Hmmphh

Hmmphh..

Aku memang bukan pengobral cinta

Bukan pula pedagang rindu

Tapi bukan berarti tidak mengenalnya

Hmmphh..

Seringkali ku melihat

Di tepian jalan itu

Bahkan dekat di sudut mata

Namun,

Seringnya ku melihat

Tak berarti seringnya ku merasa

Pernah.. Pernah ku rasa..

Suatu saat di kala itu

Hmmphh..

Tak tahu bertanya pada siapa

Pengajar tak punya kurikulumnya

Pemujanya pun hanya mampu berteori

Bosan aku menyimak teori-teori tolol itu

Aku hanya ingin mencinta

Hmmphh..

Jangan kau harap

Dapatkan kata manis dariku

Jangan kau ingin

Dapatkan rayuan pulau kelapa dari bibirku

Berharaplah kau dengar

Solar plexus-ku merayu

Walau bibir ini hanya bisa diam

Berharaplah kau tahu

Solar plexus-ku memanja

Walau bibir ini hanya mampu membisu

Aku yang berharap..

Hmmphh..

Aku yang tolol

Tak bisa berucap sayang

Aku yang bodoh

Tak bisa berkata cinta

Tapi aku tak buta mata

Tak pula mati rasa

Hmmphh..

Hey,dimanakah engkau wahai si ’Telinga-Hati’?

Yang dapat mendengar yang tak terdengar

Yang mampu merasa yang tak terasa

Mulai lelah ku menanti

2 comments:

yooooooooooo | January 12, 2009 at 11:42 PM

sebenrnya kata - kata anda ini menarik untuk disimak, akan tetapi saudari ney, anda terlalu melebih - lebihkan bahasa anda sehingga tidak proporsional..

dari segi gaya bahasa..
anda terlalu puitis..

Neysa | January 19, 2009 at 8:14 PM

hehe..
namanya juga puisi
harus puitis dong bang..

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...