0 com

Heaven-Seeker

I was looking for heaven recently

I thought heaven's when I found my old things
I thought heaven's when I found friendship
I thought heaven's when I found 'man' I used to think 'the one'

I was walking and running everywhere.

But I was wrong.

Because old things would brake
Friendship would end
And this man turned out let down of me


Surprisingly, I found it in me.

So I don't have to go to Cappadocia
or Istanbul
or Iceland
or anywhere else exotic in the whole world

All I have to do is being peace with myself.




Neycito
Read more »
2 com

Cerita dari Flores

Haihoo, akhirnyaa setelah 8 hari terputus dengan dunia luar --sebenernya nggak segitunya juga sih, tapi berhubung provider BB-ku XL dan di Flores ternyata sama sekali nggak ada sinyal XL jadi no pang ping selama 8 hari deh yay! And now i'm back to the J-town! So, what have I missed?

Anyway, entah kenapa trip kemarin terasa lebih spiritual. Maksudku bukan spiritual yang religius yah, tapi lebih ke 'mengenal diri sendiri'.

God always be kind to me. Somehow, Dia tau kalo aku akhir-akhir ini nggak punya waktu untuk berkontemplasi dengan diri sendiri (cailah!). Tapi serius deh, secara nggak sadar, selama 7 bulan kerja, aku nggak pernah sempat memikirkan diri sendiri. Selalu keluarga, kantor, teman, tabungan *eh*. Begitu seterusnya...

Tapi trip kali ini beda. Beda sama sebelumnya, waktu ke Tapanuli. Entah kenapa, yang kali ini lebih santai, tapi lebih dalem aja gitu. Mungkin karena di Flores I got the chance to socialize with locals, which I didn't have in Tapanuli.

Dan aku belajar satu hal. There's so much more beyond the eyes could see.

Jadi proverb "don't judge a book by its cover" itu BENER BANGET. Trus bukannya sebelumnya aku nge-judge juga sih, tapi kebiasaanku, dulu aku masih punya apa yaa... semacam 'generalisasi' buat orang-orang yang aku kelompokin ke label-label tertentu. Contoh kayak aku yang 'anak bungsu' sering banget dikelompokin ke label 'anak manja', 'anak kecil', dst. Kalo ada yang nanya "Ney, kamu anak ke berapa sih?" dan setelah dapet jawaban anak terakhir, mereka langsung, "pantes..."

Cover itu apa yaa... cuma topeng terluar aja, yang mau ditunjukin ke orang. If you want to know me more, come to me, let's get closer then. Padahal selama ini aku juga begitu, tapi aku nggak sadar selama ini BANYAK juga yang sama kayak gitu juga. :P

******

Contohnya si teman yang satu ini. *semoga dia nggak baca, ya... :P *

Waaw, dia itu sasaran empuk deh kalo orang mau lihat dia dari cover-nya. Dan dia juga bukan orang yang protes kalo kita misjudgement. Aku pun sama. Pertama kali ngeliat dia, seram luar biasah! Secara physically, ga usah dilanjutin hahah... :)) *dia pasti ngakak abis kalo baca*

Tapi ternyata... Baik banget. Secara di sana aku cewek sendiri, dan kalo dia mau cuek-cuek aja kayak yang lain, selagi aku ngurus ini-itu with locals 'which-turns-out-I'm-too-naive-to-deal-with-them' sendirian, pun bisa. Secara bukan job desk dia. Tapi ternyata justru dia yang nemenin. Dia yang maju kalo orangnya seram-seram, mulai dari aku dicolekin tukang minta-minta, sampe nawar harga sama penjual bertampang seram. Haha, thank you mas!

Ternyata, banyak cerita di balik semua 'sketsa' yang terukir di badannya itu. Ternyata ternyata ternyata. Banyak ternyata. Padahal sebelum berangkat, aku udah dinasehatin banyak orang karena aku cewek satu-satunya di dalam tim, dan ada dia. :))

Aku belajar banyak dari dia. Nggak semua orang harus tau cerita kita. Dan no big deal kalo orang salah menilai kita atau punya prejudice sama kita. Dan jangan takut kehilangan teman. Karena selama kita jadi orang baik, mau cover kita kayak apa juga, sahabat dan keluarga lah yang lebih tau kita. Yang paling penting, kita nyaman dengan diri kita sendiri, peduli amat dengan kata orang. :)

Pantes ya, biar serem gitu, anak-anak, anjing, random people sampe host-nya Jejak Petualang pada nempeeeel semua. :P


Kalo bukan orang iseng dan agak gila kayak dia,
nggak akan bisa bikin 1 gereja pose imyut kayak gini. :))



The over-tanned girl,

Neycito.


