Insecure

Seorang teman baik pernah berkata, "Emang sih, rasa insecure itu nggak pandang bulu soal milih korbannya, nggak peduli orang itu udah se-perfect apapun juga. Tapi, yaaah... anggap aja itu anti self-respect, kalo lo aja nggak menghargai diri lo sendiri, siapa lagi?"

Yeah, I've been there too. Who hasn't anyway?

Dan itu ngeganggu banget. Ada-ada aja deh kasusnya, mulai dari diomongin orang, sampe diomongin diri sendiri. :D Dan yang lebih nyebelin lagi, kebetulan banget orang-orang ini bukan orang-orang yang kenal sama kita. Hemmm...

Seorang teman bahkan pernah bilang aku itu cewek yang "open-book" banget (kayak ujian aja!), nggak ada misterius-misteriusnya, bikin cowok-cowok jadi males ngedeketin. Dan yang ngomong gitu cowok. Bayangin aja, hahahaha. As he said, "kebaca banget deh. Apalagi dari blog, twitter, plurk, dan semua account jejaring sosial lo yang lain deh."

SIALAN. STALKER!

Waktu itu jelas aku down banget, sampe akhirnya salah satu teman baikku (cewek) bilang, "duh apaan sih tuh cowok. Emang semua cowok kayak dia? Nggak usahlah didengerin. If they don't like you the way you are, it's their lost. Dan menurut gue, lo nggak se-open-book itu kok, buktinya gue masih suka terkaget-kaget kadang lo bisa sangat-sangat dewasa, sedetik kemudian kayak anak kecil, di detik kemudian balik dewasa lagi."

:')

Dan gara-gara kata-kata itu (plus aku disuruh nonton He's Just Not That Into You), it felt waaaaayy better! :D

So, instead of 'open-book' person, I chose 'honest' to replace it.

Kesimpulan: Resep anti-insecure adalah sebagai berikut...
  • paling sedikit 1 buah persahabatan (pastikan isi kemasan belum expired, dan lebih banyak lebih baik), dan
  • 129 menit waktu untuk menonton film He's Just Not That Into You.

A wise person once told me that if a guy wants to be with a girl, he will make it happen, no matter what.
-Gigi, He's Just Not That Into You-


But, beware of those 'insecure-girls-hunters' out there. So that if you really like someone, make sure you really care about that person, not because that person fills your emptyness (so lame!), but completes you. :D


8 comments:

orenjingga | November 3, 2010 at 11:52 PM

berarti ka ney orangnya genuine, kaaa :D

apa yang dirasa ya apa yang tampil di tingkah laku.
apa yang dipikir ya muncul di perilaku.

orang yg paling disenengin tuh, ka ;)

neyy | November 4, 2010 at 6:53 AM

duh gawat, ada psikolog! aku tertebak! *hahaha apa sih*

emg ada tipe apa lagi na? byk ya? ajarin ke kita dong.. hehehe

orenjingga | November 4, 2010 at 7:34 AM

bukan tipe apa-apa si, ka.
itu cuma salah satu karakteristik yang harusnya dimiliki konselor.
"genuine if appropriate."

lagian ga usah konselor pun, kita lebih seneng liat orang yang genuine daropada yg palsu kan?! ;)

neyy | November 4, 2010 at 4:57 PM

konselor tu apa sih? hahahaha
bener bgt naaa, yg lain di bibir lain di hati.. hahaha

orenjingga | November 7, 2010 at 8:18 PM

orang yang memberikan konseling :)

neyy | November 8, 2010 at 7:29 AM

bedanya sama konsultan apa?

orenjingga | November 9, 2010 at 3:35 PM

i'm trying to answer ya, kak.
kalo konselor kan kkita konsultasi untuk meminta penyelesaian masalah kita. kaya finance consultant. kita nanya gimana kalo kita ngadepin masalah kaya ginigitu.
kalo konselor, mungkin istilah gampangnya curhat, sebagai konselor ngga boleh ngasi saran atau pendapat langsung harus kaya gimana kliennya. tapi membuka sudut pandang lain dari masalah itu. keputusan finalnya tetep ada di klien tersebut mau kaya gimana.

nangkep sama penjelasan ku ga, ka? takut ga pas. hehehe..

neyy | November 10, 2010 at 6:33 PM

na, kok dua2nya konselor? hihihi.. yg pertama konsultan ya? oh gituuu, yayayaya kyknya nangkep mksdnya.. makasih ya naaa... :D

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...