I Hate To Say Goodbye

Haii..
Jadi rajin gini nulis blog. Abis belom ada kerjaan yang berarti sih,huhuh..

Jadi tadi aku kuliah Estetika. Kenapa mahasiswa HI dikasih mata kuliah ini, dan bukan anak arsitek doang? Supaya mahasiswanya nggak jadi robot-robot science tapi juga punya 'hati'.

Ternyata asik juga kuliahnya. Sebelum masuk kelas (which is aku terlambat dan akhirnya jalan cepat di depan PKH -- Pusat Kajian Humaniora .red), aku ketemu sama Olive (pemimpin redaksiku di Warta Himahi, buletin kampus .red) yang lagi duduk-duduk aja di taman PKH. Dia manggil aku..
Olive (O): Ney..
Ney (N): Eh Olive, lagi apa?
O: Lagi ini nih, bikin puisi.. Estetika..
N: -Wah enak nih disuruh bikin puisi..- OIA? -semangat-
O: -dengan tampang lesu- iyaa.. Estetika juga Ney?
N: Iya.. sama Tri Rahayu..
O: Wah pindah aja Ney, lo pasti nanti disuruh nge-desaign produk
N: -speechless- ...
And here I am, terjebak dalam desaign-men-desaign.. God, kenapa aku nggak sama dosennya Olive aja sih? I love writing very very much!! Please give me chance to prove it to myself. Huhu..

Tapi pas aku masuk. Wow! Aku suka dosennya.
Nggak tau sih nanti-nantinya, tapi pengantar dari dia bener-bener menarik. Ada satu pernyataan dari dia yang bilang, seorang Atheis bisa saja lebih religius daripada orang-orang beragama. Kenapa? Karena di satu sisi, seorang Atheis menolong orang lain sepenuh hati, pure humanity, tanpa mengharapkan apapun, sedangkan di sisi lain, seorang yang beragama menolong orang lain dengan berharap 'akan-masuk-surga', sangat pamrih dan menunjukkan ketidak-ikhlasannya, menurut dia. FYI, she's not Atheist, she's muslim dan memakai jilbab panjang. Hhmmm..

Dia juga setuju sama pendapat bahwa, 'tidak ada yang namanya batas. Batas atau limitation sebenarnya kita sendirilah yang membuat.' Sama kayak aku. Cool or what? Haha. Belom apa-apa kita sudah menemukan banyak kesamaan.

Can't wait to present in her next lecture next week. Hhmmm..

Now about my personal life.
I used to hate to say good bye, and now I become so much more hate to say goodbye than ever before. You know why. Aku paling benci kata-kata perpisahan. Kenapa sih kita harus terpisah? Hhmmphh..

Tapi sebenernya ada hikmahnya juga sih. Aku jadi bisa berpikir secara jernih tentang ini dan itu. Huah laper! Ngomongin beginian selalu bikin aku depressed. I'm starving like a dog. Huah! Makaaann..

Oia,kayaknya aku nggak bisa ikutan reuni SD. Banyak hal yang kupikirkan dari sekedar ketemu teman lama, walaupun aku pengen banget ketemu mereka. Huhu, really miss 'em so much. Tapi apa daya. Mungkin lain kali.


Today's soundtrack: Pasto - Aku Pasti Kembali

Chao,

Neysa R

2 comments:

Nao | January 21, 2009 at 11:34 PM

say goodbye to?? wekekekekeke gosip2..

Neysa | January 22, 2009 at 2:01 PM

huah
giliran gosip aja
cepeet yaa..
hehehe

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...