P.s: Foto-foto lain menyusul di post berikutnya ya. Psssst, deep down, suka ngiri nggak sih cowok baik-baik model begini pasti udah punya pacar yang rruaarrr biasah. Qiqiqiqiqq. Peace ah!
Read more »
0 com

Look Closer

God never really leave me alone.
Dua kata basi yang selalu diucapkan orang-orang, tapi nggak ada yang pernah benar-benar bisa memaknai dua hal tersebut, apalagi prakteknya. Bersyukur dan ikhlas. Termasuk aku. Apalagi di fase baru di kehidupanku. Ngeluuuh aja bawaannya. Apalagi kalo ngeliat rumput tetangga, kok kayaknya ijo bener ya. Ya gitulah, apa aja dikeluhin. Yang sebenernya bisa untuk nggak dikeluhin, juga pasti dikeluhin. Dari jamnya, kegiatannya, orang-orangnya, susah dikit ngeluh, capek dikit ngeluh, things go wrong ngeluh. Ditambah dengan orang-orang di sekeliling yang berpikiran hal yang sama.

Tapi coba deh lihat lagi. Really? How dare me to complain for things I've ever really wanted to! Ya, aku memang pernah sangat-sangat menginginkannya. Dan ketika Allah benar-benar memberinya, memberi kesempatan untuk benar-benar belajar, apa lantas pantas kalo aku menyerah sebelum benar-benar berusaha mencintainya?

So I looked closer, and found that it's not that bad. Nggak seburuk itu, kok. Di antara jam-jam tersebut, memang ada jam-jam paling sibuk-mau-mati, tapi juga BANYAK idle time-nya. Banyak waktu istirahatnya. Dan aku banyak belajar. Untuk hal-hal yang dari dulu memang membuatku penasaran. Dan orang-orangnya. Di antara orang-orang nggak enak itu, I'm surrounded by angels. Bless me.

Sampai aku berada pada satu titik kesimpulan. God never ever really let myself feel lonely. No matter how hard it'd be, God never leave me by myself. God sent me those beautiful people to help me. Alhamdulillah. Nggak ada yang benar-benar pasti dengan masa depan. Mengapa begitu fokus dengan masa depan, dan jadi lupa kalo masa depan itu dimulai dari hari ini.

So why complain? Menambah kualitas keikhlasan untuk hal-hal kecil yang lupa kita syukuri juga nggak ada salahnya. :)


Think again,



NEY.
Read more »
0 com

Kompas TV



This is where I work all this time. Enjoy! :)



Ney.
Read more »
0 com

Facts at Work

Some of you maybe wonder what do I do. Here are some clues...




Yea, right... :))
New friends, new meats. Yumm! #drooling

Read more »
0 com

Not-So-Love-Letter

I don't know whom I'm talking with, so here I am talking to my self.

I hope, one day he would read this. No matter where he will be in the future. That I've ever loved him, and cared about him. I really did. A lot. But I just can't accept the fact that you've changed. Did you notice that? I do understand that you're a busy bee, the fact that you didn't get excited anymore when you see me, that you wanna spend your little spare time with your friends instead of me. I really do understand, that you need spaces. I do. I've tried so damn hard to bring our butterflies back. You know, I could bring back mine, but yours are out of my control.

And something that you said to me, really open my eyes. Wide.
And I don't wanna hold you from the one you'll be loved. With all your heart.

So, if someone, in the future ask, "What happened? Why it didn't work out?" You could just answered it with a simple line, "What always happened, life."

Believe me. I've tried. I stucked. And I lost my self. And it doesn't suppose to go like this.

There's a phase that I'm sure of with you, that at that time, I wanna build my future with you. But you've changed. Among billions characters in the world I could tolerate, you've changed to be someone I really couldn't.

Every night, I pray, I cry, just to beg to God to bring the-old-version-of-you back to me, if you're my one. I just can't take another game, another drama. I just can't, dear Almighty God. I just wanna have a simple life, as simple as I love him and he loves me back. Loves me for who I am, my passion, my life, and my family. For their best and worst. Just like I'll do to his. Is that so bad?

And right now I haven't stop my praying, if you're asking. I still do have faith, of you, right now. Miracles do happen, I believe. And if they don't, they will. They will find you someone you love and loves you back, and me too. I will always love you, in a different way. But maybe, this is the last time I use one of my particular label for my articles. I dont know how God works.

Live well.

Sincerely yours,

Heart
Read more »
0 com

Nowhere

I don't know what to believe anymore.

God, I beg You. Help me. I'm lost.
Please, show me the way.

