Another Contemplation with You

Tu(h)an,

Begitu banyak yang Tuan berikan pada hamba. I'm blessed.
Begitu banyak pilihan yang Tuan berikan pada hamba. I thank You for those.
Jikalau Tuan berkenan, perkenankanlah hamba-Mu yang hina ini untuk bertanya satu pertanyaan untuk-Mu, itu juga jika hamba masih pantas bertanya pada-Mu.

Harusnya hamba tak pernah bertanya. Tapi apalah hak si otak kerdil tak berarti ini, yang dengan sedikit premis, sedikit ilmu, merasa berani-beraninya bertanya pada-Mu yang maha Agung.

Tapi Tuan kan maha Mengetahui. Boleh ya Tuan? Satu saja.

Atau setidaknya, izinkanlah hamba mengutarakannya. Tak usah Engkau repot-repot menjawabnya. Siapalah hamba hingga begitu tidak tau diri, tapi hamba yakin Engkau mendengar, wahai Yang Maha Mendengar.

Kau memberi hamba-Mu yang kerdil ini, pilihan. Begitu banyak pilihan. Begitu banyak persimpangan. Terima kasih, Tuan. Tuan masih memperhatikan hamba dengan begitu besar.

Tuan memang penuh misteri.
Di sisi lain, sebenarnya Tuan sudah menetapkan pilihan dan jalan yang terbaik bagi hamba-Mu.

Jadi, mengapa Tuan memberikan hamba-Mu ini pilihan, begitu banyak pilihan dan persimpangan, apabila Tuan sudah menetapkan pilihan dan jalan yang terbaik bagi hamba?

hamba merasa lelah, Tuan. Lelah memilih. Lelah menebak-nebak, mana yang kira-kira Tuan akan berikan kepada hamba. Lelah bermain, jika hidup adalah permainan.

Tuan, jika Engkau menjawabnya, sudah pasti otak kerdil hamba tak sanggup menampungnya. Engkau terlalu besar, Tuan.

Apa ini salah satu permainan-Mu yang (lagi-lagi) harus hamba mainkan?
Apa ini salah satu kelakar-Mu dari begitu banyak kelakar yang Kau ciptakan?
Atau, tak ada kata-kata makhluk ciptaan-Mu yang mampu mengabstrakkan salah satu kebesaran-Mu yang satu ini ke dalam kata-kata?

Terima kasih, Tuan. Hanya diri-Mu lah yang ada di kala hamba kesepian.
Hanya itu yang sebenarnya yang hamba butuhkan.
Terima kasih, Tuan, telah membiarkan hamba menulis pertanyaan dangkal ini untuk Tuan.

Ney.

0 comments:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...