I'm really begging You.
Read more »
2 com

Kak Iga's



Right. So my high school friend claimed me cause I never update my blog.
Sooo, because I don't know what to write, here I am posting our 'hang-out'.

Feels like HUNDRED years since I hang-out with them.
One word. FUN.


Cheers.

P.s: Happy newlywed to my dear sister, Iga Ismaya. Best wishes! Woohoo!
Read more »
0 com

Through The Rain


When you get caught in the rain
With nowhere to run
When you’re distraught and in pain
Without anyone

We keep prayin’ to saved
But nobody comes
And you feel so far away
That you just can’t
Find your way home
You can get there alone
It’s okay
What you say is

I can make it through the rain
I can stand up once again
On my own and I know
That I’m strong enough to mend
And every time I feel afraid
I hold tighter to my faith
And I live one more day
And I make it through the rain

And if you keep falling down
Don’t you dare give in
You will arise safe and sound
So keep pressing on

Step fastly
And you’ll find what you need
To prepare
What you say is

I can make it through the rain
I can stand up once again
On my own and I know
That I’m strong enough to mend
And every time I feel afraid
I hold tighter to my faith
And I live one more day
And I make it through the rain

And when the wind moves
And shadows grow close
Don’t be afraid
There’s nothing you can’t face
And sure they tell you
You’ll never pull through
Don’t hesitate
Stay calm and sane

I can make it through the rain
I can stand up once again
On my own and I know
That I’m strong enough to mend
And every time I feel afraid
I hold tighter to my faith
And I live one more day
And I make it through the rain

P.s: Yes I'll hold my faith tighter
Read more »
0 com

Thing Annoys Me: This Rude Guy


You don't have to be rude to your friends just to make you look cool.
That's NOT cool, dude!

Just.... GROW UP! AND GET LOST! For Godsake.
MYOB. Would you?!

Read more »
0 com

BMT #3

New friends.

Wish me the very luck,

Read more »
0 com

59th

When I was a child...
Dad picked me up to my room when I fell asleep in front of TV
Dad cheered me up when I was sad
Dad bought me dolls to make me happy
Dad protected me from bad people
Dad believed in me, even when I didn't believe in myself
Dad taught me how to be a good and respected lady
Dad let me know what is a good man

When I met my boyfriend...
He picked me up when I fainted at school
He cheers me up when I was sad
He bought me flowers to make me happy
He protects me from bad people
He believes in me, even when I don't believe in myself
He treats me like I'm a good and respected lady
He proved me that it's true, there's a good man, just like my dad

I love you, dad. Very much. As always.
Happy 59th! :')


From your 'still-nobody' daughter,

Read more »
0 com

Motivations



Sumber: Tumblr


L O V E I T !



P.s: They right about how many wolves 'out there', but the thing is I'm just a damn puppy. Wuff.
Read more »
0 com

Finally...

sunrise at the office

Setelah menunggu selama lebih dari sebulan, dan menganggur selama dua bulan, AKHIRNYA... Nggak tau juga sih ini sebenarnya sudah bisa disebut pekerjaan atau belum, tapi memang saya masih dibayar untuk belajar. And, alhamdulillah this thing really is my dream job.

Some of you, like my bestfriend, maybe wondering, "Have you been a zombie?"

Yaa karena itu tadi, kok mau-maunya dateng ke kantor pas matahari belum terbit, dan pulang dari kantor setelah matahari terbenam. And the answer is, maybe I'm an excited zombie.

I won't lie, it's exhausting, but I really am enjoying it! I can't wait myself busier than this, actually. Haha.

Can't wait where life leads me to...



P.s: I maybe can't actively post some articles or photos on this blog and tumblr in the future, boohoo me, but I will do my best. Anyhoo, my new friends are THE BEST! I can't believe how blessed I am, alhamdulillah...
Read more »
0 com

Royal Wedding

Everyone who followed Royal Wedding maybe noticed Kissing Moments in Balcony Appearance. But did you notice this?

Cute little girl! I know it must be sooo loud out there... :D

Checkmate! Catherine, you've taken the king!
Congratulation!




P.s: pic source with a lil of my own modification.
Read more »
2 com

Miracles Do Happen Everyday

Ucapan Terima Kasih

Kepada Allah SWT, atas semua hal yang telah Engkau hadiahkan untukku: jalan terbaik, orang-orang terbaik, dan segala kemudahan. Terima kasih Engkau masih berkenan mendengarkan doa hamba. I couldn't ask for more.

Untuk kedua orang tua, (nama orang tua), atas semua support-nya, mulai dari finansial, moril, spiritual, bahkan 'kartu pers'-nya. Terima kasih juga atas pertanyaan-pertanyaannya yang akhirnya membuat saya 'gerah' juga. I may not the best kid in the world for you, guys, but you're absolutely the greatest parents ever.

Untuk (nama pembimbing), pembimbing terbaik yang bisa didapat seorang mahasiswa. Terima kasih.

Dan yang terakhir, untuk Olan Maulana, Yes you, my not-so-stranger lover. Thank you for the critiques, loves, and beliefs. Even when I don't believe in myself. Thank you for existing.


Tadi nggak sengaja ketemu skripsi sendiri, dan ngebaca (lagi) ucapan terima kasihnya. Haa, telat banget ya baru posting ini sekarang.

Jadi inget waktu bikin ucapan terima kasih ini bener-bener dadakan banget, karena udah terlanjur ke tempat fotokopi, dan tentu saja mepet dengan deadline (yea right, I'm Ms. Deadliner), dan nggak sempet untuk bolak-balik lagi cuma buat mikirin ucapan terima kasih. Untungnya saya bawa laptop. Alhasil bikin langsung jadi aja deh. :D

Haa, teringat pula masa-masa bikin skripsi. Yang. Benar. Benar. Nggak. Mudah.

Mulai dari gonta-ganti judul -- nggak cuma 1, atau 2, tapi 3 kali -- gara-gara narasumbernya kejauhan kek, nggak mau diwawancara kek, sampe ada yang NGGAK PUNYA DATA. Oh Indonesiaku tercinta.

That was the lowest point of my life.
Dan yang pasti sih melawan diri sendiri itu yang susah, apalagi setelah ganti judul. Kok yaa down-nya susah ilangnya. Bayangkan aja, selama 3 kali ganti judul, berapa bulan down-nya kalau ditotal.

Kalau ditanya gimana akhirnya kok bisa bangkit lagi, sebenarnya prosesnya agak aneh. Saya itu memang tipe orang yang senang 'menyiksa' diri sendiri. Dikala orang-orang harus disemangati supaya bisa bangkit, saya butuh dimaki-maki. And thanks God, my boyfriend did that.

Nggak maki-maki juga sih sebenarnya, tapi lumayan pedas juga. Dan komentar itu selalu datang di saat-saat tak terduga, misal:

"Duh, capek nih yang,"
"Kamu kan nggak ngapa-ngapain, kok bisa capek? Kerjain sana skripsinya!"
"......"

Atau

"Kamu udah ngerjain skripsi belum?"
"Belum. Abis aku nggak ngerti."
"Gimana mau ngerti, orang nggak pernah dikerjain."
"....."

Kejam memang. Tapi benar. I hate that, especially when he's right. X(


Tapi komentar-komentar itu yang bikin aku merasa tercambuk, selain fakta bahwa orang tua yang akan pensiun, dan yang lainnya juga. Belum lagi si pembimbing yang nggak membantu banget karena doyan banget ngejatuhin mental orang. Plus, tidak banyak menolong di saat sidang. Contoh:

"Tuh Ney, kayak si A dong. Udah beres, tinggal revisi kecil-kecilan" Padahal si A ada di sebelah saya. Dan tebak aja, mukanya udah sombong berat, cyiin...
"Ah, kamu ke mana aja? Giliran mepet-mepet baru muncul."
"Let's see. Nggak janji ya bisa lulus Februari."
"Mending kamu bayar buat semester depan, udah nggak mungkin ini mah."

Atau pas sidang waktu dibantai dosen lain,
"Bukannya bagian ini udah kita bahas ya? Kok nggak diganti?" Padahal demi Allah, dia nggak bilang apa-apa waku bimbingan. Malah dia bilang bagus.

Atau pas saya nge-joke biar nggak nervous saat sebelum mulai sidang, tiba-tiba dia bilang, "Kayaknya nggak lucu ya, kita mulai aja." Padahal dosen-dosen lain senyum-senyum.

Kalau sekarang dipikir-pikir, kok bisa ya saya nggak emosi? Kok bisa betah ya? Padahal saya itu emosiaaaaaann banget orangnya.

Tapi, saya juga nggak lupa juga waktu dia bilang gini saat bimbingan terakhir,
"Wah padahal saya pikir kamu nggak akan selesai, ternyata selesai juga."

Atau di depan orang lain, saya dijadikan contoh karena skripsi saya bisa beres dalam waktu 6 minggu. Six hell weeks, hell yeah.

Atau pada saat tanda tangan terakhir, saya sempat bertanya pada dia, dimana si A. Mengapa saya tidak melihatnya pada saat sidang. Dan dia menjawab,
"Oh si A nggak bisa sidang, karena nilai TOEFL-nya nggak memenuhi."

See? Miracles happen every single day. All you have to do is work your ass off and just believe. Anjingnya banyak banget soalnya. Nggak usah didengerin. Dan itulah mengapa di salah satu poin terima kasih saya ada beliau.

My favourite quote:
Don't say "God, I have a big problem", but "Problem, I have a bigger God" instead.


Read more »
2 com

Ter-lam-bat

Seorang teman perjalanan saya beberapa waktu yang lalu, sekarang telah melanglang buana (bukan nama universitas) kemana-mana. You named it-lah, dia udah pernah. Oke, nggak segitunya sih, yah tapi banyaklah. Nggak nyangka aja, ternyata orang yang waktu traveling pertama kali-nya bareng saya itu sekarang udah jadi pengelana. Canggih deh. She had such a commitment to do so, than I do. Padahal saya yang ngakunya traveler. Maklum, belum punya duit sendiri, buu...

Lain lagi dengan senior seperjuangan saya di kampus. Di kampus dulu, dia tipe yang nyari aman. Yaah semacam, "I choose this class just because it's easy to have an A." Instead pushing yourself. At least, that's what I thought. Karena ngeliat argumen-argumen beliau yang biasa saja. Bukan, bukan dibandingkan saya (tentu saja), tapi dibandingkan dengan teman-teman saya yang saya anggap jenius. Siapa yang tau ternyata beliau sekarang melanjutkan studinya di bidang perempuan. Padahal saya yang lebih dulu ngaku feminis, dan sedikit banyak mengenalkan kepada beliau mengenai -isme yang satu ini.

Berbeda lagi dengan salah seorang sahabat saya. Sahabat dudul saya yang satu ini, (oke pasti dia ngamuk dibilang dudul haha) dari dulu nggak bisa berenang. Boro-boro di laut, di bak mandi aja tenggelam. Teriaknya duluan yang kedengeran. :P But look he's now, swimming gracely in the middle of nowhere like a sea-ballerina. (Balerina cowok apa ya namanya?) Oke berlebihan. Padahal saya udah bisa berenang sejak kelas 5 SD, dan bahkan sempat mengajari dia untuk pertama kali. Tapi sampai sekarang saya belum berani tuh melepaskan dari pelampung sambil menyelam ke lautan biru tua tak berdasar itu, hiii...

-----
Makanya saya suka heran kalo ada orang-orang yang merasa 'terlambat belajar'. Kenapa terlambat? Memang kapan waktu yang tepat? Sewaktu saya dulu pertama kali belajar electone, ada kakek-kakek (belum terlalu tua sih sebenarnya, namun mungkin tampak begitu tua karena saya masih begitu muda) yang belajar bareng kita. Who cares?! It's your dream, it's your passion or whatever-that-is. Kalau salah seorang teman saya dulu pernah bilang dia minder karena merasa 'tua' sendiri, itu nggak penting. Belum tentu yang lebih dulu belajar, yang lebih dulu bisa. Lihat aja saya.

Ada quote tentang punya cita-cita begini (persisnya saya lupa),

When you're 8, it's adoring. When you're 18 it's inspiring. When you're 28 it's embarassing.

Anjingnya memang akan terus menggonggong.
Ah. Diberangus aja apa.

Read more »
0 com

Bye, Andy!


made me teary! :'(




Pic's source.
Read more »
2 com

I'm in Love

Sedang jatuh cinta dengan 3 binatang ini...
  1. Honey Badger. Karena sifat tidak-kenal-rasa-takut nya walaupun bertampang imut-imut dan berbadan kecil. Nggak takut, meskipun lawannya singa atau ular. How bad ass is that?

  2. Orca. Karena kesetiaannya pada kawanan, dan pejantan-pejantannya yang raksasa tapi sangat menghormati ibunya. (Psst, karena kecerdasannya membuat dia disebut-sebut sebagai saudara kembar kita di lautan. Oh iya, dan mereka matrilineal.)

  3. Penguin. Karena kesetiannya pada pasangan, yang hanya memiliki satu pasangan seumur hidupnya. Daaan, tentu saja karena pejantannya yang feminis. Sweet! :D






Pic's Source: Google
Read more »
0 com

Dampak Menganggur

The facts:

My eyes when I read those:
Metromini nyangkut di separator busway Halte Grogol karena yg terbaik datang kepada mereka yg mau menunggu


WTH! I must get a job ASAP!

Read more »
0 com

LOL

Automatic vs Manual vs Motorcycle


pic's source

LOL. So true!

Read more »
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...